Terkendala Koordinasi Buruk, Jenazah Pasien Positif Covid-19 Di Tasik Akhirnya Bisa Dikremasi

Pasien positif corona di Tasik akhirnya bisa dikremasi/RMOLJabar

Setelah seharian menanti kejelasan pemakaman, pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Kota Tasikmalaya akhirnya dikremasi di krematorium Kampung Cisapi, Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Proses ini dikawal ketat aparat gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan BPBD Kota Tasikmalaya, Minggu malam (29/3).

Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, jenazah pasien positif corona tersebut rencananya akan dikremasi pada Minggu pagi. Namun, terjadi kesalahpahaman antara petugas dengan masyarakat yang rumahnya di sekitar lokasi kremasi.

“Ini terjadi karena kurangnya sosialisasi ke masyarakat, sehingga timbul pemahaman yang berbeda. Alhamdulillah malam bisa dilaksanakan kremasi,” kata Budi saat ditemui di sekitar lokasi Krematorium, Senin dini hari (30/3), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Sebelumnya, beredar infomasi proses kremasi dan pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 berjenis kelamin laki-laki berusia 71 tahun itu ditolak pengelola krematorium. Hal tersebut dibenarkan jurubicara Tim Crisis Center Covid-19 Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat.

Adanya penolakan jenazah tersebut, dinilai Uus karena kurangnya pemahaman di masyarakat mengenai kasus Covid-19. Padahal petugas sudah menjamin keamanan masyarakat yang berdekatan dengan jenazah.

“Untuk kasus Covid-19, kita sudah melakukan langkah pengamanan, kita sudah lakukan dengan prosedur bahwa jenazah ini harus diberlakukan sesuai SOP yang ada. Sehingga tidak akan mencemari atau menularkan (virus) keluar setelah pasien ini meninggal dunia,” ucap Uus.

Sementara itu, seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi krematorium, Ade Muharam (50), membantah ada penolakan pelaksanaan kremasi jenazah pasien Covid-19. Namun, Ade mengaku, lambatnya pelaksanaan kremasi ini karena tidak ada koordinasi antara petugas dengan warga sekitar.

Bahkan menurut Ade, kremasi jenazah pasien Covid-19 di kampungnya ini sudah berlangsung dua kali. Pertama pada Kamis (26/3) yang merupakan pasien PDP Covid-19.

“Saat itu, ambulans pengangkut jenazah datang secara tiba-tiba. Yang mengantar memakai baju APD (Alat Pelindung Diri), sedangkan yang membakar jenazah (kremasi) tidak. Yang bakar kan warga, jadi trauma akibat tidak ada koordinasi,” jelas Ade.

Menurut Ade, peristiwa serupa kembali terjadi pada Minggu pagi. Ambulans pengangkut jenazah pasien Covid-19 tiba-tiba datang ke lokasi Krematorium tanpa koordinasi dengan warga sekitar. Pemilik krematorium dan warga sekitar yang biasa membantu melakukan kremasi pun tidak menyanggupi untuk melakukan pembakaran jenazah.

“Pemilik tidak sanggup membakar. Warga juga tidak ada yang mau,” ucap Ade.

Setelah itu, petugas akhirnya memutuskan untuk kembali meninggalkan lokasi kremasi, dan disepakati akan mengurus jenazah dengan cara dikubur. Namun, pada Minggu petang petugas kembali membawa jenazah ke krematorium, sebab jenazah tidak jadi dikuburkan karena ditolak oleh warga di sekitar lokasi pemakaman.

Setelah melakukan perundingan akhirnya petugas dan warga sepakat jenazah tersebut bisa dikremasi. “Sebenarnya kita dari awal setuju. Hanya kurang koordinasi,” kata Ade.

Ade berharap, ke depan jika ada lagi pasien Covid-19 yang akan dikremasi bisa dikoordinasikan dengan baik dan tidak datang secara tiba-tiba, karena warga juga butuh persiapan.

“Soalnya kan kita khawatir kalau ada yang dekat lokasi. Warga yang menjemur pakaian juga bisa diangkat dulu. Kita ikhtiar agar tidak tertular virus itu,” pungkas Ade.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Viral Tenaga Medis Keluar Dengan APD Lengkap Sambil Teriak "Kami Capek, Kami Capek"

Jumat, 22 Mei 2020
Video

Habib Umar Assegaf dan Satpol PP Asmadi Saling Memaafkan

Sabtu, 23 Mei 2020
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Pesawat Pakistan di Pemukiman Padat Penduduk

Sabtu, 23 Mei 2020

Artikel Lainnya

Selama PSBB Diterapkan, 60 Persen Warga Jakarta Tetap Di Rumah
Nusantara

Selama PSBB Diterapkan, 60 P..

25 Mei 2020 18:54
Hingga Lebaran Kemarin, Jalan Tol Trans Sumatera Dipadati 310 Ribu Kendaraan
Nusantara

Hingga Lebaran Kemarin, Jala..

25 Mei 2020 18:29
Imbau Pemudik Tak Kembali ke Jakarta: Kita Tidak Ingin Kerja Keras Batal Karena Muncul Gelombang Baru Covid-19
Nusantara

Imbau Pemudik Tak Kembali ke..

25 Mei 2020 17:27
Doni Monardo: Minggu Terakhir Ini Beberapa Daerah Grafik Positifnya Penurunan
Nusantara

Doni Monardo: Minggu Terakhi..

25 Mei 2020 16:40
Kasus Corona Pada H +1 Lebaran Capai 22.750 Orang, Sembuh 5.642 Pasien dan Meninggal 1.391 Orang
Nusantara

Kasus Corona Pada H +1 Lebar..

25 Mei 2020 16:28
Tanpa Alasan Jelas, Sebuah Rumah Isolasi Covid-19 Dibubarkan Anggota DPRD Secara Arogan
Nusantara

Tanpa Alasan Jelas, Sebuah R..

25 Mei 2020 15:52
Tenaga Kesehatan Terjangkit Covid-19 Meningkat, RS Unair Siapkan Tempat Isolasi Mandiri
Nusantara

Tenaga Kesehatan Terjangkit ..

25 Mei 2020 15:49
Bantah Wacana Impor, Kementan Pastikan Produksi Pertanian Melimpah Selama Masa Pandemik Covid-19
Nusantara

Bantah Wacana Impor, Kementa..

25 Mei 2020 14:55