Hari Ini Beberapa Daerah Akan Diberlakukan PSBB

Penerapan Physical (Social) Distancing/Net

Hari ini, Senin (6/4) beberapa daerah mulai akan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, mengatakan PSBB sendiri akan dilakukan secara masif sebagai pencegahan penyebaran virus corona.

"Mulai besok Senin sudah akan dilakukan PSBB terutama daerah yang sebagai episentrum, akan dilakukan secara masif di Indonesia untuk mencegah penyebaran Covid-19," kata Agus dalam sebuah acara diskusi Energy Academy Indonesia, Minggu (5/4).

Agus sendiri belum mengatakan daerah mana saja yang akan diterapkan status PSBB.

Ia mengungkapkan sebuah daerah bisa ditetapkan sebagai PSBB dengan dua cara.

Yang pertama, daerah mengajukan permintaan kepada Kementerian Kesehatan. Kedua, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan daerah mana yang statusnya menjadi PSBB.

Agus menguraikan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan 9/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, daerah yang dapat mengajukan status PSBB harus memenuhi beberapa kriteria.

Kriteria itu antara lain, memiliki jumlah kasus dan/atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah. Kedua, terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain.

Kepala daerah harus menyampaikan informasi mengenai kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana, dan prasarana kesehatan, anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial, dan aspek keamanan.

Setelah itu, semua akan dikaji terlebih oleh tim penetapan PSBB. Tim ini akan memberikan rekomendasi penetapan PSBB kepada Menteri Kesehatan dalam 1-2 hari sejak diterimanya permohonan penetapan.

Sementara ini ada dua daerah yang telah mengajukan penetapan PSBB, mengutip keterangan Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melkiades Laka Lena.

"Yang saya dapat informasi, sudah ada dua daerah yang mengajukan pada Kementerian. Jadi saya dapat informasi itu DKI Jakarta dan Fakfak, Papua Barat," kata Melki, Minggu (5/4).
EDITOR: RENI ERINA
Tag:

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Walau Kasus Aktif Sudah Turun, Ketua DPRD DKI Tetap Minta Warga Tidak Keluyuran
Nusantara

Walau Kasus Aktif Sudah Turu..

26 Oktober 2020 12:49
Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Seorang Siswa SD Akan Lelang Koleksi Ikan Cupangnya
Nusantara

Bantu Masyarakat Terdampak P..

26 Oktober 2020 12:31
KSPI: Jika Jokowi Teken UU Ciptaker, Siap-siap Hadapi Protes Besar-besaran
Nusantara

KSPI: Jika Jokowi Teken UU C..

26 Oktober 2020 12:23
Jokowi Minta UMKM Terus Bekerja Keras Dimasa Pandemi Covid-19
Nusantara

Jokowi Minta UMKM Terus Beke..

26 Oktober 2020 11:50
Anies Kunjungi Polda Metro Jaya Bahas Pelajar Yang Ditangkap Saat Demo
Nusantara

Anies Kunjungi Polda Metro J..

26 Oktober 2020 11:43
Hindari Antrean Dan Tertinggal Kereta, Pelanggan KAI Diimbau Lakukan Rapid Test H-1 Keberangkatan
Nusantara

Hindari Antrean Dan Tertingg..

26 Oktober 2020 10:59
Jokowi Lantik 12 Duta Besar, Ini Daftar Namanya
Nusantara

Jokowi Lantik 12 Duta Besar,..

26 Oktober 2020 10:24
Menuju Jakarta Langit Biru, DLH DKI Gelar Uji Emisi Gratis 2 Kali Seminggu
Nusantara

Menuju Jakarta Langit Biru, ..

26 Oktober 2020 08:27