MUI Pusat: Pengetatan Protokol Kesehatan Di Pilkada Masih Jauh Panggang Dari Api

Sekjen MUI Pusat, Anwar Abbas/Net

Pemerintah dan stakeholder terkait diharapkan meninjau ulang pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020. Sebab, angka kasus Covid-19 di tanah air masih mengalami peningkatan yang cukup mengkhawatirkan.

Ditakutkan, jika pilkada tetap digelar di tengah pandemi akan menjadi kluster baru penyebaran virus corona. Dengan begitu, harus ada pihak yang siap untuk dimintai pertanggungjawaban.

Demikian disampaikan Sekjen MUI Pusat, Anwar Abbas dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (2/10).

"Pemerintah dan KPU hendaknya meninjau ulang waktu pelaksanaan pilkada ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Dan pihak pemerintah serta penyelenggara pilkada tidak usah merasa malu untuk menunda, karena sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tidak berguna," ujar Anwar Abbas.

Menurut Anwar Abbas, meskipun pengetatan protokol kesehatan dilakukan, namun fakta di lapangan justru tidak berbanding lurus.

"Bak kata pepatah, masih jauh panggang dari api," sesalnya.

Anwar Abbas menambahkan, dia sepakat bahwa pilkada adalah tanggung jawab bersama. Tapi tugas negara dan pemerintah seperti yang diamanatkan oleh konstitusi adalah melindungi rakyatnya.

"Kita tidak bisa terima penyelenggara berlindung di balik kata-kata tersebut sehingga bila terjadi musibah dan malapetaka maka tidak ada yang bisa dituntut karena pilkada ini adalah tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

"Oleh karena itu kalau nanti faktanya di lapangan memang terjadi ledakan penyebaran virus secara luas dan massif sehingga banyak warga masyarakat yang sakit dan meninggal dunia maka pertanyaannya seperti apa bentuk pertanggung jawaban yang akan ditanggung dan akan dipikul oleh pemerintah dan pihak penyelenggara?" sambungnya.

Kalau itu sampai terjadi, lanjut Anwar Abbas, apakah cukup mereka menyampaikan permintaan maaf saja kepada rakyat luas.

"Atau mereka harus diseret ke meja hijau untuk mempertanggung jawabkan keputusan dan perbuatannya?" tutupnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Miris, Guru-guru Swasta Di Madura Digaji Hanya Rp 300 Ribu
Nusantara

Miris, Guru-guru Swasta Di M..

04 Maret 2021 07:58
Polisi Diminta Serius Usut Kasus Dugaan Korupsi Di Sulsel
Nusantara

Polisi Diminta Serius Usut K..

04 Maret 2021 04:38
Khofifah Instruksikan Bupati Walikota Blitar Bedah Pengembangan Selingkar Wilis Lintas Selatan
Nusantara

Khofifah Instruksikan Bupati..

04 Maret 2021 03:12
Minta Aspek Pencegahan Dan Mitigasi Bencana Diutamakan, Jokowi: Jangan Pas Ada Bencana Ribut
Nusantara

Minta Aspek Pencegahan Dan M..

03 Maret 2021 21:15
Puluhan Anggota DPRD Banten Gagal Divaksin, Ini Sebabnya
Nusantara

Puluhan Anggota DPRD Banten ..

03 Maret 2021 20:36
Luar Biasa, Istri KSAD Andika Beri Perhatian Ke Adik Kandung Pekerja Bangunan Di Mabes AD
Nusantara

Luar Biasa, Istri KSAD Andik..

03 Maret 2021 19:47
Andri Singkarru: Recovery Pasca Bencana Harus Jadi Skala Prioritas Pemda
Nusantara

Andri Singkarru: Recovery Pa..

03 Maret 2021 17:20
PKS Tuntut Prasetio Segera Respon Usulan Anies Lepas Saham Bir
Nusantara

PKS Tuntut Prasetio Segera R..

03 Maret 2021 16:38