Krisis Air, GKR Hemas Dan Mas Marrel Turun Langsung Droping Air Di Kaliurang

GKR Hemas saat turun langsung meninjau dan droping air di Kaliurang/Net

Meskipun di tengah musim penghujan, sekitar 700-an kepala keluarga (KK) di Kaliurang, Kelurahan Hargobinangun, Kapanewonan Pakem, Kabupaten Sleman, mengalami kesulitan air.

Krisis air yang telah berlangsung sejak sebulan terakhir itu terjadi akibat instalasi pipa air rusak diterjang banjir.

Merespon keluhan sejumlah warga, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas bersama cucunya RM Gusthi Lantika Marrel Suryo Kusumo turun langsung melakukan droping air ke sejumlah tandon komunal di Kaliurang, Jumat kemarin (15/1).

Untuk membantu mengatasi kebutuhan air bersih, Marrel bersama Komunitas Pagar Merapi dan Forum Masyarakat Kaliurang (Formak) membeli air dengan mobil tangki berkapasitas 4.000 liter. Dalam satu hari, setidaknya dibutuhkan 10 tangki air untuk kebutuhan 2.000 jiwa lebih.

"Dari penyampaian warga, sumber air ada, tapi jaringan pipanya rusak, jadi ini adalah solusi jangka pendek sebelum istalasi diperbaiki," ungkap GKR Hemas saat menyaksikan langsung distribusi air di tandon Gardu Pandang Kaliurang.

Menurut Ratu Yogyakarta yang sekaligus anggota DPD RI itu, warga Kaliurang sudah bertahun-tahun mengalami kendala air bersih. Saat musim kemarau, debit air menurun. Sementara, saat musim penghujan, instalasi kerap terseret arus.

"Itu belum kalau ada banjir lahar dingin, instalasi pipa sudah hampir dapat dipastikan akan rusak," imbuh GKR Hemas.

Dukuh Kaliurang Timur, Anggara Daniawan yang turut mendampingi keluarga keraton mengatakan, saat ini sebetulnya kebutuhan air untuk satu pedukuhan masih aman, namun pada saat debit menurun ada 3 RT yang rawan terdampak.

"Ada 90 KK, atau 250-an jiwa yang terancam krisis jika debit menurun," kata Angga.

Menurut Angga, dalam kondisi normal kebutuhan air warganya disuplai dari sejumlah mata air yang ada di lereng Gunung Merapi. Hal itu cukup menguntungkan karena sumber air relatif tidak terancam.

Kondisi berbeda dialami warga Pedukuhan Kaliurang Barat. Warga yang sebagian besar adalah pelaku industri wisata itu mengandalkan mata air yang berada tengah dan bantaran sungai. Padukuhan ini memanfaatkan tiga mata air yang instalasi pipanya melalui jalur lahar Merapi.

Dukuh Kaliurang Barat, Kecuk Sumadi menyatakan, pihaknya selama ini mengandalkan dana swadaya untuk perawatan jaringan. Saat ini, instalasi yang terseret arus belum dapat diperbaiki karena aktifitas Merapi yang sedang tinggi.

"Material untuk perbaikan sudah ada sebagian, tapi ya belum dapat dikerjakan perbaikannya. Saat ini warga mengandalkan droping dari tangki," kata Kecuk.

Menanggapi keluhan warga yang dalam satu tahun dipastikan mengalami 4 bulan krisis air, GKR Hemas menyebut persoalan air tidak hanya mengancam Kaliurang.

Ratu Hemas sempat menyinggung, krisis air juga mengancam sebagian besar masyarakat lereng Merapi akibat lenyapnya mata air sebagai dampak dari penambangan pasir.

Dia menyatakan harus ada upaya untuk melestarikan sumber-sumber air di lereng gunung. Untuk itu, perlu ada peninjauan ulang izin pertambangan pasir dan batuan di wilayah Merapi.

"Ini harus jadi perhatian pemerintah khususnya Pemkab Sleman. Karena sudah terbukti mata air semakin sulit ditemukan akibat aktifitas penambangan pasir yang sembrono," kata GKR Hemas.

Pada prinsipnya, GKR Hemas menyebut dirinya tidak anti penambangan. Namun dia mengaskan, seluruh kegiatan penambangan harus mempertimbangkam keberlangsungan mata air yang sangat dibutuhkan warga.

"Tahun ini beberapa izin pertambangan akan habis, makanya itu momentum tepat untuk penataan ulang. Karena kalau sudah menyangkut air untuk masyarakat kan sangat vital," pungkas Ratu Hemas.

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Polling 24 Tokoh Harapan, bersama Arief Poyuono dan Jerry Massie

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Kunjungan Presiden Jokowi di NTT Undang Kerumunan Massa

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021

Artikel Lainnya

Usai Ungkap 7 Kasus Besar, BNN Musnahkan Ratusan Kilogram Narkoba
Nusantara

Usai Ungkap 7 Kasus Besar, B..

25 Februari 2021 01:31
Karena Dana Bagi Hasil Pajak, Pegawa Non ASN Pemkab Serang Tidak Gajian
Nusantara

Karena Dana Bagi Hasil Pajak..

25 Februari 2021 01:08
JMSI Sumut Lolos Verifikasi Faktual Dewan Pers
Nusantara

JMSI Sumut Lolos Verifikasi ..

24 Februari 2021 23:28
Tekan Curah Hujan Jabodetabek, TNI AU Dan BPPT Modifikasi Cuaca
Nusantara

Tekan Curah Hujan Jabodetabe..

24 Februari 2021 21:18
Ganjar Minta Anggaran Rp 3,19 T Untuk Banjir Pantura Dan Jadi Prioritas Nasional
Nusantara

Ganjar Minta Anggaran Rp 3,1..

24 Februari 2021 20:47
Bikin Akun Tiktok, Wagub DKI: Bukan Untuk Joget-joget
Nusantara

Bikin Akun Tiktok, Wagub DKI..

24 Februari 2021 18:41
Donorkan Darahnya Di PMI, Sylviana Murni: Setetes Darah Kita Sangat Berharga Bagi Yang Membutuhkan
Nusantara

Donorkan Darahnya Di PMI, Sy..

24 Februari 2021 17:14
15 Mobil Warga 'Kampung Miliarder' Masuk Bengkel, Mayoritas Baret Di Bagian Depan Dan Samping
Nusantara

15 Mobil Warga 'Kampung Mili..

24 Februari 2021 16:57