Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Bisa Tingkatkan PAD, LaNyalla Dukung Retribusi Zona 12 Mil Laut Diserahkan Ke Pemda

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 16 November 2020, 16:08 WIB
Bisa Tingkatkan PAD, LaNyalla Dukung Retribusi Zona 12 Mil Laut Diserahkan Ke Pemda
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net
rmol news logo Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti adanya perbedaan pendapat antara pemerintah provinsi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait retribusi soal zona mil laut di Sulawesi Utara.

LaNyalla mendukung agar retribusi tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah.

"Masih ada perbedaan pendapat antara Pemprov Sulut dengan Kementerian Perhubungan terkait dengan retribusi dana penggunaan dan atau pemanfaaat wilayah perairan laut dari zona 0 sampai dengan 12 mil laut," ujar LaNyalla saat memberi sambutan dalam FGD, di Kantor Gubernur Sulut, Kota Manado, Senin (16/11).

Dalam diskusi bertajuk "Terwujudnya Kerukunan Umat Beragama Melalui Pilkada 2020 di tengah Pandemi Covid-19" itu, LaNyalla menyinggung surat dari Gubernur Sulut yang mengadukan kepada Ketua DPD terkait hal tersebut.

"Pemprov mendalilkan UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Perda Pemprov Sulut 1/2017 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sulawesi Utara, serta Perda 5/2018 tentang Retribusi Daerah terkait Penggunaan Perairan untuk Bangunan dan Kegiatan lainnya dari 0 sampan dengan 12 mil laut," ucapnya.

Hanya saja dalam praktiknya, retribusi tersebut tidak masuk ke pemprov melainkan ditarik sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. LaNyalla mengkritisinya.

"Padahal, retribusi itu bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," kata LaNyalla.

Menurut senator asal Dapil Jawa Timur itu, persoalan serupa ditemukan di sejumlah provinsi lainnya. LaNyalla menyebut permasalahan seperti ini menjadi catatan DPD.

"Saya menemukan kasus yang sama di Provinsi Kepulauan Riau. Dimana kasus kapal lego jangkar di dalam zona 12 Mil Laut, tetapi mereka tidak membayar retribusi ke daerah. Tetapi langsung ke Kementerian Perhubungan. Ini tentu akan menjadi kajian Komite II di DPD RI dengan Kementerian Perhubungan," tuturnya.

LaNyalla menyadari, dana retribusi yang ditarik ke pusat dari daerah pada akhirnya akan masuk pada alokasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). Meski begitu, DPD tetap mendukung agar retribusi tersebut langsung dikelola oleh pemda.

"DPD RI sebagai wakil daerah wajib memperjuangkan agar pemerintah pusat lebih berpihak kepada daerah penghasil," tegasnya.

LaNyalla memastikan DPD akan menyerap aspirasi daerah dan menyampaikannya kepada pemerintah pusat. Senator dari dapil Sulut juga diharapkan memberi pendampingan untuk masalah ini.

"Karena di situlah tujuan dari lahirnya DPD RI sebagai wakil daerah. Keberpihakan kita kepada daerah adalah ukuran utama keberadaan kita sebagai Senator," kata LaNyalla.

Turut hadir dalam diskusi itu, Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni. FGD juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Utara, dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sulawesi Utara. Salah satu pemateri dalam FGD tersebut adalah senator asal Sulut Djafar Alkatiri. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA