Antisipasi Kedatangan Pemudik, Walikota Kediri Dirikan Tempat Observasi Di Tiap Kecamatan

Walikota Kediri saat koordinasi dengan pihak kecamatan/RMOL

Pemerintah Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur mengambil langkah cepat dengan membuat tempat observasi hingga ke tingkat kecamatan. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya gelombang kedatangan pemudik.

Sebelumnya Pemerintah Kota Kediri juga telah membuat tempat observasi yang bertempat di Gedung Kampus I Politeknik Kediri.

Langkah tersebut diambil Pemerintah Kota Kediri untuk menekan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang terus meluas di berbagai wilayah di Indonesia.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, kedatangan orang mudik bisa saja pekerja migran dari luar negeri, atau orang yang datang dari daerah-daerah yang menjadi epicentrum.

“Kecamatan akan ada tempat observasi. Bisa di aula atau dicarikan tempat. Nanti disekat menjadi 2 putra dan putri. Kita memilih di kecamatan agar tenaga kita terakomodir semua,” ujarnya dalam video conference bersama camat dan lurah se-Kota Kediri, Senin (6/4) seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Jatim.

Lebih lanjut, Walikota yang lebih akrab disapa Mas Abu ini menambahkan, warga yang datang ke Kota Kediri tidak hanya melalui terminal atau stasiun. Namun bisa saja menggunakan travel, sewa mobil atau kendaraan pribadi.

Pihak kelurahan, tambah Abu harus bekerjasama dengan RT dan RW untuk mendata setiap orang yang datang.

“Bukan mendiskriminasi tapi lebih ke pendataan nanti biar bisa ditracing. Nanti yang masuk dari daerah epicentrum bisa dioberservasi,” imbuhnya.

Mas Abu berharap, langkah ini bisa menjadi gerakan bersama antara warga dan pemerintah. Nantinya masyarakat akan semakin sadar dengan kondisi ini.

“Kalau mau isolasi mandiri nggak apa-apa. Tapi kalau orangnya bandel bisa dikirim ke Poltek. Jika nanti ada yang dari luar membawa virus kita bisa meminimalisir resiko agar warga kita tidak tertular. Sekarang banyak sekali orang tanpa gejala tapi mengidap corona. Saya khawatir yang kena nanti bayi atau orang tua diatas 50 tahun,” pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Jakarta Belum Siap, New Normal Bisa Berubah Jadi Bom Waktu
Nusantara

Jakarta Belum Siap, New Norm..

28 Mei 2020 06:24
Pengusaha Hadapi Kesulitan Finansial, APPBI: Paling Parah Karyawan Mal Yang Tidak Bisa Bekerja
Nusantara

Pengusaha Hadapi Kesulitan F..

28 Mei 2020 05:25
Walikota Palembang Pastikan Warganya Siap Terapkan Kebijakan New Normal
Nusantara

Walikota Palembang Pastikan ..

28 Mei 2020 03:30
Tidak Ada  Penambahan Penutupan Jalan Jelang New Normal Kota Semarang
Nusantara

Tidak Ada Penambahan Penutu..

28 Mei 2020 01:53
Kasad Jenderal Andika Hadiri Indo-Pasific Landpower Conference 2020 Bahas Pandemik Covid-19
Nusantara

Kasad Jenderal Andika Hadiri..

27 Mei 2020 23:23
Bertemu Pimpinan DPR, HMS Center Minta Pemerintah Lindungi Produsen Jamu Lokal
Nusantara

Bertemu Pimpinan DPR, HMS Ce..

27 Mei 2020 21:09
Paguyuban Orang Tua Murid: Pembelajaran Daring Saat Pandemik Merepotkan
Nusantara

Paguyuban Orang Tua Murid: P..

27 Mei 2020 19:00
BIN Serahkan Bantuan Peralatan Medis Penanganan Covid-19 Untuk RS Persahabatan
Nusantara

BIN Serahkan Bantuan Peralat..

27 Mei 2020 18:30