Dianggap Bikin Resah, Paguyuban Tunggal Rahayu Akhirnya Dibubarkan Pemda Garut

Susunan Kepengurusan Paguyuban Tunggal Rahayu yang kini telah dibubarkan/RMOLJabar

Perjalanan menghebohkan Paguyuban Tunggal Rahayu di Kabupaten Garut dipastikan telah berakhir. Kegiatan Paguyuban Tunggal Rahayu di Kecamatan Cisewu, telah resmi dibubarkan pemerintah setempat.

Camat Cisewu, Heri Hermawan menjelaskan, pihaknya bersama Muspika Cisewu sudah resmi membubarkan paguyuban tersebut. Aktivitas paguyuban tersebut telah membuat resah dan banyak bertentangan dengan warga.

“Kami sepakat untuk membubarkan paguyuban itu. Ada beberapa hal yang menyimpang dari aktivitas paguyuban,” ucap Heri, Kamis (10/9), dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Menurutnya, setelah pembubaran kegiatan paguyuban tersebut, situasi di Cisewu terbilang kondusif. Ia mengaku menerima masukan warga agar semua aktivitas paguyuban itu dihentikan dan organisasinya dibubarkan.

“Masyarakat sudah mengerti dan bisa menahan diri. Kami juga minta kepada warga untuk menjaga kondusivitas ini,” ujarnya.

Hari ini, Kamis (10/9) para pengikut paguyuban membuat surat pengunduran diri. Surat itu akan diserahkan kepada Ketua Paguyuban Tunggal Rahayu Kecamatan Cisewu. Mereka beralasan, misi organisasi tidak sejalan dengan pemahaman warga yang jadi pengikut.

“Saya dan anggota yang lain hari ini membuat surat pengunduran diri. Sudah banyak hal yang menyimpang dari paguyuban ini,” kata Ai Laela.

Salah satu yang dinilai menyimpang oleh Ai adalah perubahan ayat Al Quran. Kalimat 'Bismillah' diganti menjadi 'Al-Bismillah' oleh pimpinan paguyuban.

Ai yang masuk jadi anggota sejak Agustus 2020 menilai ada kejanggalan dari paguyuban itu. Namun, selama menjadi anggota, Ai belum pernah dipungut bayaran.

Sementara, dari informasi anggota lain, ada biaya pendaftaran sebesar Rp 100 ribu untuk membuat kartu anggota. Selain itu, ada juga biaya pembuatan sertifikat pendanaan sebesar Rp 600 ribu.

Ai mengaku tertarik bergabung karena dijanjikan mendapat sejumlah keuntungan berupa uang. Namun janji itu tidak terbukti hingga kini.

“Yang masuknya duluan itu ada pungutan untuk jadi anggota. Alasannya buat dipakai kartu anggota terus ada juga untuk jaminan bantuan,” tutupnya.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Perkiraan Ridwan Kamil: Covid-19 Akan Berakhir Pada Tahun 2022
Nusantara

Perkiraan Ridwan Kamil: Covi..

23 Oktober 2020 00:31
AMPG Lampung Rayakan HUT Ke-56 Partai Golkar Dengan Donor Darah
Nusantara

AMPG Lampung Rayakan HUT Ke-..

22 Oktober 2020 23:55
Gandeng MUI, Pemkab Purwakarta Keluarkan Surat Edaran Protokol Kesehatan Di Saat Cuti Bersama
Nusantara

Gandeng MUI, Pemkab Purwakar..

22 Oktober 2020 22:32
Penjelasan Ridwan Kamil Soal Kerumitan Vaksinasi Covid-19
Nusantara

Penjelasan Ridwan Kamil Soal..

22 Oktober 2020 20:50
Dikabarkan Tak Naik, Wagub Ariza Pastikan Belum Ada Pembahasan UMP 2021
Nusantara

Dikabarkan Tak Naik, Wagub A..

22 Oktober 2020 20:27
Polemik Pemblokiran Lahan, BPN Pesawaran Tunggu Vonis Pengadilan
Nusantara

Polemik Pemblokiran Lahan, B..

22 Oktober 2020 20:23
464 Napi Narkoba Vonis Mati Dipindahkan ke Nusakembangan
Nusantara

464 Napi Narkoba Vonis Mati ..

22 Oktober 2020 19:10
Bertambah 1.160 Kasus Corona, Pasien Sembuh Ibukota Jadi 83.338 Orang
Nusantara

Bertambah 1.160 Kasus Corona..

22 Oktober 2020 19:00