PA 212: Kejadian Habib Bahar Dan Habib Umar Adalah Perbedaan Perlakuan Bagi Ulama Dan Pejabat Dalam Hukum

Mujahid 212, Novel Bamukmin/Net

Diskriminasi hukum dinilai kembali terjadi terhadap ulama yang melakukan pelanggaran terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebelumnya, ulama Habib Bahar bin Smith dicabut asimilasinya dan dipindahkan ke Lapas Klas 1 Nusakambangan.

Kini kembali terjadi atas dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Surabaya terhadap Habib Umar Assegaf, ulama asal Bangil, seperti video yang viral di media sosial.

Atas insiden itu, Persaudaraan Alumni (PA) 212) mengecam keras atas tindakan kekerasan tersebut. PA 212 meminta aparat kepolisian untuk menangkap oknum Satpol PP tersebut dan menyampaikan permohonan maaf lantaran umat Islam sudah marah.

Padahal, aturan PSBB dinilai tidak jelas. Apalagi sanksi yang diberikan kepada pelanggar PSBB juga dinilai tidak adil lantaran seorang pejabat yang melakukan hal serupa tidak dikenakan sanksi.

"Aturan PSBB tidak jelas aturan hukumnya dan sangsinya karena PSBB sendiri sudah gagal, bahkan pelanggar PSBB berat adalah para oknum pejabat yang telah melakukan konser virtual," ucap Mujahid 212, Novel Bamukmin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/5).

"Dan konser itu telah melukai umat Islam ditengah mereka lagi khusus beribadah di sepuluh hari terakhir dan wujud permintaan maaf adalah jelas bahwa tindakan itu telah salah yang telah melanggar hukum," imbuhnya.

Diskriminasi hukum ini, kata Novel, semakin terlihat karena adanya perbedaan perlakuan hukum terhadap ulama dengan pejabat negara.

"Dari sini jelas diskriminasi hukum beda banget perlakuan ulama dengan pejabat yang jelas melanggar hukum dengan terang terangan," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Jakarta Belum Siap, New Normal Bisa Berubah Jadi Bom Waktu
Nusantara

Jakarta Belum Siap, New Norm..

28 Mei 2020 06:24
Pengusaha Hadapi Kesulitan Finansial, APPBI: Paling Parah Karyawan Mal Yang Tidak Bisa Bekerja
Nusantara

Pengusaha Hadapi Kesulitan F..

28 Mei 2020 05:25
Walikota Palembang Pastikan Warganya Siap Terapkan Kebijakan New Normal
Nusantara

Walikota Palembang Pastikan ..

28 Mei 2020 03:30
Tidak Ada  Penambahan Penutupan Jalan Jelang New Normal Kota Semarang
Nusantara

Tidak Ada Penambahan Penutu..

28 Mei 2020 01:53
Kasad Jenderal Andika Hadiri Indo-Pasific Landpower Conference 2020 Bahas Pandemik Covid-19
Nusantara

Kasad Jenderal Andika Hadiri..

27 Mei 2020 23:23
Bertemu Pimpinan DPR, HMS Center Minta Pemerintah Lindungi Produsen Jamu Lokal
Nusantara

Bertemu Pimpinan DPR, HMS Ce..

27 Mei 2020 21:09
Paguyuban Orang Tua Murid: Pembelajaran Daring Saat Pandemik Merepotkan
Nusantara

Paguyuban Orang Tua Murid: P..

27 Mei 2020 19:00
BIN Serahkan Bantuan Peralatan Medis Penanganan Covid-19 Untuk RS Persahabatan
Nusantara

BIN Serahkan Bantuan Peralat..

27 Mei 2020 18:30