Farah.ID
Farah.ID

Survei BPS, Inflasi Jakarta Peringkat Ke-31

LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Kamis, 01 Oktober 2020, 17:28 WIB
Survei BPS, Inflasi Jakarta Peringkat Ke-31
Ilustrasi Jakarta/Net
DKI Jakarta menduduki peringkat inflasi ke-31 berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS DKI, Buyung Airlangga menyampaikan, dari 90 kota yang disurvei, 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi.

"Dari 34 kota yang mengalami inflasi itu, DKI Jakarta menempati urutan ke-31," ujar Buyung saat merilis hasil survei melalui siaran YouTube BPS DKI Jakarta, Kamis (1/10).

Ia menjelaskan, ada tiga hal yang dalam melihat besaran inflasi di Ibukota, yaitu secara bulanan, kumulatif, dan tahunan.

Menurut Buyung, selama bulan Agustus hingga September 2020 inflasi di Jakarta sebesar 0,02 persen. Namun bila dilihat secara kumulatif dari bulan Desember 2019 hingga September 2020, jumlah inflasi di Ibukota sebesar 1,05 persen.

"Bila kita lihat year on year (tahunan), antara September 2019 sampai september 2020, inflasi DKI Jakarta 1,76 persen. Inilah perkiraan data inflasi bulan September yang kami lihat dalam tiga frame waktu berbeda, bulan ke bulan, kumulatif, dan tahunan," cetusnya.

Lebih lanjut Buyung mengungkapkan, dari 4 kota yang mengelilingi Jakarta yaitu Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang, masing-masing mengalami inflasi dan deflasi.

Untuk Depok mengalami Inflasi sebesar 0,02 persen, Bogor 0,11 persen. Sedang dua kota lainnya yang mengalami deflasi Tangerang -0,07 persen, dan Bekasi -0,03 persen.

Buyung membeberkan penyumbang inflasi di Jakarta berasal dari tiga komoditi, yang meliputi kenaikan iuran perguruan tinggi, kemudian naiknya harga emas dan perhiasan, dan kelangkaan bawang putih di pasaran.

"Pertama adalah iuran untuk perguruan tinggi yang naik sebesar 0,11 persen, kemudian perhiasan dan emas naik 0,03 persen, dan bawang putih 0,01 persen. Itu lah 3 komoditi yang menyumbang inflasi tertinggi," pungkasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA