Pemerintah Beri Keringanan Ojol Tangguhkan Cicilan Motor Sampai Tahun Depan, Bagaimana Caranya?

Ilustrasi/Net

Pemerinah mengeluarkan kebijakan bagi pelaku ojol dan taksi online serta nelayan bahwa selama darurat corona cicilan kendaran ditangguhkan selama 1 tahun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan kelonggaran membayar cicilan selama 1 tahun tersebut mengacu pada jangka waktu restrukturisasi yang diatur dalam POJK Stimulus.

Karena masih banyak yang belum memahami kebijakan ini, OJK lewat keterangan resminya menjabarkan hal-hal sebagai berikut.

Kelonggaran cicilan ditujukan untuk sektor informal, usaha mikro, dan pekerja berpenghasilan harian.

Misal usaha warung makan yang terpaksa tutup karena wabah virus corona, padahal masih harus membayar cicilan tempat usahanya. Untuk kasus ini, diberi keringanan cicilan ditangguhkan hingga tahun depan.

Kebijakan itu juga termasuk untuk cicilan kendaraan di leasing.

Bagi yang ingin mendapatkan keringanan penangguhan 1 tahun itu, harus mengajukan permohonan.

Pertama, orang yang memiliki cicilan atau debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi dengan melengkapi data. Hal ini bisa dilakukan secara online.

Kedua, bank/leasing akan melakukan pengecekan, apakah debitur termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung, historis pembayaran pokok/bunga, kejelasan penguasaan kendaraan (terutama untuk leasing).

Ketiga, bank/leasing memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur untuk menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu. Jumlah yang dapat direstrukturisasi termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya melalui penilaian dan/atau diskusi antara debitur dengan bank/leasing.

Selain menjelaskan langkah-langkah tersebut, OJK juga melarang debt collector melakukan penagihan serta tidak menarik kendaraan. Hal itu bagian dari tuntutan agar segera bisa membantu masyarakat yang terdampak langsung.

Untuk yang yang masih memiliki tunggakan sebaiknya segera melapor dan membicarakan dengan pihak leasing. Debitur harus proaktif untuk mengajukan restrukturisasi tunggakannya.

"Karena mungkin masyarakat ada yang lupa kalau memiliki tunggakan, sehingga perusahaan harus menurunkan debt collector. Betul ada relaksasi untuk pembayaran ini, namun demikian, OJK juga mengharapkan kerja sama dari seluruh masyarakat untuk secara bertanggungjawab bisa memanfaatkan ini," terang OJK.

Jika hal-hal di atas telah dijalankan dan [ada kenyataannya mash ada  debt collector yang melakukan penagihan di luar sepengetahuan perusahaan leasing, debitur diminta segera melaporkan ke perusahaan leasingnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Ringankan Beban Masyarakat Kecil, Pemkab Purwakarta Siapkan Stimulus Rp 2 Juta Untuk Pedagang Keliling
Nusantara

Ringankan Beban Masyarakat K..

04 Juni 2020 12:46
Pembatalan Keberangkatan Haji Dinilai Tepat Oleh KBIH Di Jepara
Nusantara

Pembatalan Keberangkatan Haj..

04 Juni 2020 12:30
Mulai Besok, MUI DKI Jakarta Perbolehkan Shalat Jumat, Tapi...
Nusantara

Mulai Besok, MUI DKI Jakarta..

04 Juni 2020 12:09
Jelang Pilkada Mojokerto, Cak Gugus Safari Temui Tokoh Muslimat NU
Nusantara

Jelang Pilkada Mojokerto, Ca..

04 Juni 2020 10:56
Siang Ini, Anies Baswedan Umumkan DKI Lanjut PSBB Atau Mulai New Normal
Nusantara

Siang Ini, Anies Baswedan Um..

04 Juni 2020 09:59
Jokowi Tinjau Kesiapan Masjid Baiturrahim Istana Hadapi New Normal
Nusantara

Jokowi Tinjau Kesiapan Masji..

04 Juni 2020 09:48
Kasus Positif Di Jakarta Menurun Selama 3 Hari, Tapi Masih Masuk Taraf Bahaya
Nusantara

Kasus Positif Di Jakarta Men..

04 Juni 2020 09:37
Jelang HUT Kota Jakarta, Ketua DPRD Ajak Warga Ibukota Bangkit Dari Pandemik Covid-19
Nusantara

Jelang HUT Kota Jakarta, Ket..

04 Juni 2020 08:49