Berbeda Dengan Jakarta, Tenaga Medis Di Banten Kesulitan Mencari Tempat Tinggal Sementara

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kontrol kamar hotel untuk tenaga medis/Istimewa

Di saat Provinsi DKI Jakarta memberikan fasilitas Hotel Cempaka gratis untuk tim medis yang menangani pasien corona atau Covid-19. Di Banten tim medis justru bergulat dengan penginapan.

Bahkan, warga menolak lingkungan tempat tinggalnya ditempati oleh tim medis Rumah Sakit Umum (RSU) Banten, dengan alasan takut tertular virus corona atau Covid-19 ini.

Diketahui, sejak Rabu (25/3) Pemprov menetapkan RSU Banten sebagai rumah sakit khusus pasien corona atau pusat rujukan dari rumah sakit yang ada.

Salah seorang tenaga medis RSU Banten yang identitasnya minta dirahasiakan kepada wartawan, mengungkapkan, dia bersama rekan-rekannya kesulitan mencari tempat kost (sewa kamar) agar bisa fokus bekerja.

"Saya dan kawan-kawan tidak dapat kosan. Alasan pemilik kostan khawatir ada penularan, setelah tahu kami bekerja menangani pasien covid-19," katanya dilansir dari Kantor Berita RMOLBanten.

Dia mengungkapkan, lantaran tak kunjung mendapat kosan akhirnya dia terpaksa pulang pergi dari tempatnya bekerja ke rumahnya. Di sana dia tinggal bersama suami dan anak-anaknya.

Dia juga sempat berpikir untuk menggunakan jasa angkutan daring tapi dia merasa tak tega. Alasannya sama, dia tak ingin menulari pengemudi angkutan daring dan penumpang lainnya.

Pola kerja yang sesuai standar keamanan pasien infeksius seperti 14 hari kerja, 14 hari karantina dan 14 hari di rumah hanya tinggal wacana.

"Jujur saya takut menulari keluarga karena harus bolak-balik dengan kendaraan sendiri dari rumah sakit ke rumah bersama keluarga. Apa boleh buat karena tidak ada tempat khusus buat kami. Nggak ada angkutan antar jemput juga buat kami," ungkapnya.

Diakuinya, kondisi semakin mengkhawatirkan setelah adanya pengunduran diri massal pegawai kebersihan. Akibatnya, beban kerja tenaga medis bertambah.

"Sebelum efektif jadi RS Covid-19, ada sekitar 40 orang mundur kerja. Mereka semuanya tenaga outsourcing. Akibatnya kami yang harus membuang sendiri sampah medis. Dengan APD (alat pelindung diri), bayangkan harus berjalan sampai ke IPAL (instalasi pegelolaan air limbah)," jelasnya.

Terkait hal itu, dia meminta agar Pemprov Banten bisa lebih memerhatikannya. Diharapkan menyediakan fasilitas yang baik sehingga tidak terjadi penularan yang semakin luas.

"Kami tidak meminta fasilitas nyaman, tapi kami minta penuhi saja standar keamanan supaya penularan tidak semakin luas," harapnya.

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Di DKI, Pelanggar Aturan Transportasi Bisa Disanksi Kerja Sosial, Denda, Hingga Kendaraan Diderek
Nusantara

Di DKI, Pelanggar Aturan Tra..

07 Juni 2020 07:21
Gereja Katedral Jakarta Belum Buka Peribadatan, Umat Diminta Bersabar
Nusantara

Gereja Katedral Jakarta Belu..

07 Juni 2020 06:55
Gubernur Sumsel Sebut Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Akan Sia-sia
Nusantara

Gubernur Sumsel Sebut Pemban..

07 Juni 2020 06:10
Ikuti Jejak Simeulue, Abdya Juga Tolak Masuk Zona Merah
Nusantara

Ikuti Jejak Simeulue, Abdya ..

07 Juni 2020 04:21
Mulai Hari Ini, Tol Jakarta-Cikampek Elevated Berfungsi Kembali
Nusantara

Mulai Hari Ini, Tol Jakarta-..

07 Juni 2020 04:00
Dijanjikan Bisa Pulang Di Tengah Pandemik, Sejumlah Warga Merauke Di Jayapura Rela Bayar Rp 750 Ribu Kepada Oknum
Nusantara

Dijanjikan Bisa Pulang Di Te..

07 Juni 2020 03:23
Warganya Masih Belum Disiplin, Walikota Semarang Perpanjang PKM Hingga 21 Juni 2020
Nusantara

Warganya Masih Belum Disipli..

07 Juni 2020 01:53
Berpekan-pekan Tak Bertemu Banyak Orang, Semua Hewan Di Ragunan Lebih Bahagia
Nusantara

Berpekan-pekan Tak Bertemu B..

07 Juni 2020 00:52