Tekan Harga Gula, Bulog Gandeng Rekor Dan KPP Gelar Operasi Pasar

Ketua Umum Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor), Abdul Rosyid Arsyad (kemeja merah) dan Direktur Komersial Bulog, Mansyur (kemeja putih)/Istimewa

Mahalnya harga gula pasir di pasaran membuat Badan Urusan Logistik (Bulog) menggandeng Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor) seluruh Indonesia untuk menggelar operasi pasar.

"Diketahui saat ini harga gula di pasaran sudah mencapai Rp 18 ribu per kilo. Oleh karena itu kami bersama rumah ekonomi rakyat, melakukan operasi pasar ini untuk menekan harga gula pasir," kata Direktur Komersial Bulog, Mansur saat melakukan operasi pasar di Pasar Kalimalang, Cakung Barat, Jakarta Timur, Kamis (21/5).

Mansur menjelaskan, dalam operasi pasar kali ini, pihaknya menurunkan puluhan ton ke satu pasar dan 150 ton gula kepada Rekor setiap harinya untuk dipasarkan kepada seluruh masyarakat Jakarta dan Banten.

"Kami harap dengan operasi ini dapat menurunkan dan menstabilkan harga gula," tegasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor) yang juga Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP), Abdul Rosyid Arsyad akan memasarkan gula pasir milik Bulog tersebut melalui anggota Rekor yang saat ini sudah tersebar di beberapa wilayah Jakarta dan Banten, termasuk pasar tradisional.

"Ribuan anggota ini yang nantinya akan menjadi ujung tombak penstabilan harga gula dengan cara menjual langsung dari rumah anggota Rekor, kami keliling ke pasar, ke warga, ke agen/toko sekaligus pemesanan bisa lewat WA Center rumah ekonomi rakyat (rekor) 08211 235 3232 / 08577 2127 217," jelas Rosyid.

Penjualan juga dilakukan di website www.rumahekonomirakyat.id dan rekor.co.id atau bisa langsung datang ke kantor Rekor di Jalan Tipar Cakung RT09/RW07 depan Pasar Kalimalang Cakung Barat, Jakarta Timur. Penjualan pun dilakukan kepada penjual maupun konsumen langsung dengan harga lebih murah.

"Selain gula dari Bulog, kami sedang buat kemasan merk sendiri dengan nama Gula Saya. Seluruh gula berasal dari berbagai sumber produksi dengan harga Rp 12.400 bentuk kemasan per kilogram. Selain gula pasir, Rekor juga menjual beras, terigu, bawang putih, minyak goreng dan daging," tutup Rosyid.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Nadiem Minta Maaf, Berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI Bergabung Program POP

Selasa, 28 Juli 2020
Video

Jokowi: Saya Tidak Tahu Sebabnya Apa, Minggu-minggu Terakhir Ini Masyarakat Khawatir Covid-19

Senin, 03 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Bioskop Dan Pusat Kebugaran Di DKI Masih Ditutup Hingga 13 Agustus
Nusantara

Bioskop Dan Pusat Kebugaran ..

04 Agustus 2020 11:49
Bansos Tahap 5 Telah Didistribusikan, Ketua DPRD DKI: Semoga Tepat Sasaran Dan Bermanfaat
Nusantara

Bansos Tahap 5 Telah Didistr..

04 Agustus 2020 11:29
Tujuan Gage Di Masa Pandemik Berbeda Dengan Saat Masih Normal
Nusantara

Tujuan Gage Di Masa Pandemik..

04 Agustus 2020 10:47
Dinilai Lakukan Pelanggaran, Nadiem Makarim Diadukan Mahasiswa Unnes Ke Komnas HAM
Nusantara

Dinilai Lakukan Pelanggaran,..

04 Agustus 2020 10:39
Ini Alasan Pemkot Bandung Belum Izinkan Tempat Hiburan Malam Kembali Dibuka
Nusantara

Ini Alasan Pemkot Bandung Be..

04 Agustus 2020 10:19
Menutup Rumah Sakit Bukan Solusi Hentikan Penyebaran Covid-19
Nusantara

Menutup Rumah Sakit Bukan So..

04 Agustus 2020 08:50
Youtube Hapus Video Kontroversial Soal Obat Corona
Nusantara

Youtube Hapus Video Kontrove..

04 Agustus 2020 04:59
Ridwan Kamil: Pasien Sembuh Di Jabar Lebih Tinggi Dibandingkan Positif Covid-19
Nusantara

Ridwan Kamil: Pasien Sembuh ..

04 Agustus 2020 04:45