Gubernur Banten Dipastikan Tidak Disuntik Vaksin Sinovac, Ini Alasannya

Gubernur Banten Wahidin Halim/RMOLBanten

Gubernur Banten Wahidin Halim memastikan dirinya tidak akan disuntik vaksin Covid-19 Sinovac buatan China lantaran terbentur dengan faktor usia.

Walau begitu, Wahidin Halim akan menghadiri launching pelaksanaan vaksinasi pada Kamis (4/1) di Pendopo Bupati Kabupaten Tangerang.

Tidak disuntik vaksin Wahidin ini pun menjadi pertanyaan besar seiring masih adanya keraguan masyarakat pada vaksin Sinovac buatan China itu.

Terlebih, dia menerbitkan instruksi untuk para kepala daerah di Banten untuk menjadi gelobang yang pertama disuntik vaksin Covid-19 itu.

"Besok hadir (hari ini), harusnya orang pertama (divaksin), tapi ketentuannya tidak boleh vaksin Sinovac diatas usia 60 Tahun," terang Wahidin Halim dikutip Kantor Berita RMOLBanten, Rabu (13/1).

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti menambahkan, Gubernur Banten rencananya akan divaksin Covid-19 dari Pfizer karena Sinovac sendiri terkendala dengan faktor usia.

"Pfizer rencanaya, Ini nunggu tahapan, belum ada vaksinnya" ujarnya.

Menurut Ati, kegiatan launching vaksinasi untuk pimpinan daerah akan di pusatkan di Pendopo Bupati Kabupaten Tanggerang.

Yang akan di suntik vaksin Covid-19 mulai dari Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkompinda) se-Banten.

"Kepala daerah bersama Forkompinda ditingkat Provinsi, ketua DPRD Provinsi, Kapolda Banten, terus Dandrem sama Kejati Banten," katanya.

Pelaksanaan vaksinasi kata Ati, terdiri dari beberapa tahapan, pendaftaran, screening oleh dokter spesialis, dan vaksinasi.

"Terakhit pemantauan selama 30 menit apakah ada reaksi dengan didampingi tim Komdakipi untuk memantau jalanya apakah terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi atau tidak," ungkapnya

Setelah tahapan pertama vaksin selesai, dikatakan Ati, vaksinasi tahap kesatu, termin dua rencanaya akan dilaksanakan diakhir Januari 2021.

"Sudah bisa pelaksanaan di 6 Kabupaten/Kota lainnya awal Februari 2021," terang Ati.

Disinggung alokasi vaksin tahap pertama masih tersisa ribuan di gudang Farmasi Banten, Ati menegaskan, dosis vaksin yang terisisa sebagai cadangan untuk tenaga medis yang tidak terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Nah yang 2 ribu (dosis vaksin) itu sesuai arahan Kemenkes stock di Gudang Farmasi tujuannya Jika ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di Kemenkes itu dapat digunakan," demikian Ati.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Kasus Covid-19 Menurun, Walikota Tangerang Tetap Ajak Masyarakat Tak Mudik Dulu Tahun Ini
Nusantara

Kasus Covid-19 Menurun, Wali..

20 April 2021 18:29
Kecam Ulah Jozeph Paul Zhang, Ulama Aceh: Harus Ditangkap Dan Dihukum Seberat-beratnya
Nusantara

Kecam Ulah Jozeph Paul Zhang..

20 April 2021 17:52
Cegah Insiden Pengusiran Wartawan Terulang, Ombudsman Sumut Minta Pemkot Medan Lebih Kreatif
Nusantara

Cegah Insiden Pengusiran War..

20 April 2021 17:40
Meningkat Tajam, Ekspor Tanaman Hias Lampung Dari Rp 300 Ribu Menjadi Ro 227,3 Juta
Nusantara

Meningkat Tajam, Ekspor Tana..

20 April 2021 17:36
Lebaran Makin Dekat, Pemkot Medan Didesak Segera Cairkan Bantuan Guru Honorer
Nusantara

Lebaran Makin Dekat, Pemkot ..

20 April 2021 17:11
Tenda Masjid At Tabayyun Diancam Bakal Dibongkar, Warga Muslim TVM Siapkan Perlawanan Hukum
Nusantara

Tenda Masjid At Tabayyun Dia..

20 April 2021 16:54
Tidak Terima Dana Ponpes Dikorupsi, Gubernur Banten: Perbuatan Dzolim, Duit Kiai Dipotong
Nusantara

Tidak Terima Dana Ponpes Dik..

20 April 2021 15:02
Masuk Pancaroba, Masyarakat Perlu Waspada Petir Dan Angin Kencang
Nusantara

Masuk Pancaroba, Masyarakat ..

20 April 2021 13:15