Kunjungi Polda Metro, Adian Napitupulu Sesalkan Kekerasan Terhadap Wartawan

Adian Napitupulu di Mapolda Metro Jaya/Ist

Anggota Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu menyambangi Mapolda Metro Jaya untuk melihat demonstran yang ditangkap oleh Polda Metro jaya saat aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. 1.192 orang diamankan salah satunya merupakan seorang wartawan.

"Bahwa tugas saya memastikan bahwa semua proses penahanan, penangkapan, interogasi dan sebagainya harus seusai dengan prosedur hukum," kata Adian di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/10).

Kemudian, sambung politisi asal PDIP itu, semua orang yang ditahan harus mendapatkan pendampingan hukum. Adian menekankan, polisi juga harus bisa memastikan semua orang yang ditangkap terbebas dari penularan Covid-19.

"Jadi saya ikut melihat proses rapidnya satu persatu segala macam untuk memastikan jangan sampai ada satu orang yang kena Covid lalu semuanya yang ketangkap tertular," tandasnya.

Mantan aktivis mahasiswa 1998 itu mengecam penangkapan dan tindak kekerasan aparat Kepolisian terhadap wartawan yang meliput aksi demontrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Ia menegaskan, kejadian ini jangan sampai terulang.

"Menurut saya hal-hal seperti ini berikutnya tidak boleh terulang," tekannya.

Jika kemudian terbukti aparat Kepolisian melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan, maka dirinya menyarankan untuk membawanya ke proses hukum melalui prapreadilan.

"Kalau kemudian misalnya terbukti ada unsur kekerasan dan sebagainya bisa saja dipraperadilankan, banyak cara. Tapi menurut saya itu proses nanti ya tergantung temen-temen apakah harus dilanjutkan dan sebagainya," pungkas Adian.

Seperti diketahui, wartawan Merahputih.com atas nama Ponco Sulaksono, ditangkap aparat Kepolisian saat tengah melakukan tugas jurnalistik di tengah aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Gambir, Jakarta Pusat yang hingga kini masih ditahan.
Fotografer suara.com, Peter Rotti,  Thohirin dari cnnindonesia.com juga mendapat tindak kekerasan aparat. Peter Rotti diketahui tengah melakukan peliputan di daerah Thamrin. Ia merekam tindakan polisi yang diduga mengeroyok demonstrasi.

Sehingga, seorang polisi yang diduga Brimob menghampiri dan meminta kamera Peter. Peter pun menolak, dan polisi tersebut lantas merampas kamera Peter.

Peter juga mendapatkan perlakukan kekerasan, seperti dipukul, ditendang oleh gerombolan Brimob. Kamera Peter pun dikembalikan, namun kartu memori penyimpanan gambar diambil oleh Brimob tersebut







EDITOR: IDHAM ANHARI

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

32 Pengawas TPS Reaktif Covid-19, Bawaslu Minta Saksi Dirapid Test
Nusantara

32 Pengawas TPS Reaktif Covi..

02 Desember 2020 04:44
854 Surat Suara Rusak, KPU Tangsel Bakal Musnahkan H-1 Pencoblosan
Nusantara

854 Surat Suara Rusak, KPU T..

02 Desember 2020 04:23
Tidak Bisa Bayar Biaya RS, Keluarga Pasien Diminta Tandatangani Positif Covid-19
Nusantara

Tidak Bisa Bayar Biaya RS, K..

02 Desember 2020 03:55
Walikota Salatiga Ingatkan Dokter ASN Tak 'Ngamen' Lama-lama Di RS Swasta
Nusantara

Walikota Salatiga Ingatkan D..

02 Desember 2020 02:52
Ada Penambahan Kasus Positif Dan Meninggal, Tangerang Selatan Kembali Jadi Zona Merah Covid-19
Nusantara

Ada Penambahan Kasus Positif..

02 Desember 2020 01:29
Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Kutuk Teror Pembunuhan Di Sigi
Nusantara

Ikatan Sarjana Katolik Indon..

02 Desember 2020 01:02
Positif Covid-19, Wagub DKI: Doa-doa Orang Terdekat Jadi Penyemangat Saya
Nusantara

Positif Covid-19, Wagub DKI:..

02 Desember 2020 00:00
Pemerintah Pangkas 3 Hari Libur Akhir Tahun, Ini Rincian Tanggalnya
Nusantara

Pemerintah Pangkas 3 Hari Li..

01 Desember 2020 23:09