Dijanjikan Dapat Deposito Emas, Anggota Paguyuban Tunggal Rahayu Rela Bayar Uang Pendaftaran

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng/RMOLJabar

Sejumlah anggota baru yang hendak bergabung dengan Paguyuban Tunggal Rahayu diharuskan membayar uang pendaftaran. Mereka tertarik untuk bergabung karena dijanjikan akan mendapat deposito emas.

Hal ini terungkap melalui penjelasan Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, yang mengatakan biaya pendaftaran yang dikenakan kepada anggota baru besarannya variatif. Mulai Rp 100 ribu sampai Rp 600 ribu.

“Soal uang pendaftaran ini sudah jadi fakta yang ditemukan. Berdasarkan hasil keterangan mantan anggota yang kami periksa,” ucap Maradona, Kamis (10/9), dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Dari empat saksi yang merupakan mantan anggota paguyuban, mereka tidak mengetahui soal pembuatan lambang Garuda yang diubah. Termasuk tujuan pendirian organisasi itu.

Mereka tertarik untuk bergabung karena dijanjikan sesuatu. Yakni pencairan deposito emas yang berada di Bank Swiss.

“Tapi setelah bergabung beberapa lama, mereka ragu dengan janji dari pimpinan paguyuban itu. Akhirnya mereka memilih keluar,” jelasnya.

Fakta lain yang ditemukan polisi dari hasil pemeriksaan tersebut yakni adanya tipu muslihat dari pimpinan paguyuban kepada calon anggota. Mereka berusaha meyakinkan orang yang ingin bergabung untuk membayar uang pendaftaran dengan iming-iming tertentu.

“Perkara penipuan ini bisa dijerat pasal 378, 379 yakni penipuan sebagai mata pencaharian,” ujarnya.

Terkait jumlah anggota paguyuban, Maradona mengaku belum mengetahui pasti. Para saksi yang diperiksa memberikan keterangan yang berbeda.

“Keterangan saksi masih beda-soal jumlah anggota. Ada yang menyebut di bawah 100, ada di bawah 200,” ucapnya.

Maradona mengklaim saat ini sudah tak ada aktivitas paguyuban tersebut di Kecamatan Cisewu. Bahkan sudah tak ada anggota yang aktif dalam organisasi itu.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Perkiraan Ridwan Kamil: Covid-19 Akan Berakhir Pada Tahun 2022
Nusantara

Perkiraan Ridwan Kamil: Covi..

23 Oktober 2020 00:31
AMPG Lampung Rayakan HUT Ke-56 Partai Golkar Dengan Donor Darah
Nusantara

AMPG Lampung Rayakan HUT Ke-..

22 Oktober 2020 23:55
Gandeng MUI, Pemkab Purwakarta Keluarkan Surat Edaran Protokol Kesehatan Di Saat Cuti Bersama
Nusantara

Gandeng MUI, Pemkab Purwakar..

22 Oktober 2020 22:32
Penjelasan Ridwan Kamil Soal Kerumitan Vaksinasi Covid-19
Nusantara

Penjelasan Ridwan Kamil Soal..

22 Oktober 2020 20:50
Dikabarkan Tak Naik, Wagub Ariza Pastikan Belum Ada Pembahasan UMP 2021
Nusantara

Dikabarkan Tak Naik, Wagub A..

22 Oktober 2020 20:27
Polemik Pemblokiran Lahan, BPN Pesawaran Tunggu Vonis Pengadilan
Nusantara

Polemik Pemblokiran Lahan, B..

22 Oktober 2020 20:23
464 Napi Narkoba Vonis Mati Dipindahkan ke Nusakembangan
Nusantara

464 Napi Narkoba Vonis Mati ..

22 Oktober 2020 19:10
Bertambah 1.160 Kasus Corona, Pasien Sembuh Ibukota Jadi 83.338 Orang
Nusantara

Bertambah 1.160 Kasus Corona..

22 Oktober 2020 19:00