Anies Baswedan: Reklamasi Ancol Beda Dengan Reklamasi 17 Pulau Yang Izinnya Sudah Dicabut

Kawasan Pantai Ancol/Net

Polemik reklamasi perluasan kawasan Ancol yang belakangan ramai diperbincangkan khalayak akhirnya dijelaskan secara rinci oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Anies menjelaskan perbedaan reklamasi Ancol dengan reklamasi 17 pulau yang izinnya sudah dicabut.

"Yang terjadi ini berbeda dengan reklamasi yang alhamdulillah sudah kita hentikan dan menjadi janji kita pada masa kampanye itu," ujar Anies Baswedan, Sabtu (11/7).

Sebabnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengizinkan reklamasi Ancol atas dasar pertimbangan sosial kemasyarakatan dan juga kebencanaan, yang dipastikan tidak akan merusak dan mengganggu ekosistem laut.

"Justru dalam prosesnya nanti, reklamasi Ancol akan memanfaatkan lumpur hasil kerukan dari 13 sungai dan 30 waduk yang ada di wilayah Pemprov DKI Jakarta," jelasnya.

Sebab, sambungnya, secara alami belasan sungai dan puluhan waduk itu mengalami sedimentasi atau pendangkalan, yang akhirnya bisa berakibat banjir Jakarta.

"Karena itulah kemudian waduk, sungai itu di keruk. Dikeruk terus menerus dan lumpur hasil kerukan itu dikemanakan? Lumpur itu kemudian ditaruh di kawasan Ancol dan proses ini sudah berlangsung cukup panjang bahkan menghasilkan lumpur yang amat banyak," terangnya.

Anies menyebutkan, sebanyak 3,4 juta meter kubik lumpur dari sungai-sungai dan waduk-waduk itulah nantinya yang akan menjadi bahan untuk reklamasi dan pengembangan pantai Ancol.

"Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir, ini berbeda dengan proyek reklamasi yang sudah dihentikan itu. Itu bukan proyek untuk melindungi warga Jakarta dari bencana apapun," pungkasnya.  

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Polling 24 Tokoh Harapan, bersama Arief Poyuono dan Jerry Massie

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Kunjungan Presiden Jokowi di NTT Undang Kerumunan Massa

Selasa, 23 Februari 2021
Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021

Artikel Lainnya

KSPI Pertanyakan Keputusan Pemerintah Hapus KHL Hingga Izin Kerja TKA
Nusantara

KSPI Pertanyakan Keputusan P..

25 Februari 2021 14:11
Lokasi Aksi Koboi Oknum Polisi Di Cengkareng Macet, Banyak Warga Nonton
Nusantara

Lokasi Aksi Koboi Oknum Poli..

25 Februari 2021 14:07
Tolak Turunan UU 11/2020 Ciptaker, KSPI Bakal Demo Turun Ke Jalan
Nusantara

Tolak Turunan UU 11/2020 Cip..

25 Februari 2021 13:55
Pelaku Penembakan Di Kafe Kawasan Cengkareng Diduga Oknum Polsek Kalideres
Nusantara

Pelaku Penembakan Di Kafe Ka..

25 Februari 2021 11:08
Kasus Hilangnya Laptop Kontraktor Jepang Tak Dilaporkan PT MRT, Ketua DPRD DKI: Jangan Bilang Tidak Tahu, Saya Tahu Semua!
Nusantara

Kasus Hilangnya Laptop Kontr..

25 Februari 2021 10:36
Satu Anggota TNI Tewas Ditembak Di Kafe Kawasan Cengkareng
Nusantara

Satu Anggota TNI Tewas Ditem..

25 Februari 2021 10:27
Cek Desa-desa Di Jombang, Gubernur Jatim Pastikan PPKM Skala Mikro Berjalan Maksimal
Nusantara

Cek Desa-desa Di Jombang, Gu..

25 Februari 2021 10:17
Video Conference, KSAD Bahas Dukungan Fasilitas Penanganan Covid Kepada Jajaran
Nusantara

Video Conference, KSAD Bahas..

25 Februari 2021 08:47