Nekad Mudik Ke Solo? Pemkot Sudah Siapkan Bus Penjemput Di Terminal Dan Stasiun, Langsung Masuk Karantina

Pemkot Solo Siapkan LIma Unit Bus Untuk Menjemput Pemudik Di Terminal dan Stasiun/Net

Mengantisipasi penyebaran virus corona di tengah arus mudik di daerahnya, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo telah menyiapkan beberapa langkah.

Langkah ini disiapkan mengingat kemungkinan masih ada warga yang tetap nekad mudik walau pemerintah telah mengimbau agar jangan mudik dulu.  

Ia telah menyiapkan lima buah bus serta sebuah tempat di Graha Wisata Niaga untuk mengkarantina pemudik yang nekad.

Ia menegaskan akan mengkarantina seluruh pemudik yang datang ke Solo saat wabah corona (COVID-19). Lima unit bus Batik Solo Trans (BST) itu khusus disiapkan untuk mengantar pemudik ke tempat karantina.

Lima bus ini akan disiagakan di tempat-tempat yang menjadi lokasi penurunan penumpang, antara lain di stasiun dan terminal di Solo.

"Pemkot telah menyiapkan lima bus penjemput para pemudik yang akan mudik ke Kota Solo. Bus akan mengantar ke tempat karantina," kata Rudy, dalam keterangan resminya, Jumat (3/4).

Bus telah disterilisasi secara berkala demi kesehatan pemudik, lengkap disediakan pula masker dan hand sanitizer.

FX Hadi mengatakan langkah ini ia lakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus.

Khusus pemudik yang datang dari Jabodetabek menuju Solo, Rudy mengimbau tidak perlu mudik dahulu. Jabodetabek merupakan epicentrum penyebaran sehingga sangat berisiko.

Namun, apabila nekat, Pemkot terpaksa harus mengkarantina mereka selama 14 hari.

"Apabila nekat mudik ke Kota Solo dan ber-KTP Solo, dan domisili di Solo, maka langsung dibawa oleh tim penjemput dan langsung dikarantina selama 14 hari," tegas Rudi.

Solo telah menyediakan tiga tempat untuk karantina. Khusus untuk pemudik akan ditempatkan di Graha Wisata Niaga.

Sedangkan dua lokasi lain adalah Ndalem Joyokusuman dan Ndalem Priyosuhartan bekas rumah eks Kakorlantas Djoko Susilo. Dua tempat ini khusus digunakan oleh warga Solo yang berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP).

"Bagi yang nekat mudik, siap-siap untuk dikarantina selama 14 hari!" tegas Rudi lagi.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Pesan Anies Baswedan Untuk ASN: Tetap Tangguh Meski TKD Berkurang

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Gubernur Khofifah Beri Kuota Khusus PPDB SMA Untuk Anak Tenaga Medis
Nusantara

Gubernur Khofifah Beri Kuota..

31 Mei 2020 09:28
Perhatikan Masyarakat Terdampak Covid-9, GAMKI Dirikan Dapur Umum Dan Bagikan Ratusan Nasi Bungkus
Nusantara

Perhatikan Masyarakat Terdam..

31 Mei 2020 04:34
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 Di Muaratara Rendah, Gubernur Sumsel Beri Apresiasi
Nusantara

Tingkat Kematian Akibat Covi..

31 Mei 2020 04:14
Camat, Lurah, Hingga Petugas Dishub Kecewa Jadi Bagian ASN DKI Yang Kena Pemangkasan Tunjangan
Nusantara

Camat, Lurah, Hingga Petugas..

31 Mei 2020 02:44
Tidak Benar, Pemeriksaan SIKM Di Jakarta Hanya Sampai 7 Juni
Nusantara

Tidak Benar, Pemeriksaan SIK..

31 Mei 2020 00:51
Tak Kantongi SIKM, 12.710 Warga Gagal Keluar-Masuk Jakarta
Nusantara

Tak Kantongi SIKM, 12.710 Wa..

31 Mei 2020 00:04
Gugus Tugas Manut Dengan Presiden, 102 Kabupaten Kota Bakal Terapkan New Normal
Nusantara

Gugus Tugas Manut Dengan Pre..

30 Mei 2020 22:24
Tren Reaktif Covid-19 Tinggi, BIN Tambah Mobil Lab Dan Titik Rapid Test Di Surabaya
Nusantara

Tren Reaktif Covid-19 Tinggi..

30 Mei 2020 21:29