Skola Pela, Progam Untuk Menjawab Kesenjangan Pendidikan Anak Di Indonesia

Penandatanganan MoU Yayasan POUK Tomang/Sekolah Samaria dan Yayasan Heka Leka/Ist

Kesenjangan pendidikan masih menjadi persoalan yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Sebab berdasarkan data statistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019, jumlah lulusan SD yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP mencapai 730 ribu anak.

Ada banyak faktor yang menyebabkan tingginya kesenjangan, salah satunya adalah kapasitas tenaga pengajar yang masih terbatas.

Berangkat dari hal itu, Yayasan Pendidikan POUK Tomang/Sekolah Samaria bersama Yayasan Heka Leka di Maluku, embentuk program bernama "Skola Pela", sebuah platform kolaborasi antarsekolah yang melibatkan partisipasi guru untuk saling berbagi meningkatkan kualitas dan kapasitas pengajaran terhadap para murid.

“Adanya program Skola Pela ini jawaban dari pergumulan besar kami dalam usaha meningkatkan mutu pengajaran para murid di provinsi ini,” ujar Kepala Cabang Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen Dr. J.B. Sitanala, Pdt. Mesakh Tomasoa menyambut kehadiran Skola Pela di Jakarta, Kamis (3/12).

SMPK Saparua dipilih menjadi sekolah pertama dalam program Skola Pela. Dalam program ini, para guru SMP Samaria di Jakarta dan SMPK Saparua akan saling berbagi soft-skills secara daring.

Program Skola Pela sendiri sebelumnya telah mendapat dukungan dari Kemendikbud melalui Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Iwan Syahril yang menerima perwakilan Sekolah Samaria dan Heka Leka, Rabu kemarin (2/12).

“Makna nilai 'Pela' dari kebudayaan Maluku mengajarkan tentang persaudaraan yang erat dalam memelihara kehidupan bersama tanpa melihat perbedaan yang ada. Semoga makna ini menjadi semangat mendorong kolaborasi aktif antarsekolah demi meningkatkan mutu dan kapasitas guru di kota dan di daerah,” ujar Iwan Syahril.

Penandatanganan nota kesepahaman/MoU antara Yayasan POUK Tomang/Sekolah Samaria dan Yayasan Heka Leka dilaksanakan digelar di Sekolah Samaria, Tomang, Jakarta, Kamis ini. Penandatangan MoU diawali dengan webinar yang diisi Konsultan Pembelajaran Dirjen GTK, Weilin Han serta para guru Sekolah Samaria dan perwakilan Kemendikbud.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pupuk Subsidi Dipastikan Tidak Langka Di Jabar, Ini Penjelasan Anak Buah Kang Emil
Nusantara

Pupuk Subsidi Dipastikan Tid..

23 Januari 2021 13:44
PGRI: Bagi Sekolah Dan Guru Yang Infastuktur Memadai PJJ Percepat Literasi Digital
Nusantara

PGRI: Bagi Sekolah Dan Guru ..

23 Januari 2021 12:57
Kemendikbud Akui Ada Penurunan Akademis Siswa Saat PJJ
Nusantara

Kemendikbud Akui Ada Penurun..

23 Januari 2021 11:18
KPAI: Ada Korelasi Kondisi Ekonomi Pengaruhi Disparitas PJJ
Nusantara

KPAI: Ada Korelasi Kondisi E..

23 Januari 2021 10:42
Delapan Kecamatan Di Manado Kebanjiran, Tiga Warga Tewas
Nusantara

Delapan Kecamatan Di Manado ..

23 Januari 2021 04:23
PPKM Jateng Tak Efisien, Ahli: Sanksi Memberatkan Dan Minim Sosialisasi
Nusantara

PPKM Jateng Tak Efisien, Ahl..

23 Januari 2021 01:39
Aksi Nyata KNPI Bantu Korban Bencana Alam Berbuah Apresiasi Kepala BNPB
Nusantara

Aksi Nyata KNPI Bantu Korban..

22 Januari 2021 22:37
Masuk Tahap Transisi Pemulihan, BNPB Berupaya Percepat Pendataan Kerusakan Gempa Sulbar
Nusantara

Masuk Tahap Transisi Pemulih..

22 Januari 2021 22:36