Dorong Terwujudnya Kawasan Layak Huni, Pemprov DKI Ajak Warga Kolaborasi Menata Kampung Akuarium

Kampung Akuarium ditata agar lebih layak huni dengan kolaborasi langsung masyarakat/Istimewa

Dalam rangka mewujudkan hunian yang layak, Pemprov DKI Jakarta melakukan penataan di wilayah Kampung Akuarium yang berlokasi di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko menjelaskan, Kampung Akuarium dibangun dengan mempertimbangkan kesiapan dari sisi masyarakat maupun administratif.

"Kampung Akuarium dapat dibangun karena lahan Kampung Akuarium merupakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan peruntukkan lahannya sesuai dengan rencana tata ruang," ujar Sarjoko lewat keterangan tertulisnya, Jumat (14/8).

Ditambahkan Sarjoko, proses penataan Kampung Akuarium tergolong unik.

Perencanaan pembangunan Kampung Akuarium dilakukan secara kolaboratif bersama warga. Warga Kampung Akuarium memberikan desain awal kampung mereka kepada Pemprov DKI Jakarta untuk diteruskan menjadi desain perencanaan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman DKI.

Pendekatan kolaboratif pada pembangunan kembali Kampung Akuarium diharapkan akan menjadi titik awal penataan permukiman yang kolaboratif di DKI Jakarta.

Salah satu warga, Diani, berharap penataan Kampung Akuarium dapat membuktikan bahwa warga kampung dapat tetap hidup berdampingan dengan situs cagar budaya.

Selain itu, dibangunnya Kampung Susun Akuarium diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga sekitar melalui sektor pariwisata.

"Selama pemimpin bisa membuka ruang komunikasi dan kolaborasi, warga siap untuk diajak kerja sama," ungkapnya.

Dituturkan Sarjoko, pada mulanya lahan di kawasan Kampung Akuarium merupakan pulau hasil sedimentasi tanah yang dibawa aliran sungai Ciliwung menuju muara.

Sedimentasi tersebut terbentuk sejak abad 18 dan berbentuk seperti pulau, serta terletak di antara Museum Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Pada 1950, nama Akuarium menggantikan nama Pusat Laboratorium Penelitian Laut ketika Pemerintah Indonesia mengambil alih Laboratorium tersebut dari Belanda.

Pusat laboratorium ini kemudian dijadikan Wisata Akuarium oleh Pemerintah Kota Jakarta saat itu. Sejarah tersebut turut melekat pada warga Kampung Akuarium.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Wisma Atlet Pindahkan 34 Fasilitas Ruang ICU Ke RS Universitas Indonesia
Nusantara

Wisma Atlet Pindahkan 34 Fas..

26 September 2020 18:57
Mundurnya Akmal Taher Indikasi Ada Kesalahan Dalam Penanganan Covid-19 Di Indonesia
Nusantara

Mundurnya Akmal Taher Indika..

26 September 2020 17:49
Bertambah 4.494 Kasus, Total 271.339 Orang Terjangkit Covid-19
Nusantara

Bertambah 4.494 Kasus, Total..

26 September 2020 16:11
Sambut Pjs Gubernur Sulut, Olly Dondokambey: Selamat Bekerja Pak Agus Fatoni, Kita Gantian Sementara
Nusantara

Sambut Pjs Gubernur Sulut, O..

26 September 2020 11:37
Anwar Abbas Setuju Wacana Sumatera Barat Diganti Jadi Provinsi Minangkabau
Nusantara

Anwar Abbas Setuju Wacana Su..

26 September 2020 10:43
Eddi Widiono Dukung VBL Wujudkan Koridor Listrik NTT-Jawa
Nusantara

Eddi Widiono Dukung VBL Wuju..

26 September 2020 09:34
Hari Ini, Airlangga Kampanye
Nusantara

Hari Ini, Airlangga Kampanye..

26 September 2020 07:59
Dinas PUPR Kalsel Bangun Akses Jalan Menuju Makam Datu Kelampayan Target Selesai 2024
Nusantara

Dinas PUPR Kalsel Bangun Aks..

26 September 2020 07:31