Selain Ubah Lambang Negara, Paguyuban Tunggal Rahayu Juga Punya Mata Uang Sendiri

Mata uang Paguyuban Tunggal Rahayu/Net

Keberadaan Paguyuban Tunggal Rahayu kian meresahkan masyarakat Kabupaten Garut. Sebab, tak hanya mengubah lambang negara Republik Indonesia sebagai logo organisasi, paguyuban tersebut juga memiliki mata uang sendiri.

Paguyuban yang berpusat di Kabupaten Garut tersebut diketahui memiliki pecahan mata uang mulai dari 1.000, 5.000, 10.000, dan 20.000. Dalam uang tersebut juga tertera nama Bank Indonesia.

Dalam pecahan uang 20.000, tertulis tahun pembuatan pada 1960. Terdapat juga foto pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu, Prof. Dr. Ir. H Cakraningkrat, SH yang dibalut pakaian ala presiden Soekarno.

Terkait hal ini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Garut, Wahyudijaya menuturkan, gambar dalam uang 20.000 tersebut sangat mirip dengan pakaian Soekarno. Namun ada ubahan di bagian wajah.

“Editingnya sangat terlihat, hanya mengubah bagian wajah. Uang ini juga mereka buat sendiri,” kata Wahyu, Rabu (9/9), dilansir Kantor Berita RMOLJabar.

Uang tersebut juga disebut sudah dipakai sebagai alat transaksi para pengikut Paguyuban Tunggal Rahayu. Bahkan ada beberapa pengikutnya yang telah melaminasi uang tersebut.

Menurut Wahyu, pembuatan mata uang paguyuban sudah jelas melanggar aturan. Namun persoalan tersebut nantinya akan diserahkan ke pihak kepolisian.

“Uang ini bisa dipakai transaksi sama mereka. Makanya kami telusuri dulu soal keberadaan uang di paguyubannya,” ucapnya.

Paguyuban Tunggal Rahayu juga menjanjikan kepada para anggotanya bisa mendapat pencairan dari Bank Swiss. Namun belum diketahui apakah setiap pengikutnya harus memberi setoran atau tidak.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pembelaan Demokrat, Sekdaprov Jatim Telah Jalankan Program Unggulan Khofifah-Emil
Nusantara

Pembelaan Demokrat, Sekdapro..

24 Oktober 2020 00:45
Diduga Korupsi ADD, Oknum Bendahara Desa Diamankan Polres Serang Kota
Nusantara

Diduga Korupsi ADD, Oknum Be..

24 Oktober 2020 00:16
Khofifah Instruksikan Dekranasda Jatim Gencarkan Literasi Digitalisasi UMKM
Nusantara

Khofifah Instruksikan Dekran..

23 Oktober 2020 23:30
Dirjen Otda: Pilkada Menjadi Orkestrasi Perlawanan Terhadap Covid-19
Nusantara

Dirjen Otda: Pilkada Menjadi..

23 Oktober 2020 22:39
Ahli Waris Pasien Covid-19 Yang Meninggal Dapat Santunan 15 Juta, Ini Syaratnya
Nusantara

Ahli Waris Pasien Covid-19 Y..

23 Oktober 2020 21:38
Belajar Dari Pengalaman, Wagub DKI Imbau Warga Diam Di Rumah Saat Libur Panjang
Nusantara

Belajar Dari Pengalaman, Wag..

23 Oktober 2020 21:20
Jelang Libur Panjang, Pemkot Bandung Wanti-wanti Wisatawan Patuhi Protokol Kesehatan
Nusantara

Jelang Libur Panjang, Pemkot..

23 Oktober 2020 18:54
Resmikan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Semarang Ingatkan Larangan Saat Bersepeda
Nusantara

Resmikan Jalur Khusus Sepeda..

23 Oktober 2020 18:19