BIN Serahkan Bantuan Peralatan Medis Penanganan Covid-19 Untuk RS Persahabatan

Bantuan alat kesehatan dari BIN untuk RS Persahabatan/Net

Badan Intelijen Negara (BIN) terus memaksimalkan upaya untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam melakukan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 atau virus corona baru.

Salah satu bukti nyata yang ditunjukan BIN, dengan memberikan bantuan berupa 2 unit alat polymerase chain reaction (PCR) dan alat kesehatan lainnya ke RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.

RSUP Persahabatan merupakan rumah sakit rujukan yang sejak awal menangani pasien corona. Dalam hal ini, BIN juga memberikan catridge PCR sebanyak 2000 unit, alat digital ronsen sebanyak 2 unit dan masker N95 sebanyak 234 box.

Penyerahan dari Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan itu diwakili oleh Staf Khusus Kepala BIN, Meyjen TNI Suyanto di RSUP Persahabatan, Selasa (26/5).

"Jadi ada catridge PCR sebanyak 2000 unit dan alat PCR sebanyak 2 unit. Selain itu kita juga menyerahkan alat digital ronsen sebanyak 2 unit dan masker N 95 sebanyak 234 box," kata Mayjen TNI Suyanto.

Suyanto menyampaikan instruksi Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, pasalnya pemberian alat kesehatan tersebut diharapkan mampu melakukan pendeteksian secara massal sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo.

"Ini sesuai instruksi dari Kepala BIN, selain di RSUP Persahabatan, Kita juga berikan di RS lain juga. Diharapkan tentunya penanganan Covid 19 bisa cepat diselesaikan dan terdeteksi dengan cepat," ujar Suyanto.

Pada kesempatan itu, Direktur utama RSUP Persahabatan, Rita Rogayah mengapresiasi pemberian bantuan dari BIN tersebut.

Menurutnya, sebelum adanya bantuan ini, pihaknya membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien Covid-19.

"Seperti kita ketahui kalau pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) itu kalau tidak kita lakukan sendiri di rumah sakit, kita harus menunggu cukup lama," tutur Rita saat menerima bantuan BIN tersebut.

Untuk saat ini, Rita mengungkapkan, RSUP Persahabatan telah menangani 90 hingga 100 pasien Covid-19. Oleh sebab itu, bantuan itu sangat dibutuhkan dalam rangka penanganan pasien yang cepat.

"Dengan ini, kami bisa melakukan pemeriksaan lansung, tanpa perlu merujuk ke RS lain. Sehingga kami bisa dengan cepat memberikan pelayanan kepada pasien," pungkas Rita.

Kolom Komentar


Video

Negara yang Ditakuti Yahudi di Timur Tengah Cuman Dua, Iran dan Turki

Rabu, 16 September 2020
Video

Orang Yahudi Bikin Terowongan untuk Beribadah di Bawah Masjid Al-Aqsa

Rabu, 16 September 2020

Artikel Lainnya

Jabar Perketat AKB, Tak Ada Lagi Basa-basi Untuk Pelanggar Protokol Kesehatan
Nusantara

Jabar Perketat AKB, Tak Ada ..

19 September 2020 02:16
Tingkatkan Pemahaman Penanganan Tanggap Darurat, PMI Cirebon Beri Pelatihan Bagi Masyarakat
Nusantara

Tingkatkan Pemahaman Penanga..

18 September 2020 21:54
Tidak Patut Dicontoh, Oknum Anggota FKDM Paksa Makan Di Tempat  Secara Arogan
Nusantara

Tidak Patut Dicontoh, Oknum ..

18 September 2020 20:37
Berkas Lengkap, Hendi-Ita Siap Lawan Kotak Kosong Di Pilwakot Semarang
Nusantara

Berkas Lengkap, Hendi-Ita Si..

18 September 2020 19:40
Cegah Klaster Perkantoran, Perusahaan Diminta Laporkan Kasus Positif Covid-19 Di Lingkungan Kerja
Nusantara

Cegah Klaster Perkantoran, P..

18 September 2020 19:20
Pemerintah Sudah Siapkan Teknis Pemindahan Dana Taperum PNS, Tapera 2021 Siap Beroperasi
Nusantara

Pemerintah Sudah Siapkan Tek..

18 September 2020 19:02
Dari 'Warga Miskin Amerika' Hingga Jadi Istri Gubernur, Kunci Atalia Kamil: Bersyukur
Nusantara

Dari 'Warga Miskin Amerika' ..

18 September 2020 16:11
Bareng Deddy Corbuzier Dan Ryan D'Masiv, MRT Jakarta Sosialisasi Gerakan Peduli 3M
Nusantara

Bareng Deddy Corbuzier Dan R..

18 September 2020 15:27