Pengacara: Tidak Ada Keonaran Dan Kegaduhan Dengan Hadirnya Keraton Agung Sejagat

Pengacara Keraton Agung Sejagat, Ahmad Fitrian/Net

Tidak ada keonaran dan kegaduhan dengan hadirnya Keraton Agung Sejagat ditengah masyarakat Purworejo, Jawa Tengah.

Begitu kata pengacara Keraton Agung Sejagat, Ahmad Fitrian saat menjadi narasumber di acara diskusi virtual Tanya Jawab Cak Ulung bertajuk "Apa Kabar Keraton Agung Sejagat", Kamis (17/9).

Menurut Fitrian, tidak ada kegaduhan dengan adanya Keraton Agung Sejagat seperti alasan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan di Pengadilan Negeri Purworejo dengan terdakwa Toto Santoso (43) dan Fani Aminadia (42) yang telah divonis.

"Kalau bicara keonaran pasti ada sesuatu kehebohan, kegaduhan. Faktanya tidak ada kegaduhan, siapa yang merasa terganggu? Kami juga bertanya-tanya itu, ini siapa yang terganggu?" ujar Fitrian.

Namun demikian, kata Fitrian, saksi yang dihadirkan JPU mengaku terganggu dengan adanya Keraton Agung Sejagat lantaran adanya asap-asap dari dupa di saat ritual keraton.

"Alasannya itu saja, dan tidak banyak," katanya.

Fitrian pun merasa janggal, karena seharusnya jika memang merasa terganggu, saksi tersebut mengadukan sejak awal kepada tokoh baik RT maupun RW setempat dan dipertemukan dengan pengurus Keraton Agung Sejagat mengatasi keluhan tersebut.

"Terungkap setelah ada penangkapan, kalau masyarakat terganggu tentunya dilaporkan ke RT/RW dan kita dipanggil disampaikan, tapi ini setelah menjadi viral dan dibawa ke hukum baru merasa terganggu, terkesan penyidik mencari siapa yang merasa terganggu," jelasnya.

Bahkan kata Fitrian, Majelis Hakim PN Purworejo yang mengadili perkara ini pun tidak melihat sisi pledoi dari pihaknya maupun dari terdakwa.

"Kalau saya melihat Majelis tidak melihat isi dari pledoi yang kita sampaikan, hanya melihat dari satu sisi, dari sisi JPU saja, salah satunya adalah saat wilujengan disampaikan tidak ada aparat, padahal ada, kami sampaikan foto-fotonya, kalau ini membuat keonaran ya bubarkan harusnya," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Perkiraan Ridwan Kamil: Covid-19 Akan Berakhir Pada Tahun 2022
Nusantara

Perkiraan Ridwan Kamil: Covi..

23 Oktober 2020 00:31
AMPG Lampung Rayakan HUT Ke-56 Partai Golkar Dengan Donor Darah
Nusantara

AMPG Lampung Rayakan HUT Ke-..

22 Oktober 2020 23:55
Gandeng MUI, Pemkab Purwakarta Keluarkan Surat Edaran Protokol Kesehatan Di Saat Cuti Bersama
Nusantara

Gandeng MUI, Pemkab Purwakar..

22 Oktober 2020 22:32
Penjelasan Ridwan Kamil Soal Kerumitan Vaksinasi Covid-19
Nusantara

Penjelasan Ridwan Kamil Soal..

22 Oktober 2020 20:50
Dikabarkan Tak Naik, Wagub Ariza Pastikan Belum Ada Pembahasan UMP 2021
Nusantara

Dikabarkan Tak Naik, Wagub A..

22 Oktober 2020 20:27
Polemik Pemblokiran Lahan, BPN Pesawaran Tunggu Vonis Pengadilan
Nusantara

Polemik Pemblokiran Lahan, B..

22 Oktober 2020 20:23
464 Napi Narkoba Vonis Mati Dipindahkan ke Nusakembangan
Nusantara

464 Napi Narkoba Vonis Mati ..

22 Oktober 2020 19:10
Bertambah 1.160 Kasus Corona, Pasien Sembuh Ibukota Jadi 83.338 Orang
Nusantara

Bertambah 1.160 Kasus Corona..

22 Oktober 2020 19:00