Bantu Siswa Belajar Secara Daring, Warga Garut Bangun Jaringan Internet Murah

Budi bersama rekannya memperlihatkan alat-alat untuk membangun jaringan internet yang harganya Rp 300 jutaan/RMOLJabar

Selama pandemik Covid-19, pemerintah memutuskan para siswa belajar secara mandiri di rumah. Namun kebijakan ini kerap terkendala akses internet yang tak menyebar rata di tanah air.

Tak hanya sulit dapatkan sinyal, biaya paket internet yang masih mahal malah menambah beban orang tua. Salah satunya dirasakan warga Kampung Cilimushideung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Beruntung, kendala itu perlahan mulai bisa diatasi. Setelah adanya jaringan internet mandiri di kampung yang memproklamirkan diri jadi kampung tekno sains.

Solusi kebutuhan internet itu dijawab seorang warga Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Budi Hermawan (44) membuat inovasi internet masuk kampung dengan biaya yang sangat murah.

Bermodalkan dana pribadinya, Budi membuat jaringan internet di kampungnya. Ia menargetkan, internet bisa diakses warga di tiga desa.

Warga cukup membayar internet Rp 33 ribu per bulan untuk bisa berselancar. Anak pun bisa belajar secara daring, orang tua pun tak khawatir pengeluaran membengkak.

Budi yang merupakan praktisi internet sejak 15 tahun lalu itu mangaku miris dengan masih minimnya internet yang ada di kampung halamannya.

“Setiap hari saya membangunkan jaringan internet buat masyarakat kota, tapi di kampung saya internet sangat sulit,” katanya saat ditemui Kantor Berita RMOLJabar di rumahnya yang merangkap menjadi kantor, Rabu (22/7).

Berangkat dari keprihatinannya itu, Budi kemudian tergerak untuk membangun jaringan internet di kampung halamannya.

“Berangkat dari hal ini, saya coba nabung untuk membeli alat membangun jaringan internet,” katanya.

Karena, kata Budi, untuk membangun jaringan internet membutuhkan alat-alat yang tidak murah. Seperangkat alatnya saja bisa seharga mobil.

“Alatnya saja meski kecil-kecil, harganya Rp 300 jutaan. Bahkan ada tang yang harganya Rp 5 Juta untuk potong kabel saja,” ucapnya.

Toh dengan semangatnya untuk membuat warga tak lagi pusing soal kuota, Budi akhirnya bisa membangunkan internet murah di kampungnya. Meskipun alat-alat yang dibelinya secara mencicil itu belum sepenuhnya lengkap.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

32 Pengawas TPS Reaktif Covid-19, Bawaslu Minta Saksi Dirapid Test
Nusantara

32 Pengawas TPS Reaktif Covi..

02 Desember 2020 04:44
854 Surat Suara Rusak, KPU Tangsel Bakal Musnahkan H-1 Pencoblosan
Nusantara

854 Surat Suara Rusak, KPU T..

02 Desember 2020 04:23
Tidak Bisa Bayar Biaya RS, Keluarga Pasien Diminta Tandatangani Positif Covid-19
Nusantara

Tidak Bisa Bayar Biaya RS, K..

02 Desember 2020 03:55
Walikota Salatiga Ingatkan Dokter ASN Tak 'Ngamen' Lama-lama Di RS Swasta
Nusantara

Walikota Salatiga Ingatkan D..

02 Desember 2020 02:52
Ada Penambahan Kasus Positif Dan Meninggal, Tangerang Selatan Kembali Jadi Zona Merah Covid-19
Nusantara

Ada Penambahan Kasus Positif..

02 Desember 2020 01:29
Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Kutuk Teror Pembunuhan Di Sigi
Nusantara

Ikatan Sarjana Katolik Indon..

02 Desember 2020 01:02
Positif Covid-19, Wagub DKI: Doa-doa Orang Terdekat Jadi Penyemangat Saya
Nusantara

Positif Covid-19, Wagub DKI:..

02 Desember 2020 00:00
Pemerintah Pangkas 3 Hari Libur Akhir Tahun, Ini Rincian Tanggalnya
Nusantara

Pemerintah Pangkas 3 Hari Li..

01 Desember 2020 23:09