Bima Arya Jangan Ngawur, Kasus Corona Sudah Tembus 200 Ribu Dan Yang Meninggal 8 Ribu!

Walikota Bogor, Bima Arya/Net

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang kembali diambil Pemprov DKI Jakarta terus menjadi sorotan.

Tidak sedikit pihak berkomentar soal kebijakan yang diteken Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di ibukota yang terus mengalami peningkatan kasus. 

Salah satunya datang Walikota Bogor, Bima Arya. Dia menyebutkan, edukasi lebih penting ketimbang PSBB total seperti DKI Jakarta.

Menanggapi pernyataan Bima Arya itu, Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, Prof. Musni Umar pun bereaksi keras.

Menurutnya, pernyataan orang nomor satu di Kota Bogor itu ngaco.

Pasalnya, tingginya angka kasus Covid-19 di tanah air semakin mengkhawatirkan karena sudah tembus 200 ribu lebih, dan 8 ribu warga negara meninggal dunia.

Belum lagi, tenaga medis dokter dan perawat pun banyak yang berguguran. 

"Jangan ngawur. Sudah 200 ribu lebih orang yang positif Corona. 8.000 lebih orang dan ratusan lebih dokter meninggal dunia, masak edukasi lebih penting dari PSBB," tegas Musni Umar dalam cuitan akun Twitter pribadinya, Sabtu (12/9).

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto sebelumnya mengatakan, banyak hal yang dijadikan landasan kuat bagi Pemkot Bogor untuk tetap menerapkan embatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) dibanding mengikuti DKI Jakarta yang memberlakukan PSBB secara total.

"PSBB membutuhkan jumlah personil yang cukup untuk mengamankan. PSBB membutuhkan anggaran bansos yang cukup, APBD, APBN dari provinsi dan juga nasional. Kalau tidak jelas, tidak mungkin PSBB, yang ada kita hanya menyengsarakan," kata Bima Arya, Jumat (11/9).

Atas dasar itu, Bima menyebutkan, pihaknya akan melibatkan dokter dan ulama dalam mengedukasi warga. Ini yang menjadi lebih penting ketimbang PSBB seperti yang diteken Anies Baswedan beberapa waktu lalu.

"Jadi edukasi nomor 1, dokter dan ulama melakukan edukasi supaya masyarakat paham, Oh ini Covid-19, oh ini bahaya, saya kira begitu," kata Bima.

"Yang kedua adalah penguatan protokol kesehatan yang kolaboratif dengan semua. Keputusannya akan kita sampaikan senin nanti, untuk mengumumkan konsep PSBMK ke depan," imbuh dia.

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pupuk Subsidi Dipastikan Tidak Langka Di Jabar, Ini Penjelasan Anak Buah Kang Emil
Nusantara

Pupuk Subsidi Dipastikan Tid..

23 Januari 2021 13:44
PGRI: Bagi Sekolah Dan Guru Yang Infastuktur Memadai PJJ Percepat Literasi Digital
Nusantara

PGRI: Bagi Sekolah Dan Guru ..

23 Januari 2021 12:57
Kemendikbud Akui Ada Penurunan Akademis Siswa Saat PJJ
Nusantara

Kemendikbud Akui Ada Penurun..

23 Januari 2021 11:18
KPAI: Ada Korelasi Kondisi Ekonomi Pengaruhi Disparitas PJJ
Nusantara

KPAI: Ada Korelasi Kondisi E..

23 Januari 2021 10:42
Delapan Kecamatan Di Manado Kebanjiran, Tiga Warga Tewas
Nusantara

Delapan Kecamatan Di Manado ..

23 Januari 2021 04:23
PPKM Jateng Tak Efisien, Ahli: Sanksi Memberatkan Dan Minim Sosialisasi
Nusantara

PPKM Jateng Tak Efisien, Ahl..

23 Januari 2021 01:39
Aksi Nyata KNPI Bantu Korban Bencana Alam Berbuah Apresiasi Kepala BNPB
Nusantara

Aksi Nyata KNPI Bantu Korban..

22 Januari 2021 22:37
Masuk Tahap Transisi Pemulihan, BNPB Berupaya Percepat Pendataan Kerusakan Gempa Sulbar
Nusantara

Masuk Tahap Transisi Pemulih..

22 Januari 2021 22:36