Cara Kerja Chamber, Alat TNI AL Untuk Hindari Kelumpuhan Pasca Menyelam

Mobile Diving Chamber/RMOL

Para penyelam dari TNI AL yang terdiri dari satuan Batalyon Intai Amfibi I Marinir TNI AL, Detasemen Jalamangkara, Komando Pasukan Katak (Kopaska) melakukan penyelaman kering atau mobile diving chamber setelah mencari bagian black box Sriwijaya Air SJ-182 yang belum ditemukan, Rabu (13/1).

Tenaga kesehatan dari Yon Taifib I Marinir TNI AL, Serda APM Nurmansyah menyampaikan, chamber ini penting dilakukan seluruh penyelam untuk mengantisipasi terjadinya masalah pasca penyelaman.

“Kita sebagai orang kesehatan penyelaman sifatnya mendukung para penyelam, baik itu dari Denjaka, Kopaska, mauapun Taifib. Terutama kalau ada trouble di penyelaman dekompresi, baru kita mainkan dengan segera mungkin,” ucap Nurmansyah kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Dia menerangkan, para penyelam yang melakukan chamber ini untuk menghilangkan kadar nitrogen dalam tubuh atau mengalami dekompresi.

“Untuk menghilangkan nitrogen kita bisa pakai chamber, untuk tabelnya kita nitrogen wash out kira-kira 3 atau 18 meter di bawah laut,” katanya.

Bagi penyelam yang mengalami masalah cukup besar berupa dekompresi yang bisa menyebabkan kelumpuhan, maka harus melakukan chamber dengan waktu cukup lama.

Ia menjelaskan, penyelam bisa mengalami kelumpuhan bila terjadi decompression sickness dan langsung menuju ke permukaan dengan cepat. Melalui alat chamber, risiko tersebut bisa dihindari.

"Dengan chamber ini, kita kembali masukkan penyelam ke kedalaman yang sebelumnya penyelam lakukan. Setelah itu baru kita kasih terapi oksigen murni dengan tabel biasanya ada 5 A atau 6 A," katanya.

“Prosesnya bisa sampai 2 jam, tergantung kasusnya. Kalau untuk pembilasan nitrogen saja, kita pakai satu sampai satu jam setengah,” tutupnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

PPKM Jateng Tak Efisien, Ahli: Sanksi Memberatkan Dan Minim Sosialisasi
Nusantara

PPKM Jateng Tak Efisien, Ahl..

23 Januari 2021 01:39
Aksi Nyata KNPI Bantu Korban Bencana Alam Berbuah Apresiasi Kepala BNPB
Nusantara

Aksi Nyata KNPI Bantu Korban..

22 Januari 2021 22:37
Masuk Tahap Transisi Pemulihan, BNPB Berupaya Percepat Pendataan Kerusakan Gempa Sulbar
Nusantara

Masuk Tahap Transisi Pemulih..

22 Januari 2021 22:36
Cegah Sabotase, Pemkot Jakpus Dirikan Pos Keamanan Di Rumah Pompa
Nusantara

Cegah Sabotase, Pemkot Jakpu..

22 Januari 2021 21:32
KKB Tembaki Pos Tatigi Intan Jaya, Dua Prajurit TNI Gugur
Nusantara

KKB Tembaki Pos Tatigi Intan..

22 Januari 2021 21:03
Polisi Selidiki Pasangan Mesum Di Halte Senen
Nusantara

Polisi Selidiki Pasangan Mes..

22 Januari 2021 18:53
Wagub DKI Minta Polisi Usut Dugaan Sabotase Pompa Banjir
Nusantara

Wagub DKI Minta Polisi Usut ..

22 Januari 2021 18:15
KNPI Gandeng Organisasi Kampus Salurkan Bantuan Korban Gempa Majene
Nusantara

KNPI Gandeng Organisasi Kamp..

22 Januari 2021 17:49