Menabung 15 Tahun, Tukang Parkir Di Boyolali Batal Berangkat Haji Tahun Ini

Sri Suharto/RMOL

Pandemik virus corona baru atau Covid-19 yang tak berkesudahan, membuat pemerintah Indonesia menangguhkan perjalanan ibadah haji tahun 2020.

Keputusan itu pun dirasa sangat berat bagi Sri Suharto, warga Sawahan, Ngemplak, Boyolali hanya bisa pasrah saat impiannya bisa naik haji bersama istrinya, Suminem tahun ini terpaksa harus ditunda.

Meski tahun ini keberangkatannya tertunda, namun Sri Suharto dan Sumini tetap berfikir positif dan menerima semua ketetapan Allah dengan lapang dada, pasrah dan ikhlas.

"Jika saat ini dibatalkan dari pemerintah ya Alhamdulillah saya tidak apa-apa. Ikhlas lahir batin," ujar Sri Suhartono dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng, Kamis  (4/6).  

Sri Suharto yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang tukang parkir ini, berketetapan hati ingin menunaikan rukun Islam  ke 5, yakni naik haji.

Untuk mewujudkan mimpinya, Sri Suharto rela menyisihkan sedikit dari penghasilannya untuk ditabung.

Rupiah demi rupiah dikumpulkannya hingga lebih dari 15 tahun lamanya. Hingga akhirnya di tahun 2011 dirinya bersama sang istri mendaftarkan diri untuk bisa berangkat haji.

Pria kelahiran 30 Mei 1964 ini akhirnya bisa melunasi biaya perjalanan haji berdua dengan istrinya masing-masing sekitar Rp 36 juta.

Tidak semua penghasilan ditabung. Sebagian untuk biaya makan, sebagian lagi ditabung untuk biaya naik haji.  

Jika dalam sehari mendapatkan Rp 100 ribu, Rp 75 ribu untuk biaya tabungan haji dan sisanya Rp 25 ribu untuk makan sehari-hari. Kerja sebagai tukang parkir dimulai dari jam 12 siang hingga jam 9 malam.

Setidaknya dalam sebulan mampu menyisihkan Rp 500 - Rp 1 juta. Dirinya rela makan seadanya agar bisa menyisihkan uang untuk biaya berhaji.

"Selama 15 tahun saya nabung pingin berangkat haji bareng istri. Alhamdulillah bulan Februari kemarin sudah lunas. Bahkan dari tabungan haji itu masih ada sisa Rp. 7 juta," ucapnya dengan menahan tangis.

Sri Suharto juga menyebut dirinya pernah menjalankan ibadah umroh tahun 2014 lalu. Dia berangkat sendiri tanpa ditemani sang istri. Dari pengakuannya sebenarnya ingin mengajak serta istrinya untuk berangkat umroh.

"Tapi sangune mboten enten yen (biayanya belum cukup) sekalian," jelas Sri Suharto.

Tak patah semangat dirinya tetap berupaya agar bisa berangkat haji bersama istri. Mengumpulkan rupiah agar bisa melunasi biaya haji. Tak lupa setiap waktu memanjatkan doa agar dirinya bersama istri bisa berangkat haji.

"Pokoknya saya habis sholat itu, doa ke Allah, duh gusti semoga aku sekalian bisa haji ketempat ibadah suci ke Mekkah Madinah, aku minta rezeki yang halal, habis sholat selalu membaca doa labaikallah humma la baik, mohon ampun dari Allah," terangnya.  

Dirinya mengaku selama menjalani pekerjaan sebagai juru parkir, banyak orang yang memberi rejeki. Kebanyakan mereka memberi uang parkir lebih dan kembaliannya tidak pernah diminta.

"Banyak itu yang parkir susukannya (kembalian) tidak mau nerima, dikasihkan sama saya. Parkir motor Rp 2000, kasih Rp 5000. Parkir mobil Rp 3000, dikasih Rp 10.000 itu sering terjadi," ungkapnya.

Sri Suharto sebenarnya mengaku minder, karena dirinya dan istri hanyalah orang biasa. Sedangkan rombongan haji yang akan berangkat kebanyakan orang berlebih. Pegawai, pedagang, saudagar. Namun istrinya selalu memberi semangat kepadanya.

"Pokoknya awake dewe ra ndue sangu yo wes ben, niat ingsun ibadah, pengen selamat dunia akhirat (pokoknya kita nggak punya uang biarlah. Niat kita ibadah, biar selamat dunia akhirat. Itu kata istri saya," paparnya.

Saat ini meski keberangkatan hajinya terpaksa ditunda, menurutnya itu bagian dari ujian kesabaran.

Sambil menunggu keputusan dari pemerintah dirinya hanya berharap agar Allah selalu memberikan perlindungan dan keselamatan bagi dirinya dan istrinya juga keluarganya.

Kolom Komentar


Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Waspada!! Gunung Merapi Menggelembung

Sabtu, 11 Juli 2020

Artikel Lainnya

Kasus Pungli, Polisi Tersangkakan Dua Pegawai Disdukcapil Kabupaten Cirebon
Nusantara

Kasus Pungli, Polisi Tersang..

15 Juli 2020 00:55
Bidik Kalangan Milenial, Azizah Maruf Amin Goda Raffi Ahmad Jadi Wakilnya Di Pilkada Tangsel
Nusantara

Bidik Kalangan Milenial, Azi..

15 Juli 2020 00:25
Update Klaster Secapa TNI AD, 165 Personel Negatif Corona
Nusantara

Update Klaster Secapa TNI AD..

15 Juli 2020 00:02
PPDB DKI Berjalan Baik, Komisi E Sarankan Penempatan Guru Dilakukan Rotasi
Nusantara

PPDB DKI Berjalan Baik, Komi..

14 Juli 2020 22:51
Imbauan MUI Dalam Pelaksanaan Hari Raya Kurban
Nusantara

Imbauan MUI Dalam Pelaksanaa..

14 Juli 2020 22:30
Kepala Bappeda Jatim Wafat Terpapar Corona, Gubernur Khofifah: Kita Semua Berduka
Nusantara

Kepala Bappeda Jatim Wafat T..

14 Juli 2020 22:01
Anak Buah Anies Pastikan Tidak Ada Jual Beli Kursi Kosong
Nusantara

Anak Buah Anies Pastikan Tid..

14 Juli 2020 21:33
Prasetio Edi Minta Karang Taruna Ikut Kampanyekan Protokol Kesehatan
Nusantara

Prasetio Edi Minta Karang Ta..

14 Juli 2020 20:51