PPNI: Kami Butuh APD Supaya Tidak Mati Konyol Saat Tangani Covid-19

Ketua Umum DPP PKS Sohibul Iman saat berkunjung ke Kantor PPNI/Ist

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman memerintahkan agar seluruh struktur dan anggota DPRD dari PKS agar membantu para perawat sebagai garda depan penanganan wabah Vrus Corona Baru (Covid-19).

Demikian disampaikan Sohibul Iman saat mengunjungi kantor Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Jakarta, Kamis (26/3).

"Kami memerintahkan kepada jajaran struktur PKS provinsi dan kabupaten kota kepada juga anggota DPRD di kabupaten kota untuk memberikan bantuan kepada PPNI di provinsi dan kabupaten kota," papar Sohibul Iman sembari memberikan bantuan APD yang diterima oleh Ketua Umum PP PPNI Harif Fadhillah.

Sohibul Iman mengingatkan Pemerintah agar memberikan perhatian yang serius kepada para perawat. Sebab, para perawat dan dokter adalah pejuang garis depan.

"Tenaga medis ini menjadi front liner ya. Menjadi paling depan karena penyelamatan mereka yang terpapar atau yang positif tentu harus langsung ditangani tenaga medis,," ungkap Sohibul Iman.

Harif mengakui saat ini hampir semua jenis APD sangat diperlukan terutama yang lengkap dan layak. Ia menyebut, masih banyak perawat yang mengeluh soal ketersediaan APD di rumah sakit.

"Sampai hari ini masih banyak yang mengeluh. Walaupun kita tahu sudah ada upaya pemerintah untuk mendistribusikan ke Rumah sakit daerah dan rujukan. Faktanya di rumah sakit swasta, klinik, puskesmas mereka juga melayani mereka juga membutuhkan," terang Harif.

Ia memastikan para perawat dalam kondisi apapun selalu siap bekerja. Namun, ia ingin memastikan keamaan para perawat juga dijamin agar bisa menjalanan tugas dengan baik.

"Karena faktor keamanan ini number one, zero toleransi. Supaya bisa bertempur, supaya tidak mati konyol melayani pasien," katanya.

Ia pun tak lupa berterima kasih kepada PKS di Pusat dan daerah yang berbuat nyata dalam memberikan bantuan kepada tenaga kesehatan.

"Saya kira ini suatu langkah nyata bukan cuma kalau kata sindiran orang itu 'kemana cuma waktu kampanye' tapi ini adalah nyatanya. Mudah-mudahan bisa diikuti yang lain," ungkapnya.

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Ringankan Beban Masyarakat Kecil, Pemkab Purwakarta Siapkan Stimulus Rp 2 Juta Untuk Pedagang Keliling
Nusantara

Ringankan Beban Masyarakat K..

04 Juni 2020 12:46
Pembatalan Keberangkatan Haji Dinilai Tepat Oleh KBIH Di Jepara
Nusantara

Pembatalan Keberangkatan Haj..

04 Juni 2020 12:30
Mulai Besok, MUI DKI Jakarta Perbolehkan Shalat Jumat, Tapi...
Nusantara

Mulai Besok, MUI DKI Jakarta..

04 Juni 2020 12:09
Jelang Pilkada Mojokerto, Cak Gugus Safari Temui Tokoh Muslimat NU
Nusantara

Jelang Pilkada Mojokerto, Ca..

04 Juni 2020 10:56
Siang Ini, Anies Baswedan Umumkan DKI Lanjut PSBB Atau Mulai New Normal
Nusantara

Siang Ini, Anies Baswedan Um..

04 Juni 2020 09:59
Jokowi Tinjau Kesiapan Masjid Baiturrahim Istana Hadapi New Normal
Nusantara

Jokowi Tinjau Kesiapan Masji..

04 Juni 2020 09:48
Kasus Positif Di Jakarta Menurun Selama 3 Hari, Tapi Masih Masuk Taraf Bahaya
Nusantara

Kasus Positif Di Jakarta Men..

04 Juni 2020 09:37
Jelang HUT Kota Jakarta, Ketua DPRD Ajak Warga Ibukota Bangkit Dari Pandemik Covid-19
Nusantara

Jelang HUT Kota Jakarta, Ket..

04 Juni 2020 08:49