Program Lumbung Pangan, Cara Muhammadiyah Bantu Warga Hadapi Covid-19

Program Lumbung Pangan/Net

Merebaknya wabah Covid-19 membuat perekonomian mengalami guncangan karena para pelaku usaha terpaksa menghentikan aktivitasnya.

Warga dengan kemampuan ekonomi lemah dan bekerja di sektor informal menjadi pihak yang paling terpukul dengan kondisi tersebut karena biasanya penghasilan mereka bersifat harian serta mengandalkan pergerakan di sektor lain.

Untuk mengantisipasi dampak Covid-19 bagi warga tersebut, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Nitikan, Kota Yogyakarta meluncurkan program Lumbung Pangan Warga Nitikan.

Program ini ditujukan untuk membantu warga yang terdampak langsung Wabah Covid-19 di Nitikan. Kampung Nitikan sendiri terletak di selatan Kota Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Umbulharjo, 5 KM jauhnya dari pusat Kota Yogyakarta.

Program Lumbung Pangan Warga Nitikan ini salah satunya berwujud penyaluran sembako (beras, minyak goreng dan bahan pokok lainnya) sejumlah 400 paket senilai masing-masing Rp. 100 ribu.

Paket bantuan sembako tersebut akan disalurkan kepada warga yang mayoritas kerja sebagai buruh harian, ojek online, pedagang kelontong, bakul pasar dan lansia.

Ketua Ranting Muhammadiyah Nitikan, Dwi Kuswantoro menyampaikan bahwa PRM Nitikan pada awalnya ingin membangun kesadaran warga terkait wabah Covid-19.

"Pada pertengan bulan Maret kami merasa bahwa wabah Covid-19 ini belum disadari betul oleh warga, sehingga kami mengumpulkan para ketua takmir masjid berjumlah 11 dan mushola 4 orang," katanya, Sabtu (4/4).

Hasil dari pertemuan tersebut adalah PRM meminta Lazismu dan Kokam Ranting Nitikan untuk membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dengan program pertama adalah edukasi kepada warga terkait krisis akibat wabah Covid-19, kemudian penyemprotan disinfektan terhadap masjid, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan rumah-rumah warga.

"Dari situ muncul kesadaran warga bahwa pandemi Covid-19 ini tidak main-main karena sampai perlu dilakukan penyemprotan disinfektan. Setelah penyemprotan dirasa cukup dan diserahkan kepada warga secara mandiri, selanjutnya kami memikirkan ketahanan sosial dan ekonomi warga yang diwujudkan dalam program Lumbung Pangan Warga Nitikan," ujarnya.  

PRM Nitikan berkolaborasi dengan masjid-mushola, RT-RW sampai pihak Pemerintah Kelurahan Sorosutan dalam melaksanakan program tersebut. Melalui program ini, PRM Nitikan ingin memastikan ada tempat penyediaan logistik pangan yang berkelanjutan dan terjangkau dari sisi akses serta harga yang di bawah pasar bagi warga yang masih mampu membeli.

Sementara pengadaan bahan makanan untuk program ini dipenuhi melalui Tokomu, yaitu toko milik Ranting Muhammadiyah Nitikan yang baru saja didirikan dua bulan lalu.  
 
Dalam teknis pelaksanaan program lumbung pangan warga ini dilaksanakan secara bersama-sama karena posisinya bisa di masjid dan RT-RW tetapi dalam satu koordinasi MCCC PRM Nitikan sehingga ini menjadi satu gerakan warga.

Dengan program ini, PRM Nitikan ingin mengantisipasi jangan sampai ada warga Nitikan yang karena terdampak wabah Covid-19 ini pekerjaan atau usahanya terhenti kemudian tidak punya uang sehingga tidak bisa makan.

"Di Nitikan selalu kami berkolaborasi antar PRM, masjid/mushola, RT-RW, pihak kelurahan saling memberikan dukungan, informasi sehingga menjadi kekuatan dakwah di akar rumput dan sudah menjadi kebiasaan di Nitikan untuk berderma serta saling membantu sesama warga," pungkasnya.

Sementara untuk mengimbangi program pemenuhan kebutuhan jasmani berupa bahan makan, PRM Nitikan juga berusaha memenuhi kebutuhan dan pembinaan sisi rohani dengan membuat program dakwah melalui media sosial yang dimiliki dan masjid melalui pengeras suara tanpa dihadiri oleh jamaah untuk mensiasati larangan berkumpul demi menghindari wabah Covid-19.

Sementara itu, Tim Media MCCC PP Muhammadiyah, Budi Santoso, menambahkan, gerakan serupa juga dilakukan di Kampung Kauman, Yogyakarta.

Kampung yang merupakan cikal bakal lahirnya organisasi Muhammadiyah ini menggerakan solidaritas warga dengan mengumpulkan dan menyalurkan 300 paket sembako. Program ini bekerja sama dengan Takmir Masjid Gede Kauman dan Rukun Warga Kampung Kauman.

"Solidaritas antar masyarakat untuk mengurangi dampak langsung dari Covid-19 selanjutnya akan digerakkan oleh Muhammadiyah sebagai gerakan nasional di bidang sosial ekonomi," tutup Budi Santoso.

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Lulus Jadi Prajurit TNI AD, Cita-Cita Yusuf Rony Kabarjay Akhirnya Tercapai
Nusantara

Lulus Jadi Prajurit TNI AD, ..

26 Mei 2020 00:43
Kecewa Namanya Dicatut Dalam Pesan Provokatif, Aa Gym: Mudah-mudahan Tidak Terulang Lagi
Nusantara

Kecewa Namanya Dicatut Dalam..

25 Mei 2020 23:40
Densus 88 Amankan Satu Penghuni Kost Di Solo
Nusantara

Densus 88 Amankan Satu Pengh..

25 Mei 2020 23:14
Namanya Dicatut Dalam Pesan Berantai Provokatif, Aa Gym: Berita Dusta Dengan Mendompleng Orang Lain
Nusantara

Namanya Dicatut Dalam Pesan ..

25 Mei 2020 23:04
Surabaya Raya Sepakat Berlakukan PSBB Tahap Tiga
Nusantara

Surabaya Raya Sepakat Berlak..

25 Mei 2020 22:04
Meski Kasus Turun, Anies: Jangan Lengah, Tetap Waspadai Arus Balik
Nusantara

Meski Kasus Turun, Anies: Ja..

25 Mei 2020 19:34
Kejaksaan Agung Diminta Optimalisasi Pengawasan Dana Penanganan Pandemik Covid-19
Nusantara

Kejaksaan Agung Diminta Opti..

25 Mei 2020 19:26
Sudah Ada 5.247 Permohonan Surat Izin Keluar Masuk DKI Jakarta, Begini Mekanismenya
Nusantara

Sudah Ada 5.247 Permohonan S..

25 Mei 2020 19:22