Pemerintah Jangan Hanya Beri Dukungan Pada Maskapai Pembawa Bendera

Tangkapan layar Gurubesa Ilmu Hukum Universitas Atma Jaya, Ida Bagus Rahmadi Supancana ketika menjadi narasumber diskusi virtual "Covid-19 dan Dunia Penerbangan Indonesia" pada Rabu, 8 Juli 2020/RMOL

Salah satu industri yang paling babak belur terpukul pandemik Covid-19 adalah penerbangan. Lumpuhnya industri penerbangan membuat banyak negara memberikan segala macam bantuan dan insentif.

Pemerintah Indonesia sendiri dituntut keras untuk segera memberikan insentif bagi industri penerbangan, terutama maskapai.

Namun, ditekankan oleh Gurubesar Ilmu Hukum Universitas Atma Jaya, Ida Bagus Rahmadi Supancana, insentif tidak bisa hanya diberikan pada maskapai flag carrier atau pembawa bendera semata.

"Jadi negara harus hadir membantu maskapai penerbangan. Dan saya berpendapat, yang dibantu jangan hanya flag carrier atau state-own airlines, tapi juga maskapai lain," ujarnya dalam dikusi virtual "Covid-19 dan Dunia Penerbangan Indonesia" yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Air Power Indonesia pada Rabu (8/7).

Adapun Supancana mengatakan, banyak opsi yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk membantu industri penerbangan.

"Pertama umumnya mereka melakukan bailout (pemberian dana)," terangnya.

Beberapa negara di dunia yang sudah melakukan skema tersebut di antaranya adalah Amerika Serikat, Eropa, hingga Hong Kong.

"Kedua, pemerintah bisa membuat skema tax relief (keringanan pajak) atau tax holiday (cuti pajak) untuk mengurangi beban maskapai," sambungnya.

Selain itu, pemerintah juga bisa membantu maskapai mencarikan investor atau membantu melakukan renegosiasi utang.

"Banyak opsinya tapi spiritnya adalah semua bersama-sama memitigasi. Tidak ada yang hidup dari yang mati," jelasnya.

Supancana mengatakan, insentif bagi industri penerbangan sangat penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga membutuhkan moda penerbangan.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan bisa memandang insentif tersebut secara komprehensif.

"Karena melindungi kepentingan maskapai itu juga melindungi kepentingan tenaga kerja yang bekerja kepada maskapai, juga sektor pendukung seperti travel dan lain sebagainya," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Velix Wanggai: Bangun Papua, Pemerintah Lakukan Pendekatan Berbasis Adat
Nusantara

Velix Wanggai: Bangun Papua,..

05 Desember 2020 16:42
Hujan Intensitas Sedang Hingga Tinggi Berpotensi Terjadi Di Jabar Dan Sumut, BMKG Himbau Warga Waspada
Nusantara

Hujan Intensitas Sedang Hing..

05 Desember 2020 15:59
Banjir Kota Medan Sempat Merendam Ribuan Rumah Dan Puluhan Hektar Sawah
Nusantara

Banjir Kota Medan Sempat Mer..

05 Desember 2020 14:07
Terpilih Sebagai Wakil Ketua C40 Cities, Anies Baswedan Akan Memberi Arahan Strategis Pemulihan Ekonomi Kota Akibat Pandemi
Nusantara

Terpilih Sebagai Wakil Ketua..

05 Desember 2020 13:39
Jadi Jurkam ESA, Waketum AMPG Optimis Bengkalis Akan Jauh Lebih Baik
Nusantara

Jadi Jurkam ESA, Waketum AMP..

05 Desember 2020 13:18
PPK Kemayoran Komitmen Rawat 3 Relief Bandara Jejak Sejarah Penerbangan Indonesia
Nusantara

PPK Kemayoran Komitmen Rawat..

05 Desember 2020 10:17
Doni Monardo Kunjungi Kawasan Konservasi Nusakambangan, Pastikan Ekosistem Alam Terjaga
Nusantara

Doni Monardo Kunjungi Kawasa..

05 Desember 2020 10:10
Proyek Menantu Jokowi Pernah Bikin Warga Sukabumi Banjir Lumpur, Don Adam: Lalu Mau Kau Pindahkan Ke Medan?
Nusantara

Proyek Menantu Jokowi Pernah..

05 Desember 2020 09:55