Pemerintah Perbolehkan Mudik Idul Adha Di Tengah Pendemik, Asalkan...

Ilustrasi mudik/Net

Perayaan Idul Adha 1441 Hijriah saat ini bisa dilakukan bersama sanak keluarga di kampung halaman, meskipun situasi di dalam negeri masih menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19).
 
Dijelaskan Jurubicara Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia, masyarakat bisa mudik asalkan memenuhi standar protokol kesehatan.

"Bagi masyarakat yang akan mudik pada Idhul Adha tahun ini, agar tetap mematuhi protokol kesehatan guna menjaga kesehatan di antara sesama warga masyarakat. Utamanya keluarga untuk terhindar dari potensi penyebaran Covid-19," ujar Ankie dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (31/7).

Beberapa hal yang mesti diperhatikan pemudik terkait protokol kesehatan adalah dengan memastikan kesehatan diri sebelum melakukan perjalanan ke kampung halaman.

"Sebelum melakukan perjalanan, diimbau untuk melakukan tes kesehatan serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan yang fit. Jangan memaksakan untuk mudik, jika kondisi badan dalam keadaan yang kurang sehat," jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjamin ketersediaan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer selama perjalanan mudik Idul Adha tahun ini.

Lebih lanjut, Ankie menekankan bahwa pemerintah memastikan pelaksanaan ibadah Idul Adha tahun ini bisa dilaksanakan secara khidmat di semua daerah. Baik shalat berjamaah maupun prosesi penyembelihan hewan kurban

"Untuk proses ibadah baik shalat maupun penyembelihan hewan kurban, masyarakat diminta untuk menjalankan panduan pelaksanaan berupa surat edaran dari kementerian agama, fatwa MUI, hingga aturan-aturan yang disiapkan oleh pemerintah daerah masing-masing. Dan aturan-aturan ini bersifat saling melengkapi untuk memastikan keamanan masyarakat dalam beribadah serta tertib dalam menjalankan protokol kesehatan selama beribadah," tuturnya.

"Selamat Idhul Adha, 10 Zulhijjah 1441 Hijriah. Semoga ibadah kita tahun ini menjadi lebih khidmat dalam suasana pandemik, sehingga bisa memberi makna yang dalam tentang pengorbanan seperti dicontohkan Nabi Ibrahim Alaihi Salaam kepada kita semua," demikian Angkie Yudistia. 
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Libur Panjang, Lebih Dari 500 Ribu Kendaraan Tinggalkan Ibukota
Nusantara

Libur Panjang, Lebih Dari 50..

30 Oktober 2020 13:05
Alasan Perumnas Pesawaran Residence Tutup Akses Jalan Dibantah Pengelola Ponpes Darul Ulum Pesawaran
Nusantara

Alasan Perumnas Pesawaran Re..

30 Oktober 2020 10:59
Kecam Pesepeda Lintasi JLNT Casablanca, Nasdem: Jangan Cuma Fisiknya Yang Sehat, Tapi Otaknya Sakit
Nusantara

Kecam Pesepeda Lintasi JLNT ..

30 Oktober 2020 10:49
Oknum Guru Ajak Murid Tak Pilih Ketua OSIS Non-Muslim, Politikus PKS Minta Publik Jangan Langsung Menghakimi
Nusantara

Oknum Guru Ajak Murid Tak Pi..

30 Oktober 2020 10:36
Alasan Bioskop Belum Beroperasi Walau Sudah Ada Lampu Hijau
Nusantara

Alasan Bioskop Belum Beroper..

30 Oktober 2020 07:47
Wiku Adisasmito: 54 Daerah Masuk Zona Oranye Harus Segera Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Nusantara

Wiku Adisasmito: 54 Daerah M..

30 Oktober 2020 03:15
Targetkan Partisipasi Pilkada 80 Persen, KPUD Serang Gandeng Ormas, OKP Dan LSM
Nusantara

Targetkan Partisipasi Pilkad..

30 Oktober 2020 02:55
Arus Kendaraan Masih Tinggi, Polisi Alihkan Jalur Bandung Menuju Garut
Nusantara

Arus Kendaraan Masih Tinggi,..

30 Oktober 2020 01:32