Nelayan Banyuwangi: Silahkan Datang Ke Watu Dodol Untuk Lihat Budidaya Lobster

Nelayan di Banyuwangi tunjukkan bibit lobster/Net

Nelayan pantai utara (Pantura) Banyuwangi, Jawa Timur, menyesalkan pihak-pihak yang menolak aturan pelarangan penangkapan benih bening lobster (BBL) untuk keperluan budidaya maupun ekspor.

Musriyadi, anggota kelompok nelayan Pesona Bahari di Pantai Watu Dodol, Banyuwangi mengatakan, dia bersama teman-temannya sesama nelayan pantura harus menjadi pengangguran selama penangkapan dan pembudidayaan lobster dilarang.

"Kami semua di sini menangis. Kami kan mencari ikan hanya tiga bulan setahun. Sisanya kami menganggur," kata Musriadi di lokasi budidaya lobster Watu Dodol, Banyuwangi, Sabtu (11/7).

Musriyadi menceritakan, selama itu pula dia harus pontang-panting mencari uang untuk makan.

Bahkan beberapa di antara nelayan ada yang nekat menangkap benih dan bekerja sama dengan penyelundup lobster dengan risiko mereka akan ditangkap aparat.

"Kebijakan menteri yang dulu itu sangat menyengsarakan kami," tegasnya.

Karena itu, dia mendukung kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan era Edhy Prabowo yang mencabut larangan itu. Katanya, kebijakan baru itu sangat dirasakan dia dan kelompoknya.

Dalam kelompok nelayan Pesona Bahari yang beranggotakan sekitar 15 nelayan, kini dia bisa kembali bahu-membahu dengan nelayan lainnya untuk mengelola lobster dengan tetap memperhatikan keberlanjutan krustasea ini.

Musriyadi juga menampik pihak-pihak yang mengatakan bahwa lobster akan punah bila benihnya terus ditangkap.

"Dari jaman kakek saya, benih lobster ditangkap. Dan kami akan terus melestarikannya, Termasuk terumbu karang di sini untuk masa depan anak cucu saya nanti," bebernya.

Ketua Kelompok Nelayan Pesona Bahari, Abdul Aziz, menambahkan, dirinya bersama nelayan Watu Dodol akan mengembalikan 5 persen benih lobster ke alam.

Walaupun, dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan 12/2020 hanya diatur kewajiban pelepasliaran benih lobster sebanyak 2 persen.

"Termasuk lobster bertelur yang ada di keramba akan kami lepas untuk menjaga keberlanjutan," kata Aziz.

Soal pro dan kontra dari aturan pelegalan benih lobster itu, Aziz menantang pihak-pihak yang menolak untuk datang langsung ke pantai dan menyaksikan suka cita nelayan dengan adanya aturan itu.

"Itu kan politik ya. Mereka enggak paham. Kata siapa lobster tidak bisa dibudidaya. Silakan datang ke Watu Dodol," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Cerita Pedagang Martabak, Penerima Bantuan Presiden Untuk Usaha Mikro
Nusantara

Cerita Pedagang Martabak, Pe..

03 Desember 2020 22:25
Penjelasan Rumah Sakit Arjawinangun Soal Kondisi Terkini Bupati Cirebon Imron Usai Positif Covid-19
Nusantara

Penjelasan Rumah Sakit Arjaw..

03 Desember 2020 21:59
Skola Pela, Progam Untuk Menjawab Kesenjangan Pendidikan Anak Di Indonesia
Nusantara

Skola Pela, Progam Untuk Men..

03 Desember 2020 21:15
Ukir Kenangan Indah Akhir Tahun Bersama Pertunjukan Tari 'Hope'
Nusantara

Ukir Kenangan Indah Akhir Ta..

03 Desember 2020 18:23
Satgas Covid-19 Dapat Sumbangan Piringan Hitam Dari Rhoma Irama Dkk, Berisi Lagu Untuk Kampanye Cuci Tangan
Nusantara

Satgas Covid-19 Dapat Sumban..

03 Desember 2020 14:50
Dihadiri Ratusan Warga, Festival Bakar Batu Di Lapangan Yokatapa Papua Berlangsung Aman Dan Kondusif
Nusantara

Dihadiri Ratusan Warga, Fest..

03 Desember 2020 11:29
Tanah Diserobot Perusahaan Tambang, Warga Sandai Ancam Lapor Jokowi
Nusantara

Tanah Diserobot Perusahaan T..

03 Desember 2020 05:47
PKH Tidak Sampai Di Tangan, Warga Brondong Lamongan Minta Kemensos Turun Tangan
Nusantara

PKH Tidak Sampai Di Tangan, ..

03 Desember 2020 04:23