Di Masa Pandemi, Universitas Binawan Gelar PKKMB Secara Virtual

Plt Rektor Universitas Binawan, Dr Ayu Dwi Nindyati dalam pembukaan PKKBM secara daring/Repro

Pandemi Covid-19 memaksa kegiatan pendidikan di Indonesia dilakukan dengan jarak jauh.

Seperti yang dilakukan Universitas Binawan, Jakarta yang menggelar kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) tahun 2020 secara virtual pada 15-17 September.

Plt Rektor Universitas Binawan, Dr Ayu Dwi Nindyati mengatakan, PKKMB yang mengusung tema 'PKKMB sebagai gerbang awal membentuk mahasiwa yang berdaya saing internasional, berakhlak dan siap bersaing di era digital' ini bertujuan agar mahasiswa baru memiliki nilai-nilai sejalan dengan tema yang diangkat.

"Meski digelar daring tapi dapat memberikan gambaran terhadap mahasiswa baru mengenai lingkungan kampus dan menambah pemahaman mengenai sistem akademik. PKKMB dapat menumbuhkan semangat dan motivasi untuk lebih baik ke depannya," ujar Dr Ayu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/9).

Di hari pertama, PKKMB mengenalkan Universitas Binawan kepada mahasiswa dengan disertai sambutan dari rektor dan dilanjutkan pemutaran video fasilitas kampus serta kegiatan belajar di kampus.

Selanjutnya perkenalan Dekan dan Kepala Prodi, Direktur Ketua Lembaga. Terdapat pula bincang dengan Dirjen Vokasi Kemdikbud, Wikan Sakarinto dengan materi perguruan tinggi di era new normal.

Di hari kedua, Rabu besok (16/9), PKKMB diisi dengan materi antikorupsi yang akan disampaikan langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komjen Firli Bahuri.

Di hari ketiga, Kamis (17/9), PKKMB akan mengenalkan mahasiswa baru kepada prodi masing-masing sekaligus menyosialisasikan kegiatan mahasiswa di kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan.

Ketua LLDIKTI wilayah III, Prof Dr Agus Setyo Budi menjelaskan tentang kampus merdeka dan merdeka belajar kepada mahasiswa baru serta memberikan motivasi agar bisa berprestasi, baik di akademik mau pun nonakademik.

"Ayo raih prestasi setinggi-tingginya. Kalau bisa IPK-nya 3,5, 3,6 itu keren. Kalau juara olahraga, kesenian itu keren. Jadi belajar dan mengambil ilmu di mana saja dan dari mana saja," jelas Prof Agus.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Wisma Atlet Pindahkan 34 Fasilitas Ruang ICU Ke RS Universitas Indonesia
Nusantara

Wisma Atlet Pindahkan 34 Fas..

26 September 2020 18:57
Mundurnya Akmal Taher Indikasi Ada Kesalahan Dalam Penanganan Covid-19 Di Indonesia
Nusantara

Mundurnya Akmal Taher Indika..

26 September 2020 17:49
Bertambah 4.494 Kasus, Total 271.339 Orang Terjangkit Covid-19
Nusantara

Bertambah 4.494 Kasus, Total..

26 September 2020 16:11
Sambut Pjs Gubernur Sulut, Olly Dondokambey: Selamat Bekerja Pak Agus Fatoni, Kita Gantian Sementara
Nusantara

Sambut Pjs Gubernur Sulut, O..

26 September 2020 11:37
Anwar Abbas Setuju Wacana Sumatera Barat Diganti Jadi Provinsi Minangkabau
Nusantara

Anwar Abbas Setuju Wacana Su..

26 September 2020 10:43
Eddi Widiono Dukung VBL Wujudkan Koridor Listrik NTT-Jawa
Nusantara

Eddi Widiono Dukung VBL Wuju..

26 September 2020 09:34
Hari Ini, Airlangga Kampanye
Nusantara

Hari Ini, Airlangga Kampanye..

26 September 2020 07:59
Dinas PUPR Kalsel Bangun Akses Jalan Menuju Makam Datu Kelampayan Target Selesai 2024
Nusantara

Dinas PUPR Kalsel Bangun Aks..

26 September 2020 07:31