Alokasi Menurun, Petani Purbalingga Kesulitan Dapat Pupuk

Aktifitas petani di Kabupaten Purbalingga/Net

Para petani di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, belakangan mengaku kesulitan mendapatkan pupuk untuk lahan pertaniannya.

Memasuki musim tanam ke-2 pada bulan April hingga September 2020, petani kesulitan mendapat pupuk bersubsidi di Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang telah ditentukan Pemkab Purbalingga.

Kepala Dinpertan Purbalingga, Mukodam mengakui atas kesulitan pupuk di kalangan petani.

Menurutnya sistem distribusi pupuk bersubsidi menggunakan sistem tertutup, alokasi dan harga eceran tertingginya ditentukan oleh pemerintah pusat.

"Kelangkaan pupuk yang terjadi disebabkan oleh alokasi pupuk subsidi terutama pupuk urea tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu. Alokasi tahun ini hanya 10 ribu ton pupuk, sedangkan tahun lalu 11.880 ton pupuk," kata Mukodam, dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng, Senin (31/8).

Dikatakan Mukodam, alokasi kebutuhan pupuk kabupaten/kota mempertimbangkan luas lahan dan usulan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disusun dan diusulkan oleh kelompok tani.

Selanjutnya, diinput secara komputerisasi oleh petugas di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan menjadi Elektronik RDKK (E-RDKK).

"RDKK ini disesuaikan dengan anjuran dosis pemupukan, tetapi realisasinya alokasi selalu di bawah usulan," ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan pupuk saat ini meningkat tajam karena sejak awal tahun sudah masuk musim penghujan dan air yang tersedia cukup melimpah.

Kemudian petani mengolah tanah dan sistem tanam bersamaan sehingga kebutuhan dan waktu pemupukannya dilakukan dalam waktu bersamaan.

"Kecenderungan petani menggunakan pupuk melebihi dosis yang dianjurkan dan ini menjadi salah satu penyebab kekurangan pupuk terutama urea," jelas Mukodam.

Lanjutnya, langkah yang telah ditempuh untuk mengatasi kelangkaan pupuk meliputi realokasi pupuk antar kecamatan. Dengan cara menggeser alokasi yang relatif aman ke kecamatan yang kekurangan secara proporsional.

"Kami juga mengusulkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada pemerintah pusat melalui Gubernur, khusus untuk pupuk urea diusulkan tambahan alokasi 3.265 ton," jelasnya.

Mukodam meminta para petani agar menggunakan pupuk secara hemat sesuai anjuran dosis pemupukan. Menggalakkan penggunaan pupuk organik lokal dengan memanfaatkan kompos dan jerami yang telah busuk atau kotoran ternak yang ada.

"Pada pemupukan kedua menggunakan pupuk NPK (Nitrogen Phospor dan Kalium) untuk memenuhi kebutuhan nitrogen tanaman, tidak harus dengan urea karena kelangkaan pupuk saat ini terjadi khususnya urea," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Walau Kasus Aktif Sudah Turun, Ketua DPRD DKI Tetap Minta Warga Tidak Keluyuran
Nusantara

Walau Kasus Aktif Sudah Turu..

26 Oktober 2020 12:49
Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Seorang Siswa SD Akan Lelang Koleksi Ikan Cupangnya
Nusantara

Bantu Masyarakat Terdampak P..

26 Oktober 2020 12:31
KSPI: Jika Jokowi Teken UU Ciptaker, Siap-siap Hadapi Protes Besar-besaran
Nusantara

KSPI: Jika Jokowi Teken UU C..

26 Oktober 2020 12:23
Jokowi Minta UMKM Terus Bekerja Keras Dimasa Pandemi Covid-19
Nusantara

Jokowi Minta UMKM Terus Beke..

26 Oktober 2020 11:50
Anies Kunjungi Polda Metro Jaya Bahas Pelajar Yang Ditangkap Saat Demo
Nusantara

Anies Kunjungi Polda Metro J..

26 Oktober 2020 11:43
Hindari Antrean Dan Tertinggal Kereta, Pelanggan KAI Diimbau Lakukan Rapid Test H-1 Keberangkatan
Nusantara

Hindari Antrean Dan Tertingg..

26 Oktober 2020 10:59
Jokowi Lantik 12 Duta Besar, Ini Daftar Namanya
Nusantara

Jokowi Lantik 12 Duta Besar,..

26 Oktober 2020 10:24
Menuju Jakarta Langit Biru, DLH DKI Gelar Uji Emisi Gratis 2 Kali Seminggu
Nusantara

Menuju Jakarta Langit Biru, ..

26 Oktober 2020 08:27