Update Klaster Secapa TNI AD, 165 Personel Negatif Corona

Ilustrasi Corona/Net

Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP) virus corona baru (Covid-19) Jawa Barat, Berli Hamdani menyebutkan, jumlah siswa Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Kota Bandung yang dinyatakan positif kini berkurang menjadi 1.115 orang yang sebelumnya berjumlah 1.280 orang.

“Hasil tes usap dalam kluster Secapa AD dari jumlah 1.280 orang itu sudah dilakukan swab kepada lebih dari 100 orang dan sudah dinyatakan 98 personel TNI AD yang dinyatakan sembuh atau negatif,” ucap Berli, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (14/7) seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Selanjutnya, pada swab test kedua hasilnya sebanyak 165 orang di Secapa AD yang sebelumnya positif dinyatakan negatif.

“Ada sebanyak 165 orang di Secapa AD yang sebelumnya positif menjadi negatif dan setelah dilakukan tes usap kedua. Kemudian dari 1.280 pasien Covid-19 di Secapa AD yang pagi ini berkurang 165 menjadi 1115 yang masih dalam pengawasan atau pemantauan atau pun juga dalam perawatan,” katanya.

Guna mencegah penyebaran, kata Berli, pengurus RW di wilayah Secapa AD maupun Pusdikpom telah melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan kejadian.

“Pada hari Jumat kemarin sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian Dinas Kesehatan Kota Bandung sudah melaksanakan tes secara masif untuk wilayah sekitar yang pertama hari Sabtu dilakukan rapid test terhadap 48 orang kemudian dilanjutkan dengan swab terhadap 28 orang,” jelasnya.

“Karena tidak semua orang yang di rapid test itu reaktif kemudian juga tidak semua masyarakat yang di tempat saat itu bersedia untuk dilakukan test jadi masih akan dilakukan test kembali yang akan dimulai pada Rabu besok sampai dengan hari Jumat terhadap kurang lebih 600 masyarakat yang ada di sekitar institusi tersebut,” tambahnya.

Berli pun memastikan, pihaknya telah mulai mengintensifkan pemantauan di sekolah pendidikan baik militer maupun sekolah asrama lainnya dengan sistem surveilance terpadu.

“Sistem surveilance terpadu atau pemantauan terpadu yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat pusat termasuk juga pimpinan institusi lembaga pendidikan yang bersangkutan. Untuk Secapa itu berada dibawah Mabes tentunya Mabes juga melakukan pemantauan kemudian juga gugus tugas mulai dari provinsi sampe kepada gugus tugas yang ada di kelurahan atau di desa itu juga melakukan pemantauan dengan menggunakan sistem surveilance terpadu,” tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Bioskop Dan Pusat Kebugaran Di DKI Masih Ditutup Hingga 13 Agustus
Nusantara

Bioskop Dan Pusat Kebugaran ..

04 Agustus 2020 11:49
Bansos Tahap 5 Telah Didistribusikan, Ketua DPRD DKI: Semoga Tepat Sasaran Dan Bermanfaat
Nusantara

Bansos Tahap 5 Telah Didistr..

04 Agustus 2020 11:29
Tujuan Gage Di Masa Pandemik Berbeda Dengan Saat Masih Normal
Nusantara

Tujuan Gage Di Masa Pandemik..

04 Agustus 2020 10:47
Dinilai Lakukan Pelanggaran, Nadiem Makarim Diadukan Mahasiswa Unnes Ke Komnas HAM
Nusantara

Dinilai Lakukan Pelanggaran,..

04 Agustus 2020 10:39
Ini Alasan Pemkot Bandung Belum Izinkan Tempat Hiburan Malam Kembali Dibuka
Nusantara

Ini Alasan Pemkot Bandung Be..

04 Agustus 2020 10:19
Menutup Rumah Sakit Bukan Solusi Hentikan Penyebaran Covid-19
Nusantara

Menutup Rumah Sakit Bukan So..

04 Agustus 2020 08:50
Youtube Hapus Video Kontroversial Soal Obat Corona
Nusantara

Youtube Hapus Video Kontrove..

04 Agustus 2020 04:59
Ridwan Kamil: Pasien Sembuh Di Jabar Lebih Tinggi Dibandingkan Positif Covid-19
Nusantara

Ridwan Kamil: Pasien Sembuh ..

04 Agustus 2020 04:45