Dikaji Komprehensif Dan Libatkan Pakar, Komisi V Apresiasi Permenhub Keselamatan Pesepeda

Pesepeda di ibukota Jakarta/Net

Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Irjen Pol. Budi Setyadi menyebutkan, Permenhub Nomor 59 tentang Keselamatan Pesepeda telah dikaji secara komprehensif dan melibatkan pakar. 

"kehadiran peraturan ini bukan tiba-tiba. Kami sudah melibatkan beragam stakeholder dan berbasis data," kata Budi Setyadi secara virtual dalam acara Ngobrol, Selasa (29/9).

Salah satu data yang mencengangkan diakui Budi Setyadi adalah jumlah kecelakaan yang mengakibatkan hingga kematian di kalangan goweser.

"Ini jika dibiarkan akan semakin mengkawatirkan, kita jelas perlu regulasi untuk keselamatan publik. Karena pengguna sepeda hari ini sudah bukan menjadi life style tapi kebutuhan," katanya.

Dalam kesempatan itupun, Budi Setyadi kembali menegaskan Permen yang ditandatangani Budi Karya sebagi Menteri Perhubungan sebagai pelindung tidak hanya pengguna sepeda juga pengguna jalan lainnya.

"Peraturan ini harus dilihat secara komprehensif. Jangan salah tafsir dulu. Kehadiran peraturan ini untuk keselamatan pengguna sepeda dan pengguna jalan lainnya," kata Budi Setyadi.

Dia memaparkan tingginya data kecelakaan pengguna sepeda. "Kita tidak menghendaki sepeda sebagai salah satu olah raga yang tengah digandrungi masyarakat justru membahayakan nyawa diri dan orang lain," tandasnya.

Senada dengan itu, anggota Komisi V DPR, Neng Eem Marhamah Zulfahiz mengaku Permenhub tersebut sangat positif.

"Kita kan bicara pengguna sepeda yang semakin banyak, bukan satu dua orang. Memang sudah perlu adanya peraturan yang mengatur, apalagi demi keselamatan. Permen ini sudah pas momennya," ungkap legislator perempuan PKB itu.

Percepatan fasilitas bagi pengguna sepeda kata Neng Eem juga harus segera dilakukan. Misalkan adanya lahan parkir yang aman dari pencurian.

"Saya kira kekhawatiran pengguna sepeda kan soal keamanan sepedanya," tegas Neng Eem.

Lain halnya dengan pengamat kebijakan publik, Miftahul Adib. Selain memastikan adanya hak bagi pengguna sepeda dan memunculkan ketertiban dan keselamatan, namun juga harus didorong sebagai alat transfortasi ramah lingkungan.

"Ini momentum revolusi bersepeda. Artinya pemangku kepentingan harus aware, bawah masyarakat semakin gemar bersepeda bukan sekedar sebagai gaya hidup tapi bisa didorong menjadi alat trasfortasi ramah lingkungan di tengah pemerintah ribut soal subsidi BBM," ujar Adib.

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

32 Pengawas TPS Reaktif Covid-19, Bawaslu Minta Saksi Dirapid Test
Nusantara

32 Pengawas TPS Reaktif Covi..

02 Desember 2020 04:44
854 Surat Suara Rusak, KPU Tangsel Bakal Musnahkan H-1 Pencoblosan
Nusantara

854 Surat Suara Rusak, KPU T..

02 Desember 2020 04:23
Tidak Bisa Bayar Biaya RS, Keluarga Pasien Diminta Tandatangani Positif Covid-19
Nusantara

Tidak Bisa Bayar Biaya RS, K..

02 Desember 2020 03:55
Walikota Salatiga Ingatkan Dokter ASN Tak 'Ngamen' Lama-lama Di RS Swasta
Nusantara

Walikota Salatiga Ingatkan D..

02 Desember 2020 02:52
Ada Penambahan Kasus Positif Dan Meninggal, Tangerang Selatan Kembali Jadi Zona Merah Covid-19
Nusantara

Ada Penambahan Kasus Positif..

02 Desember 2020 01:29
Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Kutuk Teror Pembunuhan Di Sigi
Nusantara

Ikatan Sarjana Katolik Indon..

02 Desember 2020 01:02
Positif Covid-19, Wagub DKI: Doa-doa Orang Terdekat Jadi Penyemangat Saya
Nusantara

Positif Covid-19, Wagub DKI:..

02 Desember 2020 00:00
Pemerintah Pangkas 3 Hari Libur Akhir Tahun, Ini Rincian Tanggalnya
Nusantara

Pemerintah Pangkas 3 Hari Li..

01 Desember 2020 23:09