Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

22.655 Jiwa Terdampak Banjir Bandang Bolaang Mongondow Selatan, Satu Orang Meninggal Dunia

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Senin, 03 Agustus 2020, 13:52 WIB
22.655 Jiwa Terdampak Banjir Bandang Bolaang Mongondow Selatan, Satu Orang Meninggal Dunia
Sejumlah permukiman warga terendam usai diterjang banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan/Istimewa
Puluhan ribu jiwa turut terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Jumat (31/7).

Berdasarkan data Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Minggu (2/8) pukul 19.00 WIB, sebanyak 7.046 KK atau 22.655 jiwa terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut.

"Seorang warga dilaporkan meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Senin (3/8).

Adapun keseluruhan warga yang terdampak tersebut terbagi di tujuh wilayah kecamatan, meliputi Kecamatan Bolaang Uki ada 2.978 KK/9.715 jiwa, Kecamatan Helumo ada 225 KK/861 jiwa, Kecamatan Tomini ada 62 KK/250 jiwa, Kecamatan Posigadan ada 154 KK/636 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Pinolosian ada 1749 KK/5980 jiwa, Kecamatan Pinolosian Tengah ada 925 KK/1.729 jiwa dan Kecamatan Pinolosian Timur ada sebanyak 953 KK/3.494 jiwa.

Banjir dan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan menyebabkan beberapa sungai besar meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga.

Berdasarkan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, beberapa sungai yang meluap tersebut meliputi Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa dan beberapa sungai lainnya.

"Meski sebagian besar sudah surut, namun air dapat kembali naik apabila hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam periode yang cukup lama," tandasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA