Proses Vaksinasi Di Jateng Capai 13,2 Persen, Ada Yang Ditunda Karena Tugas Dan Komorbid

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/RMOLJateng

Proses vaksinasi di Jawa Tengah mencapai 4.415 atau sekitar 13,2 persen tenaga kesehatan dari total 30 ribu orang yang ditargetkan.

Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan total 4.415 nakes tersebut dari 3 daerah yakni Kota dan Kabupaten Semarang serta Kota Surakarta.

"Jadi pelaksanaan sampai tanggal 19 kemarin, di Kota Semarang sudah 2.219 (nakes) jadi kurang lebih 11,8 persen, Kabupaten Semarang 655 (nakes) sekitar 16 persen, lalu Kota Surakarta 1.541 ini 15 persen," kata Ganjar dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (21/1).

Ganjar mengungkap, dari 4.415 tenaga kesehatan yang mendapatkan vaksin, mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang beragam.

"Ada yang pingsan, mata memerah dan bengkak, gatal pada area suntik, lengan pegal hingga mual dan muntah. Ada yang nyeri lengan mual muntah dan berkunang-kunang. Terus kemudian ada yang berdebar, ngantuk paling banyak. Tapi sampai hari ini (KIPI-nya) tidak ada yang berlanjut,” terangnya

Lebih jauh, Ganjar menjelaskan terdapat 540 tenaga kesehatan yang ditunda vaksinnya karena memiliki komorbid dan 285 Nakes yang tidak hadir.

"Ini kemarin sudah dicek yang tidak hadir karena lagi ada tugas, terus rumit data input, trus kita hari ini rapat membuat terobosan itu,” ujarnya.

Menurut laporan yang diterimanya, tenaga kesehatan yang harus ditunda dan komorbid tersebut karena berhalangan seperti ada tugas atau sedang menjalani program kehamilan.

"Komorbid paling tinggi Hipertensi. Lalu kemudian yang tidak hadir itu kita pastikan karena mereka sedang bertugas dan tidak ada yang declare menolak untuk divaksin,” tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Kader Muda Demokrat: KLB Sibolangit Hanya Kongkow Luar Biasa
Nusantara

Kader Muda Demokrat: KLB Sib..

05 Maret 2021 16:12
Harga Garam Petani Anjlok Gara-gara Permintaan Belum Pulih
Nusantara

Harga Garam Petani Anjlok Ga..

05 Maret 2021 15:32
Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka, Tenaga Pendidikan Di Kota Kediri Disuntik Vaksin
Nusantara

Persiapkan Pembelajaran Tata..

05 Maret 2021 15:26
Berkerumunan, Gubernur Sumut Suruh Pulang Peserta KLB Sibolangit
Nusantara

Berkerumunan, Gubernur Sumut..

05 Maret 2021 13:32
Bukan Pemulihan Ekonomi, Pinjaman Rp 4,1 Triliun Pemprov Banten Untuk Infrastruktur
Nusantara

Bukan Pemulihan Ekonomi, Pin..

05 Maret 2021 13:27
Tiba Di Batam, Panglima TNI Dan Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi
Nusantara

Tiba Di Batam, Panglima TNI ..

05 Maret 2021 11:11
Enam Laskar FPI Tewas Dan Jadi Tersangka, Din Syamsuddin: Bagus Juga Peradilan Digelar
Nusantara

Enam Laskar FPI Tewas Dan Ja..

05 Maret 2021 10:32
Di Jakarta, Anies Tegaskan Tidak Ada Larangan Main Skateboard Di Trotoar Ibukota
Nusantara

Di Jakarta, Anies Tegaskan T..

05 Maret 2021 03:15