Diduga Pelayanan Lalai, Pasien Perawatan Puskesmas Limau Meninggal

Puskesmas Rawat Inap Limau/Ist

Puskesmas Rawat Inap Limau, Kabupaten Tanggamus diduga lalai dan kurang maksimal saat memberikan perawatan pada pasien Nica Nawacita asal Dusun Padangmanis Pekon Pekonampai.

Akibatnya, pasien meninggal dunia dalam perjalanan saat dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Husada (RSMH) Pringsewu.

Melalui sambungan telpon, Rekiyansyah sepupu almarhum menjelaskan, sekira pukul 04.30 WIB, Selasa (27/10) keluarga membawa almarhum ke Puskesmas Antarbrak Kecamatan Limau, untuk meminta surat rujukan ke RSMH Pringsewu.

Keluhannya, sakit paru-paru dan sesak nafas.

Oleh perawat yang bertugas saat itu, keluarga diminta menungu dokter yang bertugas datang.

“Sekira jam 09.00 WIB dokter yang biasa bertugas disana datang, namun belum juga memberikan surat rujukan, sementara pasien di puskesmas pasien hanya dirawat seadanya tanpa oksigen untuk membantu pernapasan," jelas Rekiyansyah kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (30/10).

Menurut dia, melihat kondisi pasien sangat darurat dan atas desakan keluarga, barulah puskesmas merujuk pasien untuk dilakukan perawatan di RSMH menggunakan ambulans puskesmas setempat pada Selasa sore.

"Meski dibawa ambulans puskesmas dan dipasang infus, tapi tidak dipasang oksigen bantuan pernafasan yang semestinya digunakan untuk pasien dengan keluhan sesak nafas, apalagi perjalanan ke rumah sakit yang dituju sangat jauh dengan kondisi jalan yang rusak parah, sekira jam 09.00 WIB Selasa malam, pasien meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Mitra Husada," keluhnya.

Dia mengatakan, almarhum meninggal dunia diduga karena kelalaian dan kurang tanggapnya pihak puskesmas dalam penanganan pasien.

"Karenanya saya berharap kepada pemkab, dalam hal ini Dinas Kesehatan, untuk mengevaluasi sistem penanganan pasien dan kinerja petugas di Puskesmas Antarbrak Limau, karena memang sudah banyak masyarakat yang mengeluhkan buruknya penanganan dan perawatan di sana," harapnya.

Redaksi mencoba menghubungi Kepala Unit Pelaksana Teknik (KUPT) Puskeskemas Antarbrak Limau, Popy Eliza, namun tidak aktif. Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi darinya.

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Terpilih Sebagai Wakil Ketua C40 Cities, Anies Baswedan Akan Memberi Arahan Strategis Pemulihan Ekonomi Kota Akibat Pandemi
Nusantara

Terpilih Sebagai Wakil Ketua..

05 Desember 2020 13:39
Jadi Jurkam ESA, Waketum AMPG Optimis Bengkalis Akan Jauh Lebih Baik
Nusantara

Jadi Jurkam ESA, Waketum AMP..

05 Desember 2020 13:18
PPK Kemayoran Komitmen Rawat 3 Relief Bandara Jejak Sejarah Penerbangan Indonesia
Nusantara

PPK Kemayoran Komitmen Rawat..

05 Desember 2020 10:17
Doni Monardo Kunjungi Kawasan Konservasi Nusakambangan, Pastikan Ekosistem Alam Terjaga
Nusantara

Doni Monardo Kunjungi Kawasa..

05 Desember 2020 10:10
Proyek Menantu Jokowi Pernah Bikin Warga Sukabumi Banjir Lumpur, Don Adam: Lalu Mau Kau Pindahkan Ke Medan?
Nusantara

Proyek Menantu Jokowi Pernah..

05 Desember 2020 09:55
Zubairi Djoerban: Jangan Sampai Polarisasi Merugikan Penanganan Covid-19!
Nusantara

Zubairi Djoerban: Jangan Sam..

05 Desember 2020 09:12
Gories Mere Dan Karni Ilyas Tidak Terkait Dengan Kasus Jual Beli Tanah Di Labuan Bajo
Nusantara

Gories Mere Dan Karni Ilyas ..

05 Desember 2020 05:37
Habib Umar Al Hamid Minta Pemerintah Cermati Seruan Dialog Habib Rizieq
Nusantara

Habib Umar Al Hamid Minta Pe..

04 Desember 2020 19:10