Tenda Dibongkar Paksa Satpol PP, Ratusan Petani Tetap Bertahan Di Depan Istana Tanpa Atap

Petugas keamanan dari Satpol PP membongkar paksa tenda yang dipakai ratusan petani dari Deliserdang untuk berteduh di depan Istana Negara/Repro

Perjuangan ratusan petani asal Desa Simalingkar dan Sei Mencirim, Sumatera Utara, untuk mendapatkan keadilan benar-benar berat. Bahkan, saat sudah berada di Jakarta dengan harapan bisa menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo, tantangan yang dihadapi tak kunjung berhenti.

Saat ini ratusan petani tersebut harus bertahan di depan Istana Negara tanpa ada atap yang melindungi badan dan kepala mereka.

Pasalnya, tenda yang digunakan untuk berteduh sekaligus aksi teatrikal Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mencirim Bersatu (STMB) yang tergabung dalam Gerbang Tani itu dibongkar paksa pihak keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (24/8).

Ketua Dewan Pembina yang juga koordinator aksi Gerbang Tani, Aris Wiyono mengatakan, pihaknya terpaksa mengalah saat tenda yang baru saja didirikan di seberang Istana Negara itu dibongkar paksa oleh aparat Satpol PP.

"Sudah didirikan (tenda). Iya tadi mau ribut cuma (kita) ngalah," kata Aris Wiyono kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (24/8).

Momen pembongkaran paksa tenda para petani itu terekam dalam video berdurasi 8 menit 59 detik yang berhasil didokumentasikan oleh petani dan diteruskan kepada Redaksi.

Dalam video itu, raut wajah petani yang murung, pasrah, dan sedih tampak jelas saat petugas keamanan membongkar tali tenda satu persatu.

"Sudah terbiasa kami panas Pak," teriak salah seorang Ibu petani yang berusaha tegar meski tenda untuk berteduh tersebut dibongkar.    

Namun, pihak keamanan tampak tidak menghiraukan teriakan petani dan terus membongkar satu persatu tali yang penyanggah tenda hingga berhasil dibongkar.

Meski tenda mereka telah dibongkar, ratusan petani yang mengenakan topi tani itu tetap duduk di atas terpal berwarna biru tanpa atap.

Mereka lantas mendengungkan lagu 'Darah Juang' dengan lirih, "Di sini negeri kami, tempat padi terhampar, samuderanya kaya raya, tanah kami subur tuan".

Sekadar informasi, para petani ini telah berjalan kaki sejauh 1.800 km dari Medan, Sumatera Utara, menuju Jakarta.  

Setibanya di Jakarta, ratusan petani ini terus mencari keadilan dengan melakukan audiensi ke Kementerian BUMN, Kementerian ATR/BPN, hingga puncaknya hari ini menggelar aksi unjuk rasa di seberang Istana Negara.

Mereka menuntut hak atas tempat tinggal dan lahan yang telah dirampas oleh PTPN II. Kemudian, mereka juga meminta Presiden Joko Widodo untuk memberikan redistribusi tanah bagi petani Simalingkar dan Sei Mencirim agar para petani dapat melangsungkan hidup bersama hingga cucunya kelak.

Dalam aksinya di Istana Negara, para petani mendirikan tenda dan menyuarakan aspirasinya hingga tuntutannya dipenuhi oleh negara. Mereka mengaku tidak akan bubar sebelum tuntutannya dipenuhi.

"Kami akan bertenda di depan Istana sampai kami mendapatkan keadilan, sampai tuntutan dipenuhi dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, apapun risikonya akan kami tempuh," kata Aris Wiyono.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Libur Panjang, Lebih Dari 500 Ribu Kendaraan Tinggalkan Ibukota
Nusantara

Libur Panjang, Lebih Dari 50..

30 Oktober 2020 13:05
Alasan Perumnas Pesawaran Residence Tutup Akses Jalan Dibantah Pengelola Ponpes Darul Ulum Pesawaran
Nusantara

Alasan Perumnas Pesawaran Re..

30 Oktober 2020 10:59
Kecam Pesepeda Lintasi JLNT Casablanca, Nasdem: Jangan Cuma Fisiknya Yang Sehat, Tapi Otaknya Sakit
Nusantara

Kecam Pesepeda Lintasi JLNT ..

30 Oktober 2020 10:49
Oknum Guru Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim, Politikus PKS Minta Publik Jangan Langsung Menghakimi
Nusantara

Oknum Guru Ajak Murid Tak Pi..

30 Oktober 2020 10:36
Alasan Bioskop Belum Beroperasi Walau Sudah Ada Lampu Hijau
Nusantara

Alasan Bioskop Belum Beroper..

30 Oktober 2020 07:47
Wiku Adisasmito: 54 Daerah Masuk Zona Oranye Harus Segera Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Nusantara

Wiku Adisasmito: 54 Daerah M..

30 Oktober 2020 03:15
Targetkan Partisipasi Pilkada 80 Persen, KPUD Serang Gandeng Ormas, OKP Dan LSM
Nusantara

Targetkan Partisipasi Pilkad..

30 Oktober 2020 02:55
Arus Kendaraan Masih Tinggi, Polisi Alihkan Jalur Bandung Menuju Garut
Nusantara

Arus Kendaraan Masih Tinggi,..

30 Oktober 2020 01:32