Seorang Sopir Bus Rute Jakarta-Cirebon Terjangkit Covid-19

Ilustrasi test Covid-19/Net

Seorang warga Kabupaten Majalengka yang keseharian bekerja sebagai sopir bus terkonfirmasi positif terjangkit virus corona baru (Covid-19).

Juru bicara Covid-19 Kabupaten Majalengka Alimudin menyatakan bahwa identitas pasien berasal dari Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, dinyatakan positif terpapar Covid-19  saat bekerja menjadi sopir bus.

“Ya kalau profesinya sebagai sopir bus,” ujar Alimudin, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin malam (1/6).

Ali menjelaskan kronologis tertularnya pasien tersebut. Diduga pasien tersebut tertular saat menjadi sopir bus rute Rajagaluh- Cirebon-Jakarta.


“Pada tanggal 21 Mei 2020 kemarin, seperti biasanya ia membawa penumpang yang hendak ke Jakarta bersama kondekturnya. Namun saat tiba di Kabupaten Karawang, karena khawatir terjaring razia jelang lebaran, dia memilih putar balik ke Cirebon. Tujuannya hanya untuk membuat persyaratan keterangan sehat yang belum dimilikinya,” ucap Alimudin yang juga Kadinkes Kabupaten Majalengka.

Ali melanjutkan, sopir bus tersebut memeriksakan kesehatannya di RS Mitra Plumbon Cirebon. Tapi hasil rapid test menunjukkan reaktif dan disarankan untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya, dengan pemantuan oleh surveilans Puskesmas Rajagaluh.

“Nah, pada rapid test kedua pada tanggal 30 Mei 2020, hasilnya juga kembali reaktif,” paparnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, sambung ali, tim Covid-19 Majalengka langsung turun tangan melakukan pemeriksaan menggunakan tes polymerase chain reaction (PCR), bekerjasama dengan Laboratorim Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Djati Cirebon.

“Tadi sore baru keluar, hasil pemeriksaan dianogsis Covid-19, yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19,” terangnya.

Untuk hal itu, Ali langsung membawa pasien untuk mendapatkan perawatan secara intensif di RSUD Majalengka.

“Ya kita langsung lakukan isolasi di RSUD Majalengka,” ungkapnya.

Selanjutnya, pihaknya akan mengerahkan tim medis untuk mendatangi rumah pasien dalam rangka melakukan tes terhadap para anggota keluarga yang berkontak fisik langsung dengan menggunakan swab test.

“Kalau keluarganya besok kita langsung periksa melalui PCR, tidak lagi rapid test. Ada sekitar 5 orang yang kita akan periksa di antaranya isteri, anaknya, saudara dan yang pernah kontak dengannya,” imbuhnya.

Kolom Komentar


Video

Negara yang Ditakuti Yahudi di Timur Tengah Cuman Dua, Iran dan Turki

Rabu, 16 September 2020
Video

Orang Yahudi Bikin Terowongan untuk Beribadah di Bawah Masjid Al-Aqsa

Rabu, 16 September 2020

Artikel Lainnya

Tingkatkan Pemahaman Penanganan Tanggap Darurat, PMI Cirebon Beri Pelatihan Bagi Masyarakat
Nusantara

Tingkatkan Pemahaman Penanga..

18 September 2020 21:54
Tidak Patut Dicontoh, Oknum Anggota FKDM Paksa Makan Di Tempat  Secara Arogan
Nusantara

Tidak Patut Dicontoh, Oknum ..

18 September 2020 20:37
Berkas Lengkap, Hendi-Ita Siap Lawan Kotak Kosong Di Pilwakot Semarang
Nusantara

Berkas Lengkap, Hendi-Ita Si..

18 September 2020 19:40
Cegah Klaster Perkantoran, Perusahaan Diminta Laporkan Kasus Positif Covid-19 Di Lingkungan Kerja
Nusantara

Cegah Klaster Perkantoran, P..

18 September 2020 19:20
Pemerintah Sudah Siapkan Teknis Pemindahan Dana Taperum PNS, Tapera 2021 Siap Beroperasi
Nusantara

Pemerintah Sudah Siapkan Tek..

18 September 2020 19:02
Dari 'Warga Miskin Amerika' Hingga Jadi Istri Gubernur, Kunci Atalia Kamil: Bersyukur
Nusantara

Dari 'Warga Miskin Amerika' ..

18 September 2020 16:11
Bareng Deddy Corbuzier Dan Ryan D'Masiv, MRT Jakarta Sosialisasi Gerakan Peduli 3M
Nusantara

Bareng Deddy Corbuzier Dan R..

18 September 2020 15:27
Konferensi Besar GP Ansor Di Sulut Dibuka Presiden, Gubernur Olly Sampaikan Pentingnya Kerukunan Dan Sinergisitas
Nusantara

Konferensi Besar GP Ansor Di..

18 September 2020 15:25