PSBB Larang Ojek Online Angkut Penumpang, Bagaimana Nasib Para Ojol?

Ilustrasi/Net

. Semakin berat saja tantangan yang harus dihadapi ojek online di tengah wabah virus corona.

Sejak diberlakukannya bekerja dari rumah (WFH), belajar dan mengajar dari rumah, serta jaga jarak aman, jumlah penumpang ojek online turun drastis dan menghantam perekonomian para ojol.

Kini, pemerintah menetapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi membendung penyebaran virus corona. Salah satu yang diatur dalam PSBB adalah layanan ojek online akan dilarang mengangkut penumpang.

Aturan PSBB mengenai larangan mengangkut penumpang diatur dalam Pemenkes 9/2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Penanganan COVID-19.

"Layanan ekspedisi barang, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk penumpang," bunyi dalam aturan tersebut.

Dengan begitu, berarti ojek online hanya melayani jasa pengiriman barang dan layanan antar makanan.

Aliansi Ojek Online pun menyuarakan keresahannya. Mereka mengharapkan ada bantuan dari pemerintah.

Ketua Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono mengatakan, bantuan yang mereka harapkan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"Pemerintah memberikan kompensasi penghasilan kepada para pengemudi ojol, berupa Bantuan Langsung Tunai yang besarannya 50 persen dari penghasian normal kami, nilai besaran BLT yang kami harapkan yaitu Rp 100.000/hari," ujar Igun dalam keterangannya kepada media, Senin (6/4).

Mereka juga berharap aplikator bisa mengurangi potongan dari pendapatannya jasa pengiriman barang serta layanan antar makanan.

"Saat ini pendapatan kami masih dipotong 20 persen oleh pihak aplikator," ujar Igun.

Ia berharap pihak aplikator bisa menurunkan potongan penghasilan menjadi 10 persen, atau kalau perlu tanpa ada potongan pendapatan dari aplikator.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Jakarta Belum Siap, New Normal Bisa Berubah Jadi Bom Waktu
Nusantara

Jakarta Belum Siap, New Norm..

28 Mei 2020 06:24
Pengusaha Hadapi Kesulitan Finansial, APPBI: Paling Parah Karyawan Mal Yang Tidak Bisa Bekerja
Nusantara

Pengusaha Hadapi Kesulitan F..

28 Mei 2020 05:25
Walikota Palembang Pastikan Warganya Siap Terapkan Kebijakan New Normal
Nusantara

Walikota Palembang Pastikan ..

28 Mei 2020 03:30
Tidak Ada  Penambahan Penutupan Jalan Jelang New Normal Kota Semarang
Nusantara

Tidak Ada Penambahan Penutu..

28 Mei 2020 01:53
Kasad Jenderal Andika Hadiri Indo-Pasific Landpower Conference 2020 Bahas Pandemik Covid-19
Nusantara

Kasad Jenderal Andika Hadiri..

27 Mei 2020 23:23
Bertemu Pimpinan DPR, HMS Center Minta Pemerintah Lindungi Produsen Jamu Lokal
Nusantara

Bertemu Pimpinan DPR, HMS Ce..

27 Mei 2020 21:09
Paguyuban Orang Tua Murid: Pembelajaran Daring Saat Pandemik Merepotkan
Nusantara

Paguyuban Orang Tua Murid: P..

27 Mei 2020 19:00
BIN Serahkan Bantuan Peralatan Medis Penanganan Covid-19 Untuk RS Persahabatan
Nusantara

BIN Serahkan Bantuan Peralat..

27 Mei 2020 18:30