Tolak Dijemput Paksa, Pasien Positif Covid-19 Di Tasik Mengamuk Ke Petugas

Situasi panas terjadi saat petugas berpakaian APD lengkap akan menjemput paksa seorang pasien positif corona di Kota Tasikmalaya/RMOLJabar

Seorang pasien positif Covid-19 yang dijemput paksa Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mengamuk. Pasien berinisial A berjenis kelamin laki-laki tersebut tak mau dijemput untuk diisolasi di rumah sakit.

Adu mulut pun terjadi saat petugas yang mengenakan APD lengkap akan menjemput A di rumahnya. Keluarga A tak terima adanya penjemputan, karena A sudah menjalani tes swab mandiri dan hasilnya negatif. Namun, hasil tes swab pemerintah yang dilakukan sebelum tes swab mandiri, datangnya terlambat dan hasilnya positif.

A yang warga Kecamatan Tawang ini mengaku, kondisinya sehat karena sebelumnya sudah menjalani isolasi di Rumah Sakit swasta di Kota Tasikmalaya. Dirinya tidak terima, dan tak henti-hentinya memperlihatkan surat sehat dari rumah sakit, sambil melontarkan kata-kata kasar.

“Saya sehat, ini bukti suratnya. Dasar garoblog,” kata A kepada petugas.

Pantauan Kantor Berita RMOLJabar di lokasi, ketegangan terjadi karena pasien tak henti-hentinya berteriak. Memancing warga dan pengguna jalan yang penasaran berkerumun di sekitar lokasi penjemputan. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, petugas gabungan TNI-Polri bersiaga di lokasi.

Meski sempat menolak, pasien positif Covid-19 tersebut akhirnya bersedia untuk dijemput untuk melakukan isolasi di rumah sakit.

Wakil Walikota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan penjemputan paksa, karena pasien tersebut harus segera diisolasi.

“Ya kita katakan ini upaya jemput paksa, karena ini riskan untuk warga sekitar,” kata Muhammad Yusuf, ditemui usai penjemputan paksa, Jumat (15/5).

Menurut Yusuf, pihaknya akan men-tracing atau melacak orang-orang yang sudah kontak dengan A, terutama keluarganya. Dengan penjemputan paksa, pihaknya berharap tidak ada lagi penyebaran virus, karena grafik kasus Covid-19 sudah mulai membaik.

“Ini mudah-mudahanlah tidak melebar ke mana mana, karena kondisi kita sudah cukup membaik,” ucap Yusuf.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, berharap A benar-benar negatif. Namun jika sampai positif, pihaknya akan melakukan tracing ke seluruh warga setempat khususnya keluarganya.

“Ya mudah-mudahan negatif, jika positif kita akan tracing,” singkat Uus.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Waspada!! Gunung Merapi Menggelembung

Sabtu, 11 Juli 2020

Artikel Lainnya

Kasus Pungli, Polisi Tersangkakan Dua Pegawai Disdukcapil Kabupaten Cirebon
Nusantara

Kasus Pungli, Polisi Tersang..

15 Juli 2020 00:55
Bidik Kalangan Milenial, Azizah Maruf Amin Goda Raffi Ahmad Jadi Wakilnya Di Pilkada Tangsel
Nusantara

Bidik Kalangan Milenial, Azi..

15 Juli 2020 00:25
Update Klaster Secapa TNI AD, 165 Personel Negatif Corona
Nusantara

Update Klaster Secapa TNI AD..

15 Juli 2020 00:02
PPDB DKI Berjalan Baik, Komisi E Sarankan Penempatan Guru Dilakukan Rotasi
Nusantara

PPDB DKI Berjalan Baik, Komi..

14 Juli 2020 22:51
Imbauan MUI Dalam Pelaksanaan Hari Raya Kurban
Nusantara

Imbauan MUI Dalam Pelaksanaa..

14 Juli 2020 22:30
Kepala Bappeda Jatim Wafat Terpapar Corona, Gubernur Khofifah: Kita Semua Berduka
Nusantara

Kepala Bappeda Jatim Wafat T..

14 Juli 2020 22:01
Anak Buah Anies Pastikan Tidak Ada Jual Beli Kursi Kosong
Nusantara

Anak Buah Anies Pastikan Tid..

14 Juli 2020 21:33
Prasetio Edi Minta Karang Taruna Ikut Kampanyekan Protokol Kesehatan
Nusantara

Prasetio Edi Minta Karang Ta..

14 Juli 2020 20:51