Masa Tahanannya Selesai, Kivlan Zen Bahagia Bisa Berlebaran Di Rumah Bersama Keluarga

Mayor Jenderal (Purn) TNI, Kivlan Zen (pakai masker)/Net

Terdakwa kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Mayor Jenderal (Purn) TNI, Kivlan Zen mengaku senang bisa merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah bersama keluarga di rumah setelah massa penahanannya telah habis.

Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta mengatakan, Kivlan Zen telah berada di rumah sejak Desember 2019. Pada saat itu, ia menjadi tananan rumah.

Namun, pada 2 Mei 2020 kemarin kata Tonin, kivlan sudah tidak lagi menjadi tananan rumah lantaran masa penahanannya telah habis.

"Jadi dia pokoknya tangal 29 Mei/30 Mei di tahan, tanggal 2 Mei (2020) sudah habis," ucap Tonin Tachta kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/5).

"Nah itu berapa? Setahun kurang kan. Jadi setahun aja, tapi di dalam itu kan ada dia di bantarkan sekitar September-Desember, jadi 3 bulan (penahanan di bantarkan), jadi sekitar 8 bulan (sudah ditahan)," jelasnya.

Penahanan itu diketahui saat mulai proses hukum di Kepolisian, di Kejaksaan hingga di Pengadilan yang kini masih berjalan.

"Sehak Desember penjaranya kan di rumah gitu, gak boleh keluar rumah kan gitu sampai 2 Mei. Nah habis itu sudah habis waktunya gak usah ditahan lagi, nah sekarang mau kemana saja sudah boleh. Cuma sekarang masih terdakwa," katanya.

Sementara itu, Mayjen (Purn) TNI, Kivlan Zen mengaku bahagia karena lebaran tahun ini bisa berkumpul dengan keluarga di rumahnya. Hal itu berbeda pada tahun sebelumnya.

"Oh saya bahagia sekali, bahagia sekali berada di tengah-tengah keluarga, di tengah-tengah teman-teman, pengacara semuanya. Ya saya sangat-sangat bahagia dan saya sangat bersyukur, dibandingkan dulu kan saya di dalam tahanan," ucap Kivlan Zen.

Namun demikian, perkara kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menimpa dirinya masih terus berlanjut. Kivlan memberikan kepercayaan penuh kepada tim kuasa hukumnya untuk membantah dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Pasti semua terbantahkan apa yang dituduhkan ke saya. Bebas yang sempurna itu nanti pada saat ketuk palu hakim bahwa saya tidak terbukti melakukan hal-hal yang dituduhkan," katanya.

"Nah bebasnya itu lebih bahagia 100 persen, kalau sekarang saya masih 75 persen bahagia saya, 25 persen lagi itu bahagianya nanti bagaimana pak Tonin menyelesaikan (perkara di pengadilan)," pungkas Kivlan.

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

32 Pengawas TPS Reaktif Covid-19, Bawaslu Minta Saksi Dirapid Test
Nusantara

32 Pengawas TPS Reaktif Covi..

02 Desember 2020 04:44
854 Surat Suara Rusak, KPU Tangsel Bakal Musnahkan H-1 Pencoblosan
Nusantara

854 Surat Suara Rusak, KPU T..

02 Desember 2020 04:23
Tidak Bisa Bayar Biaya RS, Keluarga Pasien Diminta Tandatangani Positif Covid-19
Nusantara

Tidak Bisa Bayar Biaya RS, K..

02 Desember 2020 03:55
Walikota Salatiga Ingatkan Dokter ASN Tak 'Ngamen' Lama-lama Di RS Swasta
Nusantara

Walikota Salatiga Ingatkan D..

02 Desember 2020 02:52
Ada Penambahan Kasus Positif Dan Meninggal, Tangerang Selatan Kembali Jadi Zona Merah Covid-19
Nusantara

Ada Penambahan Kasus Positif..

02 Desember 2020 01:29
Ikatan Sarjana Katolik Indonesia Kutuk Teror Pembunuhan Di Sigi
Nusantara

Ikatan Sarjana Katolik Indon..

02 Desember 2020 01:02
Positif Covid-19, Wagub DKI: Doa-doa Orang Terdekat Jadi Penyemangat Saya
Nusantara

Positif Covid-19, Wagub DKI:..

02 Desember 2020 00:00
Pemerintah Pangkas 3 Hari Libur Akhir Tahun, Ini Rincian Tanggalnya
Nusantara

Pemerintah Pangkas 3 Hari Li..

01 Desember 2020 23:09