Kapasitas Penumpang Diubah Jadi 70 Persen, IDI: Keputusan Kemenhub Seharusnya Tetap Jaga Jarak

Ketua Satgas Covid-19 IDI, Zubairi Djoerban/RMOL

Batasan penumpang transportasi umum sebesar 50 persen di masa pandemik Covid-19 dihapus aturannya oleh Kementerian Perhubungan melalui Peraturan Menteri Perhubungan 41/2020.

Kebijakan ini mendapatkan kritik dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menilai langkah pemerintah tidak tepat.

Zubairi Djoerban selaku Ketua Satgas Covid-19 IDI menyatakan, beleid yang dikeluarkan Menhub Budi Karya Sumadi tersebut seharusnya mempertimbangkan dan memperhatikan data perkembangan penanganan Covid-19.

"Kalau sekarang angka kematiannya masih belum turun banget, dan kemudian jumlah kenaikannya tinggi banget, ya nanti dulu mestinya," ujar Zubairi Djoerban saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/6).

Penghapusan batas penumpang yang sebesar 50 persen menjadi 70 persen, menurut gurugesar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, beririsan dengan kebijakan tatanan hidup baru atau new normal yang mulai diterapkan pemerintah.

"Jadi ini memang serba sulit bagi pemerintah, kalau di satu pihak masih naik tapi di satu pihak yang lain dari sisi ekonomi mendapatkan kesulitan berat," ungkapnya.

Akan tetapi, Zubairi Djoerban meminta pemerintah tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan masyarakat, meskipun di sisi yang lain sektor ekonomi harus tetap berjalan juga.

Oleh karena itu, dia tidak sepakat dengan langkah pemerintah dalam hal penghapusan batasan penumpang transportasi umum.

"Artinya ya harus pakai masker, jaga jarak, enggak boleh berkerumun dan kendaraan umum harus diawasi banget. Kan sekarang ini diganti kebijakan yang di 50 persen sudah dibatalkan. Tapi sebetulnya keputusan menteri perhuhungan tetap harus jaga jarak," tegas Zubairi Djoerban.

"Tetap harus pakai masker, dan sebetulnya judulnya harusnya jangan dibatalkan yang itu (kapasitas 50 persen kendaraan umum), judulnya tetap harus jaga jarak," pungkasnya menambahkan.

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Bioskop Dan Pusat Kebugaran Di DKI Masih Ditutup Hingga 13 Agustus
Nusantara

Bioskop Dan Pusat Kebugaran ..

04 Agustus 2020 11:49
Bansos Tahap 5 Telah Didistribusikan, Ketua DPRD DKI: Semoga Tepat Sasaran Dan Bermanfaat
Nusantara

Bansos Tahap 5 Telah Didistr..

04 Agustus 2020 11:29
Tujuan Gage Di Masa Pandemik Berbeda Dengan Saat Masih Normal
Nusantara

Tujuan Gage Di Masa Pandemik..

04 Agustus 2020 10:47
Dinilai Lakukan Pelanggaran, Nadiem Makarim Diadukan Mahasiswa Unnes Ke Komnas HAM
Nusantara

Dinilai Lakukan Pelanggaran,..

04 Agustus 2020 10:39
Ini Alasan Pemkot Bandung Belum Izinkan Tempat Hiburan Malam Kembali Dibuka
Nusantara

Ini Alasan Pemkot Bandung Be..

04 Agustus 2020 10:19
Menutup Rumah Sakit Bukan Solusi Hentikan Penyebaran Covid-19
Nusantara

Menutup Rumah Sakit Bukan So..

04 Agustus 2020 08:50
Youtube Hapus Video Kontroversial Soal Obat Corona
Nusantara

Youtube Hapus Video Kontrove..

04 Agustus 2020 04:59
Ridwan Kamil: Pasien Sembuh Di Jabar Lebih Tinggi Dibandingkan Positif Covid-19
Nusantara

Ridwan Kamil: Pasien Sembuh ..

04 Agustus 2020 04:45