Pelanggar Prokes Di Surabaya Tak Tebus KTP Yang Disita, Data Kependudukannya Akan Diblokir

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Surabaya telah berlangsung 11 hari atau dalam kurun waktu 11-21 Januari 2021.

Hasil evaluasi Satgas Covid-19 Kota Surabaya mencatat, pelanggar protokol kesehatan (prokes) didominasi tidak memakai masker.

Mereka pun mendapat sanksi berupa penyitaan KTP dan diwajibkan membayar denda untuk syarat pengambilannya.

Apabila dalam kurun waktu 7 hari mereka tidak membayarkan denda, pihaknya bakal melaporkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya untuk dilakukan pemblokiran data kependudukan.

"Mereka kita kasih waktu 7 hari untuk membayar dan mengambil KTP. Kalau 7 hari tidak diambil, kita laporkan ke Dispenduk untuk dilakukan pemblokiran, kalau KTP Surabaya," kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (21/1).

"Untuk KTP luar Surabaya, nanti Dispenduk akan menghubungi Dinas Kependudukan kabupaten/kota di mana dia berasal. Karena yang kita khawatirkan adalah mereka pakai surat keterangan kehilangan (KTP) terus membuat (pelanggaran) lagi," sambungnya.

Hingga saat ini, dari hasil penindakan yang dilakukan Satpol PP, ada sekitar 200 warga yang sudah dilakukan pemblokiran KTP.

Sementara di jajaran kecamatan, sekitar 70 orang sudah dilakukan pemblokiran.

Untuk syarat pengambilan KTP, pelanggar prokes diwajibkan membayar denda administrasi via transfer ke rekening kas daerah.

"Setelah 7 hari melakukan penindakan (apabila KTP tidak diambil), itu kita kirim ke Dispenduk by name by address sama NIK-nya," pungkasnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Polling 24 Tokoh Harapan, bersama Arief Poyuono dan Jerry Massie

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Kunjungan Presiden Jokowi di NTT Undang Kerumunan Massa

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021

Artikel Lainnya

Salatiga Sabet Predikat Kota Tertoleran Nomor Satu Se-Indonesia
Nusantara

Salatiga Sabet Predikat Kota..

25 Februari 2021 17:54
Soal Vaksin, Wapres Maruf Amin: Indonesia Patut Bersyukur Karena Dalam Kondisi Lebih Baik
Nusantara

Soal Vaksin, Wapres Maruf Am..

25 Februari 2021 17:19
Setahun Pandemi, Puluhan Tempat Wisata Jateng Gulung Tikar
Nusantara

Setahun Pandemi, Puluhan Tem..

25 Februari 2021 17:05
Terbukti Langgar PPKM, Kafe Lokasi Penembakan Di Cengkareng Ditutup Satpol PP DKI
Nusantara

Terbukti Langgar PPKM, Kafe ..

25 Februari 2021 16:32
UPT PKB Amplas Jadi Sarang Pungli, Anggota DPRD Medan Berang
Nusantara

UPT PKB Amplas Jadi Sarang P..

25 Februari 2021 15:45
KSPI Pertanyakan Keputusan Pemerintah Hapus KHL Hingga Izin Kerja TKA
Nusantara

KSPI Pertanyakan Keputusan P..

25 Februari 2021 14:11
Lokasi Aksi Koboi Oknum Polisi Di Cengkareng Macet, Banyak Warga Nonton
Nusantara

Lokasi Aksi Koboi Oknum Poli..

25 Februari 2021 14:07
Tolak Turunan UU 11/2020 Ciptaker, KSPI Bakal Demo Turun Ke Jalan
Nusantara

Tolak Turunan UU 11/2020 Cip..

25 Februari 2021 13:55