Diduga Korupsi ADD, Oknum Bendahara Desa Diamankan Polres Serang Kota

Ilustrasi/Net

Satreskrim Polres Serang mengamankan Bendahara Desa Kadu Beureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, berinisial NH.

NH ditahan karena tersangkut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran dana desa (ADD) dan bantuan Covid-19 untuk masyarakat dengan nilai Rp 570.250.000.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Edy Sumardi menyampaikan, dana yang seharusnya berada di rekening desa justru dipindahkan ke rekening pribadi NH.

"Kasus ini berawal pada tanggal 2 Oktober 2020, di kantor Desa Kadu Bereum telah dilakukan print out terhadap rekening kas Desa Kadu Bereum dan didapati bahwa uang/saldo pada rekening kas desa tersebut hanya tinggal Rp290.665,- yang seharusnya ada Rp 570.540.665," kata Edy di ruang kerjanya, Jumat (23/10), seperti disiarkan Kantor Berita RMOLBanten.

Lebih lanjut Edy menjelaskan kasus ini diketahui pada saat waktu pembayaran honor perangkat desa tidak dibayarkan sejak bulan Juni 2020.

Bahkan, tersangka sudah tidak masuk kantor lagi untuk menyembunyikan.

"Kecurigaan penyelewengan terbukti setelah perangkat desa melakukan pengecekan rekening. Ternyata, dana desa itu di transfer ke rekening pribadi tersangka untuk kepentingan pribadinya, transfer ke rekening pribadi secara bertahap sebanyak sekitar 25 kali transfer tanpa seizin dan sepengetahuan pj. Kepala Desa Kadu Bereum," tegasnya.

Edy menyampaikan, uang tersebut dipergunakan oleh terlapor untuk modal trading saham (forex) serta sebagian uang dari anggaran desa tersebut dipergunakan untuk membayar hutang pribadi terlapor.

"Dana Desa Rp 570.250.000 yang dikorupsi ini merupakan anggaran desa terkait infrastruktur desa, pembayaran honor RT, pembayaran gaji aparat desa selama tiga bulan dan bantuan Covid-19," ungkapnya.

Edy menambahkan dari aparat desa, kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Serang Kota untuk ditindaklanjuti.

Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah di tahan di Polres Serang Kota.

"Berdasarkan alat bukti berupa buku rekening termasuk rekening koran, serta pemeriksaan saksi-saksi baik perangkat desa dan kecamatan. Yang bersangkutan kita kenakan pasal 2, 3 dan 8 tentang Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," ujar Edy.

Edy berpesan kepada para pejabat untuk tidak tergoda korupsi karena sanksi berupa tindakan tegas sudah menunggu.

"Mari bekerja dengan hati dengan sepenuh jiwa dan kejujuran jangan sekali-kali mencoba korupsi, karena sanksi tegas akan menunggu," tutup Edy.

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Anies-Ariza Positif Covid-19, DPRD DKI: Pelajaran Agar Tidak Remehkan Corona
Nusantara

Anies-Ariza Positif Covid-19..

01 Desember 2020 16:56
Beda Dengan Anies, Gubernur Riau Langsung Dirawat Usai Dinyatakan Positif Covid-19
Nusantara

Beda Dengan Anies, Gubernur ..

01 Desember 2020 16:11
Lakukan Evaluasi, Ganjar Pranowo: Sekolah Tatap Muka Tidak Bisa Dilakukan Serempak
Nusantara

Lakukan Evaluasi, Ganjar Pra..

01 Desember 2020 13:46
Doakan Kesembuhan Anies, Zita Anjani: Syafakillah, DKI Needs You
Nusantara

Doakan Kesembuhan Anies, Zit..

01 Desember 2020 12:35
Cegah Sebaran Covid-19 Klaster Perumahan, BIN Gelar Swab Test Di Taman Rafflesia Bekasi
Nusantara

Cegah Sebaran Covid-19 Klast..

01 Desember 2020 12:19
Isolasi Mandiri, Anies Baswedan Berpesan Kepada Jajaran Pemprov Agar Tetap Giat Bekerja
Nusantara

Isolasi Mandiri, Anies Baswe..

01 Desember 2020 11:23
Positif Covid-19, Anies Tetap Bekerja Dan Pimpin Rapat Secara Virtual
Nusantara

Positif Covid-19, Anies Teta..

01 Desember 2020 11:10
Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Gubernur Anies Baswedan Akan Menjalani Isolasi Mandiri
Nusantara

Positif Covid-19 Tanpa Gejal..

01 Desember 2020 10:40