Wagub DKI Jakarta Berani Kutuk Pernyataan Emmanuel Macron Soal Karikatur Nabi Muhammad

Wagub DKI Ahmad Riza Patria/Net

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria alias Ariza mengecam sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron sehubungan dengan karikatur Nabi Muhammad yang terbit di majalah Charlie Hebdo.

Ariza menilai, pernyataan Emmanuel yang mengatasnamakan kebebasan berpendapat tidak dapat dibenarkan.

"Saya Ahmad Riza Patria mengecam keras dan menentang sampai kapan pun sikap Presiden Prancis yang membolehkan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW maupun agama lain dengan alasan kebebasan berpendapat," kata Ariza melalui video yang diunggah via akun Instagram @bangariza yang dikutip redaksi, Jumat (5/11).

Menurut Ariza, penghinaan terhadap Nabi Muhammad tak bisa disebut sebagai kebebasan berpendapat. Hal ini juga berlaku untuk penghinaan terhadap simbol agama lain.

Politikus Partai Gerindra ini menyampaikan, jika belajar dari sejarah, perang bisa disebabkan karena perkataan seorang pemimpin yang berpikiran sempit.

Namun, perdamaian akan terjaga dengan perkataan pemimpin yang berpikiran luas.

"Kita pasti akan mati, hidup ini sebentar sekali, jangan sampai kita mewarisi kebencian dan budaya saling menghina agama kepada anak-anak kita di seluruh dunia yang kita sayangi," kata Ariza.

"Di Indonesia juga ada kebebasan pers, namun pers di negeri kami tidak pernah menghina para Nabi dari agama apapun," tegas Ariza.

Diketahui, Prancis kembali memperbolehkan Charlie Hebdo untuk menerbitkan karikatur Nabi Muhammad yang juga memicu aksi teror pada 2015 itu.

Hal itu untuk menunjukkan semangat solidaritas atas kasus guru di Prancis, Samuel Paty sekaligus menunjukkan adanya kebebasan berpendapat di Prancis.

Di saat bersamaan, Presiden Emmanuel Macron menyatakan bahwa ada ancaman Islam radikal terhadap nilai-nilai sekuler di Prancis.

Menurutnya, hal itu adalah hasil krisis di komunitas Muslim.

Oleh karenanya, ia akan bertindak lebih tegas terhadap komunitas-komunitas Muslim yang dirasa radikal, termasuk menutup masjid yang melindungi mereka.

Aksi Macron dan Charlie Hebdo sontak menimbulkan kemarahan dari umat Muslim. Keduanya dianggap semena-mena.

Aksi boikot produk Prancis terjadi di mana-mana sebagai dampaknya. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan sampai mengatakan bahwa kejiwaan Macron perlu diperiksakan.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Melonguane Diguncang Gempa Magnitudo 7,1, Terasa Hingga Halmahera Utara
Nusantara

Melonguane Diguncang Gempa M..

21 Januari 2021 19:53
Gibran-Teguh Resmi Pimpin Kota Solo
Nusantara

Gibran-Teguh Resmi Pimpin Ko..

21 Januari 2021 19:42
Pedagang Sapi Mogok Massal, Wagub Banten Lemparkan Ke Pemerintah Pusat
Nusantara

Pedagang Sapi Mogok Massal, ..

21 Januari 2021 19:23
Begini Penjelasan Rumah Pompa Banjir Jakarta Yang Diduga Disabotase
Nusantara

Begini Penjelasan Rumah Pomp..

21 Januari 2021 19:11
Banjir Bandang Paniai, Prajurit TNI Diinstruksikan Turun Membantu Masyarakat
Nusantara

Banjir Bandang Paniai, Praju..

21 Januari 2021 19:06
Berjibaku Dengan Banjir, PLN Berhasil Nyalakan Listrik Di Kawasan Terdampak Banjir Di Kalbar
Nusantara

Berjibaku Dengan Banjir, PLN..

21 Januari 2021 18:42
Mamuju Dan Majene Berangsur Pulih Pasca Gempa M 6,2
Nusantara

Mamuju Dan Majene Berangsur ..

21 Januari 2021 18:12
Demo Kementerian LHK Dan KPK, Massa Desak Kasus Perambahan Hutan Sumut Dituntaskan
Nusantara

Demo Kementerian LHK Dan KPK..

21 Januari 2021 17:31