Begal Sepeda Masih Marak, Komunitas B2W Minta Pemerintah Bentuk Badan Keselamatan Lalu Lintas

Ilustrasi/Net

Aksi kejahatan begal sepeda di Jakarta kian meresahkan. Sebab, korban-korban masih terus berjatuhan. Kerugian materi dan luka-luka dialami oleh para pesepeda yang dibegal.

Umumnya, para penjahat mengincar pesepeda yang menggowes sendiri atau yang sedang terpisah dari rombongan.

Penjahat mengincar barang berharga milik pesepeda seperti ponsel. Korban mulai dari warga biasa, artis, hingga perwira TNI.

Terakhir, Kolonel TNI Ridwan Gultom menjadi korban pembegalan pada Sabtu pagi (14/11). Pelakunya berjumlah dua orang yang berboncengan satu sepeda motor.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komunitas Bike to Work (B2W), Poetoet Soedarjanto mengatakan, Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia membutuhkan jalur sepeda yang ramah.

Menurutnya, jalan raya bukan hanya diperuntukkan bagi pengendara kendaraan bermotor tapi juga bagi masyarakat yang berada di sekitarnya seperti pejalan kaki dan pesepeda.

"Kami sampaikan bagaimana kita bisa membuat bersama-sama, gotong royong membuat kota ini ramah untuk manusia bukan mesin," kata Poetoet saat dihubungi Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (14/11).

Soal keselamatan pesepeda dan pengguna jalan lainnnya saat beraktivitas di jalan raya, Poetoet mengusulkan agar dibentuk badan khusus keselamatan lalu lintas.

"Khusus narkoba sudah ada BNN, bencana ada BNPB. Nah soal keselamatan lalu lintas kan belum ada," katanya.

Soal pencegahan begal sepeda, Poetoet mengungkapkan, jika bersepeda sebagai olahraga atau berekreasi, tentu pengguna sepeda bisa memilih jalan yang aman serta waktu yang tepat.

Ia lantas memberikan tips demi keamanan agar pesepeda jangan menunjukkan barang berharga serta pastikan untuk tidak bersepeda sendirian.

"Jangan menunjukkan kita membawa sesuatu benda yang berharga. Kalaupun kita membawa, ya pintar-pintar kita menyembunyikan. Yang kedua adalah mungkin kita cari teman untuk berangkat pulang pergi kantor," ujarnya.

Poetoet menambahkan, pilihan waktu bersepeda jadi sangat penting, khususnya bagi mereka yang menggunakan sepeda sebagai olahraga dan berekreasi.

"Kapan kita harus berolahraga dan berekreasi. Ya hindarkan dari jam-jam yang rawan," tutupnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Melonguane Diguncang Gempa Magnitudo 7,1, Terasa Hingga Halmahera Utara
Nusantara

Melonguane Diguncang Gempa M..

21 Januari 2021 19:53
Gibran-Teguh Resmi Pimpin Kota Solo
Nusantara

Gibran-Teguh Resmi Pimpin Ko..

21 Januari 2021 19:42
Pedagang Sapi Mogok Massal, Wagub Banten Lemparkan Ke Pemerintah Pusat
Nusantara

Pedagang Sapi Mogok Massal, ..

21 Januari 2021 19:23
Begini Penjelasan Rumah Pompa Banjir Jakarta Yang Diduga Disabotase
Nusantara

Begini Penjelasan Rumah Pomp..

21 Januari 2021 19:11
Banjir Bandang Paniai, Prajurit TNI Diinstruksikan Turun Membantu Masyarakat
Nusantara

Banjir Bandang Paniai, Praju..

21 Januari 2021 19:06
Berjibaku Dengan Banjir, PLN Berhasil Nyalakan Listrik Di Kawasan Terdampak Banjir Di Kalbar
Nusantara

Berjibaku Dengan Banjir, PLN..

21 Januari 2021 18:42
Mamuju Dan Majene Berangsur Pulih Pasca Gempa M 6,2
Nusantara

Mamuju Dan Majene Berangsur ..

21 Januari 2021 18:12
Demo Kementerian LHK Dan KPK, Massa Desak Kasus Perambahan Hutan Sumut Dituntaskan
Nusantara

Demo Kementerian LHK Dan KPK..

21 Januari 2021 17:31