Farah.ID
Farah.ID

Resmikan Tol Kayu Agung-Palembang, Jokowi: Ini Adalah Lompatan Besar

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Selasa, 26 Januari 2021, 18:29 WIB
Resmikan Tol Kayu Agung-Palembang, Jokowi: Ini Adalah Lompatan Besar
Presiden Joko Widodo di pintu tol Kayu Agung-Palembang/Istimewa
Pembangunan jalan Tol Ruas Kayu Agung-Palembang di Provinsi Sumatera Selatan telah rampung, dan diresmikan Presiden Joko Widodo hari ini.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan rasa syukurnya sekaligus mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian pembangunan infrastuktur tersebut.

"Tuntas sudah pembangunan Jalan Tol Ruas Kayu Agung – Palembang di Provinsi Sumatera Selatan," ujar Jokowi di pintu tol Kayu Agung-Palembang yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (26/1).

"Hari ini, jalan tol sepanjang 42,5 kilometer itu sudah siap digunakan. Dan ini adalah sebuah lompatan besar," sambungnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan alasannya mengapa menyebut pembangunan ruas Tol Kayu Agung-Palembang adalah lompatan besar.

"Karena jalan tol tersebut adalah poros utama trans-Sumatera, terhubung dengan ruas Terbanggi Besar, Pematang Panggang, Kayu Agung, yang telah rampung sejak November 2019," ungkapnya.

Bahkan kata Jokowi, Provinsi Lampung kini semakin terkoneksi dengan Provinsi Sumatera Selatan, dengan adanya Jalan Tol Ruas Kayu Agung Palembang itu.

Dia memperkirakan, waktu tempuh dari Pelabuhan Bakauheni Lampung ke Palembang, dengan jarak 373 kilometer, yang biasanya 12 jam kini hanya lebih tiga jam saja.

"Efisiensi ini jelas akan memberikan kontribusi pada penurunan biaya logistik dan akan memberikan daya saing yang besar bagi Palembang dan Lampung," ungkapnya.

Hingga saat ini, 657 kilometer ruas jalan tol di sepanjang trans-Sumatera telah dapat digunakan. Namun, sepanjang 608 kilometer dalam tahap konstruksi dan 430 kilometer memasuki persiapan konstruksi.
"Selebihnya, 1.297 kilometer segera menyusul," sambung Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini berharap, Jalan tol ini tidak hanya menghubungkan antarwilayah atau antardaerah, tapi juga untuk membangkitkan perekonomian di Pulau Sumatera.

"(Bisa) menumbuhan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengembangkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi yang produktif," demikia Joko Widodo.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA