Warga Garut Diresahkan Beredarnya Sapi Impor Australia Berharga Murah

Daging sapi beku dari Australia yang beredar di Garut Jabar/Net

Masyarakat Garut diresahkan dengan adanya kabar daging beku yang beredar di Kabupaten Garut.

Daging tersebut merupakan daging beku impor asal Australia. Selain menimbulkan kekhawatiran berpengaruh terhadap kesehatan, keberadaan daging beku ini juga dianggap menimbulkan kerugian bagi para pedagang daging sapi lokal di Garut.

Ayu Kusumah (34), ibu rumah tangga warga Kecamatan Samarang, mengaku sangat kaget begitu mendengar informasi ada daging sapi beku dari Australia yang beredar di Garut.

Ia mengaku sangat khawatir jika hal itu sampai benar-benar terjadi, maka bisa menimbulkan dampak terhadap mereka yang mengkonsumsinya.

“Yang namanya daging sapi yang dibekukan dalam jangka waktu lama tentu kondisinya tak sebaik daging yang segar. Apalagi dari informasi yang saya dengar, daging sapi beku itu didatangkan dari Australia dan disimpan dalam jangka waktu mencapai beberapa bulan,” kata Ayu, Kamis (27/8) seperti dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Menurut Ayu, sangat wajar kalau masyarakat termasuk dirinya sangat khawatir dengan peredaran daging sapi beku di Garut ini.

Apalagi, kebanyakan masyarakat awam terhadap perbedaan antara daging sapi lokal yang masih segar dengan daging sapi beku yang sudah tersimpan lama.

Dilihat dari sisi kesehatan, menurut Ayu, dikhawatirkan akan sangat berdampak jika seseorang mengkonsumsi daging yang sudah dibekukan dalam waktu lama. Apalagi dari informasi yang didengarnya, penyimpanan daging sapi beku itu bisa mencapai beberapa bulan.

Adanya informasi peredaran daging sapi beku di Garut juga membuat resah para pedagang daging sapi di Garut.

Peredaran daging sapi beku yang merupakan impor dari Australia itu dikhawatirkan akan mengancam usaha mereka mengingat harga daging sapi beku jauh lebih murah dibanding daging sapi lokal.

Asep, salah seorang penjual daging sapi di Pasar Guntur Ciawitali Garut, menyebutkan, informasi peredaran daging sapi beku impor dari luar negeri sudah cukup lama didengarnya.

Berdasarkan informasi tersebut, daging sapi beku itu dijual dengan harga sangat murah yakni Rp 40 ribu per kilogram atau hanya setengah harga dari daging sapi lokal yang berada di kisaran Rp 80 ribu per kilogram.

“Selama ini kami cukup resah dengan beredarnya informasi erjadi peredaran daging sapi belum dari Australia tersebut. Jika ini dibiarkan, pasti akan sangat berdampak terhadap tingkat penjualan daging sapi lokal sehingga bisa menyebabkan kami gulung tikar,” ujar Asep.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Libur Panjang, Lebih Dari 500 Ribu Kendaraan Tinggalkan Ibukota
Nusantara

Libur Panjang, Lebih Dari 50..

30 Oktober 2020 13:05
Alasan Perumnas Pesawaran Residence Tutup Akses Jalan Dibantah Pengelola Ponpes Darul Ulum Pesawaran
Nusantara

Alasan Perumnas Pesawaran Re..

30 Oktober 2020 10:59
Kecam Pesepeda Lintasi JLNT Casablanca, Nasdem: Jangan Cuma Fisiknya Yang Sehat, Tapi Otaknya Sakit
Nusantara

Kecam Pesepeda Lintasi JLNT ..

30 Oktober 2020 10:49
Oknum Guru Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim, Politikus PKS Minta Publik Jangan Langsung Menghakimi
Nusantara

Oknum Guru Ajak Murid Tak Pi..

30 Oktober 2020 10:36
Alasan Bioskop Belum Beroperasi Walau Sudah Ada Lampu Hijau
Nusantara

Alasan Bioskop Belum Beroper..

30 Oktober 2020 07:47
Wiku Adisasmito: 54 Daerah Masuk Zona Oranye Harus Segera Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Nusantara

Wiku Adisasmito: 54 Daerah M..

30 Oktober 2020 03:15
Targetkan Partisipasi Pilkada 80 Persen, KPUD Serang Gandeng Ormas, OKP Dan LSM
Nusantara

Targetkan Partisipasi Pilkad..

30 Oktober 2020 02:55
Arus Kendaraan Masih Tinggi, Polisi Alihkan Jalur Bandung Menuju Garut
Nusantara

Arus Kendaraan Masih Tinggi,..

30 Oktober 2020 01:32